Lihat lebih banyak

Bertemu Pemerintah Georgia, Bos Binance Berniat Buka Bisnis Kripto di Sana?

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • CEO Binance, Changpeng 'CZ' Zhao, mengumumkan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Georgia.
  • Pertemuan ini mendiskusikan beberapa hal tentang posisi Goergia sebagai pusat teknologi keuangan terbaru dengan lokasi strategis.
  • Negara yang berbatasan langsung dengan Rusia, Turki, dan Armenia ini menyatakan bahwa mereka siap beradaptasi dengan industri kripto.
  • promo

Dalam kondisi pasar yang masih bergerak lambat, tidak semua perusahaan kripto mengendurkan ekspansinya. Binance, misalnya, terus mencari cara untuk bisa melebarkan sayap bisnisnya. Terbaru, founder dan CEO Binance, Changpeng ‘CZ’ Zhao, mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Georgia, yaitu Irakli Garibashvili.

Meskipun tidak menjelaskan secara detail, tetapi CZ mengungkapkan bahwa pertemuan yang baru saja digelar itu banyak mendiskusikan beberapa hal tentang posisi Georgia sebagai pusat teknologi keuangan terbaru seiring dengan lokasi strategis negara tersebut.

Negara yang berbatasan langsung dengan Rusia, Turki, dan Armenia ini turut menyatakan bahwa wilayah mereka siap untuk beradaptasi dengan industri kripto global. Selain itu, mereka akan memaksimalkan penerapan investasi langsung yang berasal dari asing.

Selain itu, pemerintah setempat juga menyatakan undang-undang (UU) yang mereka miliki siap untuk mengatur bursa kripto dan industri terkait lainnya.

“Kami siap untuk mendorong penerapan investasi asing secara langsung,” ungkap pemerintah Georgia.

Sebagai informasi, Georgia merupakan salah satu negara yang terbuka terhadap kripto. Aturan di sana melegalkan aktivitas pertukaran kripto dan penambangan aset digital.

Georgia Negeri Bebas Pajak bagi Kripto

Konsultan bisnis asal Georgia, PB Services, menuturkan bahwa negaranya menggunakan sistem pajak teritorial. Artinya, pungutan pajak akan diberlakukan, jika objek investasi itu berasal dari dalam negeri. Dengan begitu, investor yang membenamkan uangnya di saham perusahaan non-Georgia tidak akan terkena kewajiban pajak, begitu pula dengan kripto.

Dalam Keputusan Kementerian Keuangan Georgia yang dirilis pada 28 Juni 2019, disebutkan bahwa penjualan aset kripto masuk dalam sumber pendapatan non-Georgia. Namun, keleluasaan tersebut hanya berlaku pada residensi pajak Georgia, yaitu orang yang telah tinggal minimal 183 hari atau memiliki kekayaan bersih sebesar 3.000.000 lari Georgia (GEL) atau sekitar US$1,1 juta. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah tersendiri bagi Georgia untuk mendorong lebih deras arus investasi yang akan masuk.

Sebagai catatan, pada Agustus lalu pemerintah setempat telah merampungkan draft perubahan aturan untuk sektor keuangan. Dalam kerangka itu dimasukkan regulasi tambahan terkait perdagangan aset kripto dan industri financial technology (fintech).

Terkait hal ini, Menteri Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Georgia, Levan Davitshvili, mengungkapkan beberapa paket aturan yang sudah dikirimkan itu di antarnya memuat tentang petunjuk untuk layanan pajak, aturan tentang kecukupan modal, dan aturan terkait Virtual Asset Service Provider (VASP).

“Sejumlah aturan baru ini nantinya akan memberikan status hukum pada entitas yang terlibat dalam perdagangan aset virtual dan menentukan kewajiban dan hak yang sesuai. Hal ini merupakan langkah penting untuk pembentukan ekosistem kripto yang teregulasi,” jelas Levan Davitshvili.

Ripple telah Bertemu Perdana Menteri Georgia

Kuat dugaan, penyiapan kerangka aturan terkait kripto di Georgia memang sengaja dipersiapkan untuk menerima masuknya sejumlah perusahan kripto level global. Pasalnya, sebelum kehadiran Binance, perusahaan blockchain Ripple dan FTX (yang saat ini telah bangkrut) sudah sempat menemui Perdana Menteri Georgia, yaitu Irakli Garibashvili.

Kala itu, pemerintah sudah memperlihatkan sikap terbuka mereka dengan menawarkan CEO Ripple, Brad Garlinghouse, untuk membuka pusat layanan perusahaan mereka di Georgia. Selain itu, juga pemerintah Georgia turut menyebutkan bahwa negara memiliki lingkungan investasi yang menguntungkan.

Adapun minat pemerintah Georgia terhadap industri kripto dan blockchain sudah terlihat sejak lama. Georgia sendiri merupakan negara pertama di dunia yang memperkenalkan teknologi blockchain dalam pelayanan publik, utamanya dalam proses pendaftaran tanah yang akhirnya mampu memangkas biaya operasional sebesar 30%.

Bagaimana pendapat Anda tentang pertemuan sang CEO Binance dengan Perdana Menteri Georgia? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori