Akankah Harga AVAX Turun, jika LFG Jual Simpanan AVAX Miliknya?

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Luna Foundation Guard (LFG) telah menjual hampir sebagian besar cadangan Bitcoin mereka demi menyelamatkan ekosistem Terra.

  • Menariknya, LFG belum menjual satupun simpanan Avalanche (AVAX) mereka.

  • Bila hal ini sampai terjadi, maka harga AVAX pun kemungkinan besar akan mengalami penurunan drastis.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Di hari Senin (16/5), Luna Foundation Guard (LFG) mengeluarkan post-mortem setelah tragedi di ekosistem Terra yang mengakibatkan TerraUSD (UST) kehilangan patokannya terhadap dolar AS dan membuat native token Terra, LUNA, kehilangan 99% dari nilainya. Cadangan Bitcoin (BTC) LFG pun sudah dijual hampir seluruhnya. Namun, simpanan Avalanche (AVAX) mereka masih ada. Hal ini bisa dilihat sebagai tanda negatif bagi holder saat ini, sekaligus menjadi kemungkinan peluang untuk investor baru.

Luna Foundation Guard adalah organisasi nirlaba yang bertugas menjaga dan mendistribusikan dana yang sudah dikumpulkan oleh ekosistem Terra untuk proyek stablecoin UST. Pasar kripto sudah sangat menyadari adanya masalah yang dialami oleh UST, ketika stablecoin ini kehilangan patokan nilainya terhadap dolar AS. Kejatuhan UST ini turut menyeret Bitcoin beserta aset-aset kripto lainnya di pasaran ke dalam “jurang”.

Melalui Twitter, LFG merincikan perbendaharaan simpanan aset kripto mereka.

Simpanan AVAX dan aset kripto lain milik LFG
Sumber:  Twitter

Pada unggahan tersebut, terlihat bahwa simpanan Bitcoin milik LFG hampir terkuras habis. Tentu saja berkurangnya jumlah simpanan Bitcoin LFG tersebut menyebabkan penurunan besar terhadap harga BTC, karena angka sebesar ini tidak bisa dijual melalui over the counter (OTC) saja. LFG terpaksa masuk ke pasar terbuka. Sehingga, harga Bitcoin pun menurun akibat dibanjiri oleh suplai Bitcoin dari LFG.

Maka dari itu, data ini dapat dilihat sebagai pendapat bullish bagi rajanya aset kripto ini, sebab Terra tak lagi memiliki cukup dana untuk memberikan tekanan lebih lanjut terhadap kekuatan bearish, sebagaimana yang terjadi saat minggu lalu dan membuat harga Bitcoin hampir ke US$25.000. Namun, dalam pembacaan data, ada proyek yang masih mungkin mengalami tekanan bearish yang cukup besar.

Meski LFG sudah mengerahkan hampir seluruh cadangan Bitcoin mereka, rupanya upaya tersebut masih belum bisa mengembalikan patokan 1:1 UST terhadap dolar AS. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, sekarang 1 UST masih dibanderol seharga US$0,1251, pada saat penulisan.

Apakah Simpanan LFG Bisa Memengaruhi Harga AVAX?

Selain BTC, LFG masih memiliki dana simpanan berupa AVAX, native token dari blockchain Avalanche. Di awal bulan April lalu, tim Be[In]Crypto melaporkan bahwa Terra membeli AVAX senilai US$100 juta sebagai bentuk diversifikasi cadangan aset kripto mereka ke sektor layer-1. Awalnya, Solana sempat masuk ke dalam daftar cadangan aset kripto LFG. Namun, dengan kondisi seperti saat ini, nampaknya hal itu tidak akan terjadi.

LFG menyatakan, mereka akan menganalisa apakah akan menggunakan sisa cadangan dana mereka untuk memberikan ganti rugi kepada para holder UST yang mengalami kerugian. Dalam cuitannya, LFG menyebut bahwa mereka akan mengutamakan holder terkecil lebih dulu.

Cuitan LFG
Sumber: Twitter

Artinya, tidak menutup kemungkinan LFG akan menjual sisa aset kripto yang ada, termasuk AVAX, untuk menanggulangi bencana ini. Terlebih lagi, bila mereka memang berniat mengganti kerugian holder UST, LFG akan membutuhkan dana yang sangat besar untuk mewujudkan niatannya.

Meski penjualan seluruh simpanan AVAX milik LFG akan menguntungkan bagi holder UST, langkah tersebut bisa menjadi elemen bearish untuk holder AVAX.

Merujuk pada informasi dari LFG, simpanan AVAX mereka berjumlah 1.973.554 AVAX. Apabila seluruh koin tersebut dijual, tentunya akan berdampak hebat bagi harga AVAX, terlebih lagi di kondisi pasar kripto saat ini yang likuiditasnya tengah menyusut.

Jika insiden LUNA dan UST sanggup membuat harga Bitcoin turun, maka tidak menutup kemungkinan harga altcoin, seperti AVAX, pun mengalami pukulan yang lebih hebat.

* Tim Avalanche telah menghubungi redaksi Be[In]Crypto setelah berita ini tayang. Tulisan ini sudah diperbarui berdasarkan informasi dari tim Avalanche. *

Avalanche Siap Buyback AVAX

Tim Avalanche menghubungi redaksi Be[In]Crypto setelah berita ini tayang. Di tanggal 12 Mei, Luigi D’Onorio DeMeo, Kepala DeFi Ava Labs, ternyata sudah menjawab pertanyaan ini di Twitter. Saat itu, DeMeo yakin bahwa AVAX tak akan ikut terdampak dari tragedi ini. Ia menyampaikan 3 argumen berikut kepada holder AVAX agar tetap tenang dalam situasi ini:

  1. Porsi besar AVAX milik LFG dikunci selama setahun
  2. Sisanya dapat digunakan, tetapi nilainya terlalu kecil jika dibandingkan dengan volume harian AVAX
  3. Jika LFG berniat untuk menjual sejumlah kecil AVAX, tim Avalanche bersedia untuk membelinya kembali (buyback).
Cuitan dari Kepala DeFi Ava Labs
Sumber: Twitter

Dari pemaparan tersebut, sepertinya Avalanche bisa bergerak dengan aman, tanpa khawatir terkena collateral damage dari Terra.

Setelah tragedi UST dan LUNA, investor institusional mungkin akan menghentikan perdagangan kriptonya sementara. Namun, jika pasar kripto selamat dari bencana ini, maka mereka akan jadi lebih kuat lagi dari sebelumnya.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Editor-in-Chief di Be[In]Crypto Spanyol. Dia memiliki pengalaman sebagai seorang scalp trader perdagangan berjangka di pasar DAX. Seorang penggemar Bitcoin dan aset kripto lain atas signifikansinya, penyuka geopolitik, dan pengikut revolusi keuangan baru sejak awal 2017, hari demi hari ia menyerap lebih banyak informasi. Daniel adalah orang Spanyol, namun dengan fokus internasional, sebab sempat menghabiskan masa kecilnya di London, Brussel, Santiago de Chile, Amsterdam. Saat ini ia bolak-balik antara Madrid dan Palma de Mallorca. Ia memiliki gelar di bidang Komunikasi Audiovisual dan Magister Desain dan Pengembangan Web. Daniel memiliki pengalaman beberapa tahun di media teknologi, khususnya sebagai front-end developer dan interaction designer di internet, serta media lainnya, seperti televisi. Saat ini, ia telah terjun ke dunia kripto dan gemar menulis, menganalisa, dan memperdebatkan kelas aset tersebut.

Ikuti Penulis