Lihat lebih banyak

Ambisi Jadi Blockchain Hub, Kenya Jalin Kerja Sama dengan Venom Foundation

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Kenya baru saja mengikat kerja sama dengan Venom Foundation untuk menjadikan wilayahnya sebagai blockchain hub.
  • Pihak Venom Foundation menjelaskan bahwa pengembangan dalam kolaborasi ini termasuk untuk mendorong inovasi di sektor arus utama yang bisa mendatangkan keuntungan bagi Kenya maupun benua Afrika sendiri.
  • Ambisi Kenya ini bisa dipahami dengan kondisi benua Afrika yang menempati peringkat 20 besar dalam hal adopsi kripto.
  • promo

Sadar bahwa blockchain bakal menjadi infrastruktur masa depan, banyak negara yang berlomba untuk menjadi pusat dari teknologi kripto tersebut. Salah satunya adalah Kenya. Negara yang berada di benua Afrika itu baru saja mengikat kerja sama dengan Venom Foundation, perusahaan yang berfokus pada Web3 asal Abu Dhabi. Kerja sama dengan Venom Foundation ini bertujuan untuk menjadikan wilayah Kenya sebagai blockchain hub.

Dalam sebuah pernyataan, Venom Foundation menjelaskan bahwa kolaborasi strategis yang terjalin antara perusahaan dengan pemerintah Kenya bertujuan untuk mengembangkan aplikasi blockchain dan Web3 di Kenya dan seluruh wilayah Afrika.

Pengembangannya termasuk untuk mendorong inovasi di sektor arus utama; seperti infrastruktur keuangan, supply chain, pertanian, usaha kecil menengah (UKM), pertanian, dan sektor lainnya yang bisa mendatangkan keuntungan bagi Kenya maupun benua Afrika sendiri.

Chief Technology Officer (CTO) Venom Foundation, Christopher Louis Tsu, menambahkan bahwa wilayah Afrika terkenal akan sumber daya alam dan sumber daya manusianya yang melimpah. Dengan memboyong teknologi canggih, seperti blockchain, akan membantu banyak negara di sana agar bisa memanfaatkan aset yang dimiliki sembari berkompetisi dengan global.

“Ekspansi Venom menandai pendekatan maju untuk bisa mendorong adopsi Web3 dan blockchain di benua Afrika,” tambah Tsu.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa lewat dukungan terhadap blockchain, Venom berupaya memberdayakan komunitas Afrika untuk bersama-sama menciptakan jembatan antara dunia keuangan tradisional (TradFi) dengan ranah Web3. Dengan begitu, diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional dan transaksi lintas batas yang lancar.

Beberapa hal konkrit yang bisa diambil dengan adanya teknologi canggih tersebut tutur Tsu adalah biaya transaksi yang lebih rendah, meningkatnya keamanan dan transparansi transaksi keuangan, peningkatan layanan keuangan serta terbukanya peluang investasi baru melalui tokenisasi aset.

Blockchain Hub Menjadi Platform Sentral

Ilustrasi blockchain | BeInCrypto

Konsep yang didorong oleh kedua belah pihak adalah memanfaatkan blockchain hub untuk menjadi platform sentral untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan inovatif. Selain itu, proses pertukaran informasi dan kolaborasi antar jaringan, pelaku usaha dan juga pemerintah yang berada di wilayah Afrika bisa terjadi disana.

“Venom juga akan memfasilitasi alat dan sumber daya untuk mendukung negara Afrika dalam membangun landasan untuk transformasi digital. Termasuk didalamnya penyediaan solusi berbasis blockchain untuk manajemen supply chain, pendaftaran tanah, sistem pemungutan suara, tokenisasi aset dan area lain yang bisa memberikan dampak signifikan melalui teknologi blockchain,” jelas Tsu.

Sekretaris Kabinet Pemerintah Kenya, Moses Kuria, mengungkapkan sinergitas dengan Venom menandakan sikap Kenya terhadap teknologi generasi mendatang dan perkembangan teknologi finansial.

“Kami percaya dengan adanya pembentukan hub blockchain ini akan mengkatalisasi inovasi di berbagai industri, baik untuk Kenya maupun global,” jelas Kuria.

Manfaatkan Adopsi Kripto yang Kuat di Afrika

Wilayah Afrika sendiri memiliki tingkat adopsi yang lebih baik dibanding wilayah lain. Berdasarkan data Chainalysis, Kenya masuk ke dalam 20 negara teratas untuk adopsi kripto terbaik di dunia.

Terlebih lagi, sebanyak 84% penduduk Kenya sudah memiliki akses ke layanan keuangan, baik melalui bank ataupun fintech. Hal tersebut dipercaya akan memudahkan Venom dan pemerintah setempat untuk mengintegrasikan lebih banyak lagi teknologi blockchain di berbagai sektor kehidupan.

Semangat untuk menjadikan wilayah Afrika sebagai pusat dari teknologi kripto juga lahir dari Republik Afrika Tengah (CAR). Bahkan CAR sudah meluncurkan inisiatifnya sejak pertengahan tahun lalu melalui proyek Sango. Meskipun dalam perjalanannya belum ada kemajuan signifikan yang berhasil dicapai, namun CAR tetap ingin meneruskan ambisinya untuk meneruskan langkahnya di tahun ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori