Lihat lebih banyak

Apes, Robinhood Harus Bayar Denda US$30 Juta dan Pangkas Karyawannya 23%

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Robinhood diwajibkan membayar denda sebesar US$30 ke The New York Department of Financial Services (NYDFS) atas dugaan pelanggaran aturan anti money laundering dan keamanan siber.
  • Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pelanggaran adalah kurangnya jumlah staf untuk menjalankan program anti money laundering dan keamanan siber, serta terlambatnya proses transisi sistem pemantauan transaksi manual.
  • Selain penalti, Robinhood juga akan diminta untuk menggunakan layanan konsultan independen. Tujuannya adalah untuk melakukan evaluasi secara komprehensif atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan NYDFS.
  • promo

Robinhood Market, Inc., perusahaan online trading untuk emas, saham dan kripto, baru saja mendapatkan kartu kuning dalam tapak bisnisnya. Perusahaan diwajibkan membayar denda sebesar US$30 juta atau sekitar Rp447 miliar ke The New York Department of Financial Services (NYDFS) atas dugaan pelanggaran aturan anti money laundering dan keamanan siber.

Aksi ini merupakan penegakan hukum pertama di industri kripto yang NYDFS lakukan. Adapun unit bisnis kripto milik Robinhood yang terkena sanksi atas pelanggaran aturan anti money laundering.

Regulator keuangan negara bagian New York itu mengatakan bahwa Robinhoond Crypto LLC gagal mempertahankan dan mengesahkan program anti money laundering dan keamanan siber yang sesuai dengan aturan.

Sebagai bagian dari perintah persetujuan, Robinhood juga akan diminta untuk mempekerjakan konsultan independen untuk mengevaluasi kepatuhannya terhadap peraturan NYDFS dan juga memperlihatkan apa upaya untuk melakukan perbaikan.

Robinhood Gagal Terapkan Program Kepatuhan yang Layak

Untuk melihat kepatuhan, NYDFS melakukan ujian pengawasan dan penyelidikan penegakan aturan di Robinhood. Di situlah NYDFS menemukan kegagalan yang signifikan, yang mana terdapat kekurangan dalam fungsi manajemen perusahaan dalam mengawasi program kepatuhannya.

Inspektur Layanan Keuangan, Adrienne A Harris, mengatakan selain penalti, Robinhood juga akan diminta untuk menggunakan layanan konsultan independen. Tujuannya adalah untuk melakukan evaluasi secara komprehensif atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan NYDFS.

“Seiring dengan pertumbuhan bisnis, Robinhood Crypto gagal melakukan investasi sumber daya yang tepat untuk mengembangkan dan mempertahankan budaya kepatuhan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pelanggaran adalah kurangnya jumlah staf untuk menjalankan program anti money laundering dan keamanan siber, serta terlambatnya proses transisi sistem pemantauan transaksi manual.

Selain itu, NYDFS juga menemukan adanya kegagalan kritis dalam progam keamanan siber. Padahal, Robinhood sendiri memiliki basis pengguna yang tidak sedikit. Per Maret lalu saja, perusahaan mengelola 15,9 juta pengguna aktif bulanan.

Harris menambahkan bahwa perusahaan juga gagal memenuhi syarat aturan dalam perlindungan konsumen, yakni dengan memberikan nomor telepon yang berbeda di situs webnya untuk proses keluhan konsumen.

“DFS akan terus menyelidiki dan mengambil tindakan ketika ada pemegang lisensi yang melanggar hukum atau peraturan Departemen. Karena terpenting adalah melindungi konsumen dan memastikan keamanan juga kesehatan institusi,” tambahnya.

Bukan Pelanggaran Pertama yang Robinhood Lakukan

Sanksi yang harus Robinhood terima bukanlah baru kali pertama terjadi. Sebelumnya, di tahun 2021, Robinhood juga harus menerima pil pahit dengan kewajiban membayar denda sebesar US$70juta ke FINRA dan jutaan pelanggannya.

Hukuman denda itu dijatuhkan lantaran Robinhood dinilai gagal melakukan pengawasan sistemik dan menyebabkan kerugian secara signifikan ke jutaan pelanggan. Jumlah denda yang harus mereka bayar terbagi atas US$57 juta ke FINRA dan membayar ganti rugi senilau US$12,6 juta ke konsumennya.

Sanksi tersebut merupakan hukuman finansial terbesar yang pernah FINRA perintahkan. Hal itu sekaligus mencerminkan luasnya ruang lingkup dan juga keseriusan aktivitas pelanggaran yang telah Robinhood lakukan.

Perusahaan terbukti memberikan informasi palsu dan menyesatkan pada pelanggan sejak September 2016 lalu. Informasi yang dimaksud menyangkut berbagai masalah vital; termasuk di dalamnya perihal jumlah uang tunai di rekening pelanggan, risiko kerugian yang dihadapi pelanggan, apakah bisa melakukan perdagangan margin, dan beberapa hal lainnya.

Lakukan PHK atas 23% Karyawannya

Seakan tidak ada henti, selain harus membayar denda, Robinhood harus menerima kenyataan bahwa bisnisnya tidak berjalan baik di tengah crypto winter. Perusahaan diketahui telah memangkas 23% karyawannya. Hal itu mereka lakukan sebagai langkah penyesuaian di tengah kondisi perdagangan yang masih sekarat.

Chief Executive Officer (CEO) Robinhood, Vlad Tenev, mengatakan pada wwal tahun ini, perusahaan mengumumkan bahwa Robinhood akan melepaskan 9% tenaga kerja dan bakal fokus pada biaya yang lebih besar. Namun, nyatanya hal itu tidak bisa cukup berpengaruh.

“Perusahaan telah melihat kerusakan tambahan dari lingkungan makro, dengan inflasi pada level tertinggi 40 tahun disertai dengan jatuhnya pasar kripto yang luas. Hal ini semakin mengurangi aktivitas perdagangan pelanggan dan aset yang ditahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, setiap orang akan menerima email dan pesan Slack terkait status pekerjaannya. Karyawan yang terdampak akan mendapatkan tawaran kesempatan untuk tetap bekerja dengan Robinhood hingga 1 Oktober 2022 dan menerima gaji serta tunjangan reguler (termasuk vesting ekuitas).

“Mereka juga akan ditawari pesangon tunai, pembayaran premi asuransi kesehatan, gigi dan penglihatan COBRA dan bantuan pencarian kerja (termasuk pilihan dalam Direktori Bakat Alumni Robinhood),” pungkasnya.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori