Bitcoin btc
$ usd

10 Istilah Crypto yang Perlu Kamu Tahu, Cocok untuk Investor Baru!

11 mins
6 Agustus 2022, 13:54 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
6 Agustus 2022, 23:57 WIB

Indonesia menjadi negara dengan tingkat adopsi kripto tercepat di dunia. Berdasarkan hasil riset dari Gemini, tingkat adopsi crypto  di negeri ini mencapai 41%, bersanding dengan Brasil yang juga menduduki peringkat puncak. Namun memang perlu diakui bahwa tingkat literasi keuangan di negeri ini masih tergolong rendah. Pahami 10 istilah crypto berikut, supaya tidak salah ambil strategi.

Literasi Keuangan di Indonesia Masih Kurang

Berdasarkan data OJK, survei literasi keuangan nasional di tanah air hanya mencapai 38.03%. Padahal, dalam investasi penting untuk memahami berbagai risiko dan juga istilah untuk membuat kamu bisa meraup cuan.

Pergerakan harga aset kripto juga terkenal sangat volatil. Lihat saja kapiltalisasi pasar dari seluruh aset kripto yang diperdagangkan di dunia dalam waktu 1 bulan kebelakang yang sudah anjlok 28,26%. Dari US$1.277.658.999.078 di bulan lalu longsor ke level US$916.572.845.532.

Kondisi ini juga merupakan kali pertama bagi pergerakan aset kripto yang kembali berada di bawah US$1 triliun setelah awal tahun 2021 lalu. Liarnya angka inflasi dan juga sikap Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang mulai meninggalkan suku bunga rendah dituding menjadi salah satu penyebabnya.

Selain itu, pelaku pasar juga dibuat panik lantaran rontoknya stablecoin Terra (LUNA) yang hanya dalam waktu satu malam sukses membuat investor  kocar-kacir. Meski begitu, landainya pergerakan pasar kripto bukan baru kali ini saja terjadi.

Sebelumnya, di periode tahun 2018 sampai dengan 2020, era yang disebut sebagai musim dingin kripto juga pernah terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kala itu kapitalisasi pasar kripto juga ambruk dari US$713.418.801.152 di awal tahun 2018 ke level US$276.197.562.386.

Kondisi yang terjadi juga mirip dengan yang ada saat ini. Dimana krisis global menghantam ekonomi dunia. Hal itu dipicu oleh ambruknya salah satu bank investasi terbesar, Lehman Brothers yang pada akhirnya ikut menyeret perekonomian dunia.


Dalam kondisi seperti ini, perlu strategi jitu agar bisa memahami bagaimana kondisi pasar kripto sebenarnya. Supaya tetap bisa menciptakan portofolio investasi yang sehat, ada baiknya kamu memperhatikan 10 istilah crypto berikut.

Istilah Crypto #1: To The Moon

Istilah crypto pertama yang perlu kamu tahu adalah To The Moon. Diksi ini sering kali terlihat saat munculnya proyek baru dari aset kripto ataupun saat pasar sedang bergejolak namun pengguna koin tertentu masih terus optimistis akan prospeknya. Seperti yang dijadikan hashtag oleh akun Metacoms

Istilah To The Moon sendiri merupakan kondisi dimana mata uang kripto berada di harga puncaknya. Namun pada awalnya, penggunaan istilah To The Moon sendiri merujuk pada kemampuan Bitcoin (BTC), sang jawa kripto yang mampu meningkatkan nilainya.

Frasa To The Moon digadang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2017. Tepatnya ketika harga BTC melesat ke level US$20.000 dari harga awalnya yang jauh dari US$1.000 per koin.

Investor yang percaya bahwa harga aset kripto akan kembali naik seiring dengan adanya tren kenaikan harga biasanya akan menggunakan istilah To The Moon.

Namun lagi-lagi, bukan berarti istilah tersebut secara fundamental memperlihatkan prospek aset kripto itu sendiri. Melainkan hanya didasarkan pada optimisme dan juga pandangan pribadi.

To The Moon atau Mooning bukan hanya terjadi pada Bitcoin saja. Dogecoin (DOGE) juga pernah mengalami fase To The Moon, yakni ketika harganya meroket dari Januari tahun lalu yang sebesar US$0,01 menjadi US$0,70 di Mei tahun lalu.

Selain itu, Ethereum (ETH) juga mengalami mooning selama tahun lalu. Harganya terus mendaki dari awalnya kurang dari US$1.000 menjadi hampir US$5.000 Oktober tahun lalu.

Meski begitu, istilah To The Moon bukanlah terjadi secara serta merta. Pergerakan aset kripto bisa dibaca dan dilihat dari beberapa sentimen. Seperti mulai masuknya investor institusi seperti JP Morgan dan beberapa raksasa keuangan dunia yang mengumumkan strategi bisnisnya untuk masuk ke aset kripto.

Hal tersebut menunjukkan bahwa adopsi kripto sebagai alat pembayaran sudah semakin dekat dan seusai dengan niat awal kemunculan kripto. Lembaga keuangan global yang juga sudah mulai mengadopsi aset kripto seperti PayPal juga ikut mendorong mata uang kripto To The Moon.

Terbaru, Mastercard yang bekerja sama dengan Abra yang juga sudah semakin ekspansif mengadopsi aset kripto dengan meluncurkan kartu kredit yang memberikan reward dalam bentuk kripto.

Bertambahnya negara yang mengadopsi kripto juga menjadi alasan bagi aset kripto untuk To The Moon. Sampai saat ini, sudah ada 2 negara yang secara resmi menjadikan Bitcoin sebagai legal tender dalam sistem keuangannya. Adalah El Salvador dan juga Republik Afrika Tengah.

Istilah Crypto #2: FUD

10 istilah crypto yang perlu kamu tahu

Istilah crypto berikutnya yang perlu kamu  tahu adalah FUD. Frasa ini merupakan akronim dari fear, uncertainty dan doubt. Alias kondisi dimana psikologi pasar dipengaruhi oleh perasaan takut, ketidakpastian dan juga keraguan.

Namun kondisi tersebut bukanlah dialami oleh para investor pemegang kripto. Melainkan, perasaan yang dilontarkan oleh orang yang tidak percaya akan pertumbuhan aset kripto.

Seperti Warren Buffet, seorang investor saham yang selama ini dikenal dengan strategi investasi jangka panjangnya mengatakan bahwa dia tidak akan membeli Bitcoin, meskipun harganya mencapai US$25.

Dia juga menyebutkan bahwa Bitcoin tidak menghasilkan apa-apa. Kondisi tersebut membuat pasar mengalami ketakutan, ketidakpastian dan juga keraguan akan portofolio investasinya.

Jika banyak investor “termakan” akan propaganda tersebut, maka akan tercipta kondisi rush yang dipicu oleh panic selling. Selain itu, kondisi FUD juga bisa tercipta dari adanya pertentangan dari pasar dan regulator terkait aset kripto.

Contoh FUD dalam Crypto

Tujuan dari FUD adalah untuk menyebarkan keraguan terkait proyek ataupun token tertentu yang tengah dibangun. Selain itu, FUD juga bisa dilahirkan dari pandangan skeptis dan sinis tentang kripto yang dianggap tidak memiliki kelas aset.

Beberapa contoh FUD adalah langkah Cina yang beberapa waktu lalu sempat membatasi aktivitas penambangan kripto. Kemudian adanya pernyataan bahwa Tesla, perusahaan yang memproduksi mobil listrik milik Elon Musk tidak menerima kript sebagai alat pembayaran.

Kondisi tersebut menyebarkan keraguan pada pasar. Alih-alih menambah investasinya, investor yang termakan dengan rumor tersebut justru malah melepas aset investasinya. Umumnya, pihak yang banyak terpengaruh adalah investor mula yang tidak memiliki pengetahuan dan dasar investasi secara mapan.

Sehingga begitu mendengar adanya pertentangan dari tokoh ataupun negara lain terkait kripto, akan langsung bereaksi negatif. Tetapi bagi investor kawakan yang memang mengetahui betul apa dan bagaimana portofolio investasinya, umumnya tidak akan goyah.

Tidak semua kondisi FUD itu benar dan akan terjadi. Karena bisa saja, ada pihak tertentu yang memang ingin membuat proyek kripto tertentu mangkrak. Karena seperti saham, pergerakan aset kripto juga dilandasi oleh sentimen atau isu yang berhembus.

Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami istilah crypto demi bisa menjaga “ruh” investasinya tetap hidup dan tidak mudah termakan oleh rumor pasar. FUD bersifat kebalikan dari FOMO.

Saat The Fed menaikkan suku bunga acuannya, itu juga bisa menjadi kekhawatiran pasar dan bisa memicu terjadinya gejolak di pasar aset investasi berisiko. Jadi baca pasar dengan cermat dan juga terukur.

Istilah Crypto #3: REKT

REKT adalah istilah crypto yang diambil dari kata wrecked. Definisi dari REKT sendiri adalah kondisi dimana portofolio investasi kripto yang kamu miliki sudah benar-benar hancur. Bagaimana kondisi itu bisa tercipta?

Hal itu bisa terjadi karena investor terjebak oleh euforia pasar. Misalnya, kamu sebagai investor membeli aset kripto yang sedang ada dalam tren menanjak. Namun tidak lama kemudian, aset kripto tersebut langsung jatuh karena pasar bergejolak lantaran adanya peraturan baru dari regulator terkait penggunaan kripto.

Nah, saat melihat portofolio investasi kamu yang sudah merah membara, itu dinamakan REKT. Sebagai langkah mitigasi, kamu bisa melakukan diversifikasi aset kripto untuk membagi tingkat risikonya.

Sehingga, ketika kamu salah membaca keadaan pasar dan terlanjur membeli aset kripto tertentu, kamu masih bisa mendapatkan imbal hasil dari jenis aset kripto  lainnya. Salah satu opsi yang bisa dilakukan adalah dengan membeli aset atau token kripto yang ada di jaringan blockchain berbeda.

Istilah Crypto #4: WHALE

foto: bitinfocharts

Istilah crypto lain yang juga harus dipahami adalah Whale. Dalam dunia aset digital whale merujuk pada investor yang memegang aset kripto dalam jumlah jumbo. Investor yang dimaksud bukan hanya untuk investor institusi, investor ritel yang memegang aset kripto dalam jumlah besar juga masuk dalam kategori crypto whale.

Masuk dan keluarnya para “paus” ini dalam dunia kripto memengaruhi harga kripto. Seperti yang terjadi kala harga Bitcoin untuk pertama kalinya melesat ke level US$20.000 pada 5 tahun silam.

Karena, salah satu faktor pembentuk harga dari aset kripto adalah permintaan dan juga pasokan. Begitu para whale ini mulai menjual secara perlahan aset kripto yang dimilikinya secara kontinu,maka pasar akan mengalami kelebihan pasokan yang pada akhirnya berpotensi mengganggu harga pasar.

Begitu pula sebaliknya. Membincang whale tidak bisa dilepaskan dari Bitcoin (BTC). Maklum, aset kripto tertua didunia itu merajai dunia kripto untuk kapitalisasi pasar.

Contoh Whale Crypto yang Populer

Salah satu pihak yang dianggap sebagai whale adalah Satoshi Nakamoto. Seorang atau sekelompok orang yang merilis pertama kali white paper Bitcoin itu tentu memiliki rencana untuk pengembangan Bitcoin berikutnya.

Meskipun nama tersebut adalah anomin, pihak yang disebut sebagai pencipta BTC itu sudah menambang sebanyak 1 juta bitcoin.

Selain itu, juga ada nama MicroStrategy yang diketahui menggenggam 129,218 BTC.  Mengacu pada data bitinfocharts, dalam Top 100 Richest Bitcoin Adresses, pemegang BTC terbesar beralamat 34xp4vRoCGJym3xR7yCVPFHoCNxv4Twseo di dompet kripto Binance yang mengoleksi 252.597 BTC atau sekitar 1,32% dari total koin yang beredar.

Whale dalam dunia kripto lainnya adalah pemerintah. Pasalnya, pemerintah di seluruh dunia digadang memiliki 259.870 BTC. Itu mewakili 1,237% dari total pasokan Bitcoin.

Bulgaria adalah salah satu negara yang memiliki Bitcoin terbesar, yakni sebanyak 213.519 BTC. Salah seorang anggota pemerintah Ukraina secara pribadi juga di memiliki 46.351 BTC.

Tidak hanya itu, pemerintah Amerika Serikat juga memiliki cache yang hampir setara dengan 70.000 BTC. Whale mampu menggerakkan pasar, karena mereka memilik modal yang kuat untuk melakukannya.

Istilah Crypto #5: HODL/ HODLER

10 Istilah Crypto yang Perlu Kamu Tahu. Cocok Untuk Trader Baru

HODL dipercaya sebagai akronim dari Hold On for Dearest Life. Dalam dunia kripto, HODL merupakan salah satu strategi investasi jangka panjang, dimana investor akan membeli aset kripto yang diinginkan dan kemudian menahan atau menyimpannya dalam jangka waktu tertentu.

Namun sebenarnya, HODL sendiri bukan hanya soal strategi, melainkan lebih ke pada mindset. Seorang investor yang sudah mempelajari betul bagaimana proyek dari token yang saat ini sedang dibangun, ketika dalam keadaan market crash seperti sekarang, dia akan terus menahan aset yang dimiliki dan tak jarang malah terus menambah koleksinya.

Seseorang yang sudah menerapkan HODL dalam investasinya, justru menganggap bahwa harga aset kripto yang saat ini dimiliki merupakan harga diskon. Dimana biasanya dia membeli koin A senilai US$200, sekarang harganya berada di kisaran US$120. Artinya jika dia membelinya di harga yang terkoreksi, maka dia akan mendapatkan “potongan harga”

Nah seseorang yang menganut strategi investasi beli dan tahan disebut sebagai Hodler. Istilah HODL sendiri pertama kali muncul dari postingan di dalam forum Bitcoin tahun 2013 silam yang mengatakan bahwa sang penulis tidak mampu memprediksi tren pasar dan sebagai gantinya akan menahan investasinya. Kala itu sang penulis mengatakan I AM HODLING.

Sebagai gambaran, jika kamu membeli 10 Bitcoin di tengah tahun 2013, dimana harganya pada saat itu masih berada di kisaran US$117,5. Lalu kamu HODL sampai saat ini, dengan harga BTC yang berada di level US$21.196,86. Berapa besar keuntungan yang didapatkan?

Dari situ tergambar bahwa saat membeli pertama kali, kamu membutuhkan modal sekitar US$1.170,5 untuk 10 BTC. Saat ini atau 9 tahun berselang, kamu sudah bisa mendapatkan US$211.960 dari 10 BTC.

Istilah Crypto #6: Bearish

Blockchain Association Yakinkan Rusia Tak Gunakan Pasar Crypto

Istilah crypto selanjutnya adalah bearish. Bearish adalah gambaran yang memperlihatkan kondisi pasar kripto sedang dalam tren penurunan harga. Seperti yang terjadi seperti tahun 2018 hingga 2020 silam.

Pasar perdagangan dikatakan bearish ketika terjadi tren penurunan harga dalam jangka waktu yang panjang. Saat pasar sedang dalam keadaan bearish, itu juga bisa menjadi sinyal bagi investor untuk mengatur ulang portofolionya.

Apakah akan melepasnya dan masuk ke dalam aset kripto lain, atau justru menerapkan HODL karena yakin pasar akan kembali rebound alias memantul kembali ke harga yang diharapkan. Koreksi harga yang sudah mencapai 20%, bisa dikatakan bearish. Istilah bearish berasal dari kata bear yang berarti beruang.

Istilah Crypto #7: Bullish

Setelah 9 Minggu, Bitcoin (BTC) Akhirnya Berhasil Membentuk Candlestick Bullish

Nah bullish adalah kebalikan dari bearish. Bullish market berarti kondisi pasar yang sedang dalam tren mendaki alias naik. Pasar bisa dikatakan bullish dibuktikan dalam kenaikan harga kripto atau kapitalisasi pasar kripto yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Bullish sendiri merupakan sikap optimistis atas investasi yang dilakukannya di industri kripto. Investor yang bullish, percaya diri bahwa aset kripto yang dikoleksinya akan naik dan memberikan imbal hasil yang menarik.

Istilah Crypto #8: Pump & Dump

Laporan dari Argus Ungkap Insider Trading Tumbuh Subur di Dunia Kripto

Saat sedang memantau pergerakan pasar kripto, apakah kamu pernah melihat ada pergerakan harga salah satu koin atau token yang tergolong baru hadir namun sudah mengalami lonjakan harga yang mencengangkan?

Bisa jadi aset kripto tersebut sedang di pump alias di pompa, karena jIka dilihat lebih jauh lagi ternyata memang tidak ada fundamental yang bisa dijadikan landasan bagi optimisme pasar.

Pump mengacu pada pompa, yang artinya aset kripto tersebut sedang dipompa untuk naik ke level tertentu. Setelah pasar mulai mengikuti tren tersebut dan banyak investor yang juga masuk ke aset kripto yang dimaksud, maka pelaku pump akan langsung melepasnya alias melakukan dump.

Baru setelah itu, harga aset kripto yang dimaksud akan langsung turun. Karena volume penjualannya langsung meluber. Istilah crypto pump & dump bisa terjadi ketika ada salah satu atau beberapa pihak yang memiliki aset kripto tertentu dalam jumlah besar.

Jika kamu pernah mendengar istilah gorengan dalam investasi saham, itulah yang terjadi dalam mekanisme pump & dump di perdagangan kripto. Cara untuk memompa harga bisa dilakukan lewat berbagai cara.

Mulai dari menghembuskan isu positif terkait aset kripto yang dimaksud, terus mengglorifikasi pencapaian yang sebenarnya tidak begitu berperan penting dalam pergerakan harganya. Atau melakukan langkah propaganda lain untuk bisa menciptakan optimisme palsu terhadap aset kripto tertentu.

Istilah Crypto #9: FOMO

Fear of Missing Out (FOMO) merupakan istilah crypto  yang memperlihatkan bagaimana investor melakukan keputusan investasi yang dipengaruhi oleh euforia pasar. Disini diperlihatkan bahwa investor memutuskan sesuatu dalam portofolio investasinya berdasarkan emosi.

Secara bebas dapat diartikan bahwa FOMO adalah perasaan takut tertiinggal keuntungan. Misalnya, ketika melihat pasar sedang bullish dan seorang investor FOMO akan langsung masuk dan membeli aset kripto dengan kenaikan paling tinggi tanpa berpikir panjang.

Padahal, tanpa disadari, pola pergerakan aset kripto tersebut sudah berada di puncak. Investor FOMO akan dengan mudah masuk perangkat pump & dump. Bahkan seorang yang FOMO rela menjual aset kripto lain yang dimilikinya, hanya karena takut kehilangan keuntungan dari aset kripto yang belum dipelajari bagaimana prospek dan juga latar belakangnya.

FOMO akan berbahaya bagi swing trader. Karena artinya seorang hanya akan melihat dan mengikuti bagaimana pasar bergerak, bukan berdasarkan keputusan logis.

Istilah Crypto #10: Rug Pull

Rug Pull NeoNexus
foto: ilusrasi rug pull

Rug pull adalah istilah crypto  yang merujuk pada tindakan penipuan yang terjadi dalam ekosistem decentralized finance (DeFi).  Disini, pengembang jahat akan mencoba memperkenalkan proyek palsunya dengan menjanjikan banyak hal kepada investor

Mulai dari ekosistem palsu yang saling terkoneksi, konsep gim yang menghasilkan atau play-to-earn palsu dan masih banyak lagi kebohongan yang bisa ditawarkan.

Sifat dari blockhain Ethreum (ETH) yang terbuka, memungkinkan siapapun untuk membangun proyek di dalamnya, dimanfaatkan oleh penipu untuk menciptakan proyek palsu. Tujuannya adalah untuk mengelabui investor agar tertarik dan masuk ke dalam proyek yang ditawarkan.

Ketika dana investor sudah masuk, maka pengembang”bodong” tersebut akan langsung menghilang dan menghapus semua rencana proyek, termasuk website dan juga  aset lainnya.

Setidaknya 36% dari korban kehilangan lebih dari $2,8 miliar dari rug pull pada tahun lalu. Secara total, penipuan crypto naik 81% di tahun 2021 dipimpin oleh rug pull.

Contoh Kasus Rug Pull Crypto yang Fenomenal

Salah satu dugaan rug pull terbesar adalah token squid. Token yang diluncurkan seiring dengan booming serial Squid Game di Netflix berhasil menipu banyak investor dan mendorong harga token Squid mencapai ribuan persen. Konsep yang ditawarkan adalah dengan menawarkan gim play-to-earn.

Namun ternyata investor yang sudah membeli token squid tidak bisa menjual token-token tersebut. Para pengembang diketahui telah kabur dengan membawa US$3,38 juta hasil dari penjualan token squid.

Dari harga token yang semula hampir mencapai US$3.000, ambruk dalam waktu 5 menit ke 1 sen.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

Disponsori
Disponsori