Lihat lebih banyak

Anggota Parlemen Rusia Ajukan Rencana Rubel Digital untuk Hindari Sanksi Negara Barat

2 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Pemimpin oposisi Rusia mengajukan proposal rubel digital untuk menghindari sanksi ekonomi dari negara Barat.
  • Rubel digital ditujukan untuk mengumpulkan dana terkait perumahan dan konstruksi, sekaligus menghindari inflasi.
  • Negara Barat telah mengemukakan kekhawatiran mereka bila Rusia akan menggunakan aset kripto untuk menghindari sanksi ekonomi.
  • promo

Anggota oposisi Rusia mengimbau pemerintah dan bank sentral Rusia untuk mempercepat penerbitan mata uang bank sentral digital (CBDC) milik Rusia atau rubel digital. Dengan begitu, mereka bisa mengelak dari sanksi keuangan yang diberikan oleh negara Barat.

Sergei Mironov, pemimpin fraksi “A Just Russia” di Duma, mengusulkan agar bank sentral Rusia menerbitkan CBDC untuk konstruksi dan proyek perumahan, mencakup perkembangan produksi dan infrastruktur transportasi.

“Rubel digital sebaiknya menjadi investasi penuh dan mata uang cadangan untuk Rusia,” ujarnya.

Ia mengklaim bahwa rubel digital akan memungkinkan negara yang sedang kekurangan uang ini untuk menghasilkan dana tambahan, sekaligus menjinakkan inflasi.

Menurut Mironov, CBDC yang diajukan tidak bisa didepositkan di luar negeri atau digunakan untuk keperluan selain dari yang telah ditentukan.

Mironov mengajukan proposal tersebut untuk menghadapi sanksi ekonomi yang luas yang dikenakan oleh negara Barat dan sekutunya. Mereka telah membatasi akses Moskow ke cadangan devisa dan pasar keuangan internasional.

Dari sejak penerapan sanksi akibat invasi Rusia kepada Ukraina di akhir Februari, timbul kekhawatiran dari negara-negara Barat. Mereka khawatir bila Rusia akan mencari cara untuk mengindari sanksi. Salah satunya adalah dengan menggunakan uang kripto, termasuk CBDC.

Bank sentral Rusia (CBR) awalnya menentang pengesahan aset kripto. Akan tetapi, CBR memang memiliki rencana untuk menerbitkan CBDC. Rencana tersebut sudah ada sejak tahun 2019 lalu. Mereka juga sudah merilis konsep rubel digital di bulan April tahun kemarin.

FSB Monitor Aset Kripto Rusia

Di hari Senin, Dewan Stabilitas Keuangan atau Financial Stability Board (FSB) mengatakan mereka mengawasi transaksi aset digital dengan saksama. FSB ingin memastikan kepatuhan atas aturan sanksi ekonomi Rusia.

FSB merupakan sebuah lembaga yang mencakup regulator keuangan, bank sentral, dan pejabat kementrian keuangan dari perekonomian negara G20.

Di awal bulan ini, Komisi Eropa menerbitkan sebuah pernyataan. Dalam pernyataan tersebut, mereka mengonfirmasi sanksi untuk memblokir Rusia agar tidak melanggar aturan apapun. Aturan ini mencakup transaksi kripto yang mereka yakini memberikan celah untuk menghindari sanksi.

“Amandemen ini menciptakan keselarasan yang lebih dekat mengenai sanksi Uni Eropa terhadap Rusia dan Belarusia, serta akan membantu memastikan dengan lebih efektif bahwa sanksi Rusia tidak dapat dilanggar, termasuk melalui Belarusia,” bunyi pernyataan tersebut.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

komfie_manalo.jpg
Komfie Manalo
Komfie Manalo adalah seorang jurnalis dengan 30 tahun pengalaman di media cetak, media digital, TV, dan radio. Dia telah meliput tentang polisi, bencana alam, bisnis, keuangan, teknologi, fintech, blockchain, dan aset kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori