Kembali

Bisakah Anda Masih Memperkirakan Waktu Bitcoin? Bot AI Temukan Titik Entry

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Ananda Banerjee

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

19 Maret 2026 21.27 WIB
  • Bot trading AI BIC menandai reclaim US$70.000, bukan bottom US$60.000, sebagai sinyal entry
  • Model menangkap pergerakan Bitcoin sebesar 60%, 35%, dan secara konsisten 8%–12% di setiap siklus
  • Data holder jangka panjang mendukung akumulasi aktif sejak Maret, menunda sinyal keluar
Promo

Pergerakan Bitcoin tidaklah lurus. Harga bisa naik, lalu koreksi, dan naik lagi, bahkan sering terjadi dalam satu siklus yang sama. Ide ini jadi perhatian setelah Geoff Kendrick, Global Head of Digital Asset Research di Standard Chartered, menuturkan dalam diskusi BeInCrypto Expert Council bahwa penurunan di bawah US$60.000 terlihat menarik.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa harga Bitcoin masih bisa turun menuju US$50.000 sebelum pulih lagi. Rentang harga seperti ini membuat pengaturan waktu menjadi sulit. Saat ini, bot trading AI mulai digunakan untuk memantau pergerakan ini.

Bukannya menebak harga terendah, bot ini justru fokus pada saat akumulasi nyata terjadi. BeInCrypto telah mengembangkan bot serupa, Accumulation Cycle, dengan Pine Script, yang akan kami bahas lebih lanjut dalam analisis ini.

Catatan: Bot trading AI ini menampilkan zona potensial untuk entry dan exit berdasarkan data pasar. Bot ini tidak menjamin profit ataupun memprediksi hasil. Ini bukan nasihat keuangan.

Disponsori
Disponsori

Cara Bot Trading AI Mengidentifikasi Zona Beli yang Sebenarnya

Pendapat Kendrick jelas menunjukkan masalah yang ada. Bitcoin bisa saja turun, pulih, lalu turun kembali dalam satu siklus yang sama. Model ini memang diciptakan untuk situasi seperti itu.

Geoff Kendrick Untuk BeInCrypto

Sistem Accumulation Cycle milik BeInCrypto tidak berusaha memprediksi harga terbawah. Sistem ini menunggu konfirmasi bahwa kekuatan telah kembali.

Bot ini menggunakan kombinasi struktur dan momentum yang sangat spesifik (logika kepemilikan):

  • EMA (Exponential Moving Average): menunjukkan arah tren
  • RSI (Relative Strength Index): memantau kekuatan beli

Sederhananya, ada tiga hal yang harus selaras. Harga BTC harus menembus kembali level kunci dengan penutupan harian. Momentum pun harus mulai meningkat.

Selain itu, harga juga harus stabil dan tidak menembus lebih rendah. Hanya setelah semua itu, sinyal akumulasi (A) akan muncul.

Itulah alasan mengapa pada Februari 2026, saat harga Bitcoin rendah di dekat US$60.000, sinyal tidak keluar. Pasar masih terlihat lemah.

Sinyal baru muncul setelah harga kembali ke level US$70.000 pada pertengahan Maret 2026. Itu menjadi tanda kekuatan pertama kembali. Logika serupa juga terjadi pada November 2025.

Peringatan Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Harga Bitcoin menyentuh dasar di dekat US$80.500, tetapi model tidak aktif. Sinyal baru muncul setelah harga berhasil menembus kembali US$84.600 dengan penutupan harian.

Disponsori
Disponsori

Dari situ, harga bergerak menuju US$92.800, di mana model memberi tanda akhir siklus tersebut (E), menghasilkan kenaikan sekitar 8%. Model ini tidak menangkap puncak persis di dekat US$94.100. Di setiap siklus, mayoritas sinyal berada di kisaran 8% hingga 12%, di mana pergerakan harga cenderung lebih stabil.

Akumulasi terbaru yang dimulai pertengahan Maret setelah harga menembus US$70.000, hingga kini masih aktif. Saat ini belum ada persentase kenaikan karena sinyal akhir belum muncul.

Apa Saja yang Sudah Ditangkap oleh Bot Trading AI Ini

Jika melihat ke belakang, model ini telah mendeteksi beberapa siklus kuat. Pada Oktober 2024, model ini menangkap kenaikan sekitar 60%. Di April 2025, bot ini mengidentifikasi fase lain yang memicu reli sebesar 35%. Setiap sinyal akumulasi selalu diikuti akhir yang jelas.

Apa yang Bisa Diprediksi oleh Bot Trading AI
Apa yang Bisa Diprediksi oleh Bot Trading AI | Sumber: TradingView

Siklus yang lebih baru, seperti November dan awal 2026, menghasilkan kenaikan di kisaran 8% hingga 12%.

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.

Kenapa Ini Tidak Melacak Titik Bawah Secara Tepat

Secara desain, model ini memang tidak mencari titik terendah pasar. Saat harga sedang bawah, tekanan jual masih kuat dan momentum masih lemah. Karena itu, sinyal terlalu awal biasanya tidak akurat.

Pada fase bearish, pasar bahkan bisa turun lebih rendah lagi. Inilah alasan kenapa model ini mengabaikan level seperti US$60.000 pada Februari dan US$80.500 di November. Bot trading AI ini tak mencari harga paling bawah, melainkan menunggu pemicu yang tepat sebelum sinyal muncul.

Model ini justru menunggu harga naik kembali dan momentum berubah positif. Cara ini bisa meningkatkan kualitas sinyal dan mengurangi entry palsu.

Data On-Chain Verifikasi soal Entry dan Exit

Sinyal-sinyal ini sejalan dengan perilaku holder BTC jangka panjang, yang menjadi salah satu indikator on-chain utama. Untuk itu, digunakan metrik Long-Term Holder Net Position Change dari Glassnode, yaitu alat yang melacak posisi holder yang menyimpan BTC selama 365 hari atau lebih.

Pada siklus November, aksi jual oleh holder jangka panjang mencapai puncak mendekati 75.000 BTC. Tekanan jual mulai berkurang sebelum muncul sinyal akumulasi. Sinyal akumulasi menurut trading bot dari BIC muncul pada 23 November, lalu siklus berakhir sekitar 5 Desember. Inilah fase di mana para holder jangka panjang secara bertahap mengurangi jualannya. Sinyal bullish ini menguatkan sinyal akumulasi tersebut.

Data On-Chain Bertemu Trading Bot
Data On-Chain Bertemu Trading Bot | Sumber: Glassnode


Sebentar setelah itu, aktivitas holder jangka panjang sempat menjadi positif sebelum aksi jual kembali terjadi, sesuai dengan sinyal keluar dari model tersebut.

Pada siklus saat ini, sinyal muncul sekitar 15 Maret. Saat ini, perubahan posisi bersih holder jangka panjang sudah positif dan terus naik.

Bagaimana Holder Memvalidasi Logika Bot
Bagaimana Holder Memvalidasi Logika Bot | Sumber: Glassnode

Walaupun harga sudah mengalami koreksi, proses akumulasi dari para holder masih berjalan aktif. Karena itulah, sinyal keluar belum muncul sampai sekarang. Sinyal akumulasi di chart teknikal juga masih aktif.

Cara Menggunakan Notifikasi dari AI Trading Bots

Untuk menggunakan model ini secara waktu nyata, kamu bisa mengatur alert langsung di TradingView. Tambahkan indikator (BIC Accumulation Cycle Final Pro), lalu buat alert untuk kedua situasi berikut:

  • Accumulation Start (A) untuk entri
  • Accumulation End (E) untuk keluar
Mengatur Alerts
Mengatur Alerts | Sumber: TradingView

Atur interval agar sesuai dengan chart-mu dan gunakan opsi “once per bar close”, supaya sinyal terkonfirmasi.

Alert Akhir Fase Akumulasi
Alert Akhir Fase Akumulasi | Sumber: TradingView

Masa berlaku alert sebaiknya diatur minimal satu hingga tiga bulan ke depan dan bisa diperpanjang bila dibutuhkan. Pemberitahuan dapat diterima lewat aplikasi, email, atau suara.

Jika Bitcoin mengikuti jalur yang dipaparkan oleh Kendrick, yaitu bergerak di antara US$50.000 sampai US$100.000, maka pergerakannya tidak akan lurus. Akan ada banyak pergerakan naik turun selama siklus ini.

Bitcoin bisa saja bergerak dari US$60.000 ke US$75.000, lalu koreksi lagi, dan masih tetap berada di siklus besar yang sama.

Trading bot AI seperti ini fokus pada pergerakan fluktuatif itu. Bot tersebut melacak di mana kekuatan mulai muncul dan di mana melemah. Dengan begitu, trader bisa mengambil sikap di tengah pergerakan, bukan hanya sekadar menahan portofolio sepanjang siklus tanpa bertindak.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori