Lihat lebih banyak

Perlu Modal Berapa untuk Membuat NFT? Ini Analisisnya

8 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Baru-baru ini, berita mengenai NFT bertebaran di media sosial. Wajar saja, mengingat satu NFT bahkan bisa terjual ratusan juta hingga miliaran rupiah. Pertanyaannya, sebenarnya butuh modal berapa untuk membuat NFT?

Jika kamu baru memasuki dunia cryptocurrency, pastinya kamu tidak asing lagi dengan istilah minting NFT dan biaya transaksi crypto. Namun, kamu mungkin masih kurang familiar dengan bagaimana cara menjual NFT untuk mendapatkan keuntungan dan di mana kamu harus memulainya.

Artikel ini akan membahas lengkap mengenai besarnya modal membuat NFT dan bagaimana cara memulainya secara mudah. Yuk, langsung simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Bagaimana kondisi pasar NFT saat ini?

Pasar Industri NFT

NFT atau non-fungible token sendiri sebenarnya telah lama ada, namun pamornya baru meningkat drastis di tahun 2021 kemarin. Bahkan, total transaksi NFT sendiri telah melonjak drastis hingga 7200% dari 340 juta dolar AS di tahun 2020 ke 24,9 miliar dolar AS di tahun 2021. Rasanya tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa NFT telah merombak tren budaya dan digital di tahun 2021. 

Kamu mungkin tidak asing lagi dengan NFT “The Merge” yang dibuat oleh Pak. NFT ini adalah salah satu yang  berhasil terjual dengan harga 91,8 juta dolar AS

Dengan semakin banyaknya selebritis yang terlibat di dunia NFT, mulai bermunculan pula artis NFT serta investor NFT yang mengklaim telah berhasil memperoleh jutaan dolar dari menjual NFT semata. Berita tentang NFT terus bermuncul dan semakin banyak orang yang penasaran tentang bagaimana cara mendapatkan keuntungan dari NFT.

Atas dasar itulah, tim BeInCrypto merangkum panduan lengkap mengenai modal membuat NFT dan bagaimana cara memulainya, serta bagaimana cara melakukan minting NFT di berbagai blockchain populer yang tersedia saat ini.

Mengenal NFT minting

Pada dasarnya, NFT minting merupakan proses membuat dan mendaftarkan suatu aset NFT ke dalam blockchain. Terdengar rumit? Tidak juga, coba simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

Tiap karya maupun koleksi seni harus tercetak atau minted ke blockchain agar bisa menjadi NFT. Dengan menjadi NFT dan tersimpan di dalam blockchain, tiap karya seni atau koleksi tersebut akan dienkripsikan dengan menggunakan kode unik yang bisa menjadi tanda kepemilikan khusus untuk tiap pemegangnya. 

Selanjutnya, tiap karya atau koleksi seni tersebut akan menjadi NFT pada smart-contract blockchain seperti Ethereum, Solana, atau blockchain lain yang sesuai. 

Proses minting ini sendiri pun membutuhkan crypto wallet dan mata uang khusus dari blockchain tersebut untuk membayar biaya transaksi. 

Semua transaksi blockchain membutuhkan gas fee atau biaya gas yang nantinya akan menjadi insentif bagi jaringan tersebut untuk memverifikasi dan menambahkan transaksi ke blockchain

Sederhananya, kamu bisa membayangkan proses membuat NFT ini serupa dengan proses upload foto di situs media sosial. Bedanya, proses ini dilakukan pada sebuah karya atau koleksi seni. 

Crypto wallet yang digunakan untuk minting NFT akan menjadi ‘gerbang pembatas’ yang harus dilewati karya seni sebelum bisa mengakses blockchain. Selain itu, dompet crypto juga dapat digunakan untuk melacak tiap transaksi sekaligus memberikan akses khusus ke tiap NFT melalui alamat publik dan private key (kunci pribadi). 

Kembali ke pertanyaan awal, berapa modal membuat NFT termasuk biaya menjualnya? Jawabannya tergantung pada blockchain dan platform NFT marketplace yang kamu pilih untuk melakukan minting NFT.

Apa saja yang perlu dibayarkan saat membuat NFT?

Ilustrasi NFT

Ini yang harus kamu ingat, jenis blockchain yang kamu pilih untuk melakukan minting akan sangat mempengaruhi biaya yang harus kamu keluarkan untuk membuat NFT. 

Secara umum, terdapat tiga biaya yang berkaitan dengan proses pembuatan NFT, antara lain: 

  • Gas Fee (biaya gas): setiap operasi blockchain membutuhkan minimal satu transaksi di blockchain, yang mana proses ini membutuhkan biaya gas. 
  • Biaya Akun: besarnya biaya akun akan bergantung pada platform NFT marketplace yang kamu gunakan 
  • Biaya Listing: beberapa platform memungkinkan kamu untuk melakukan minting NFT secara gratis namun kamu tetap harus membayar sejumlah biaya untuk bisa menjual NFT kamu. 

Blockchain yang berbeda akan memiliki proses yang berbeda, yang tentunya menyebabkan biaya yang berbeda pula. Bahkan meskipun di-minting pada blockchain yang sama, biaya pembuatan satu NFT bisa berbeda dari NFT lainnya. 

Beberapa faktor yang mempengaruhi biaya pembuatan NFT adalah ukuran data, kualitas proyek, kecepatan transaksi, waktu minting, dan biaya gas. 

Biaya transaksi blockchain sendiri bergantung pada jumlah suplai dan permintaan pada jaringan. Ketika jumlah permintaan tinggi, maka biaya gas akan meningkat. Sementara itu, kreator NFT juga harus mempertimbangkan harga cryptocurrency yang relatif volatil, yang mana akan berpengaruh pula kepada harga pembuatan NFT. 

Secara umum, biaya minting NFT sendiri berkisar antara $1 hingga $500 atau bahkan bisa lebih tinggi lagi. 

Sebenarnya, jenis platform NFT sendiri pun sangat beragam dan tiap kreator NFT bisa memilih platform yang paling sesuai untuk karya seni yang ingin mereka buat dan jual. Beberapa platform NFT yang cukup banyak digunakan adalah OpenSea, Rarible dan Mintable. 

Jika kamu bertanya, “Berapa modal untuk membuat NFT di Opensea?

Jawabannya adalah tergantung, karena hari dan jam yang kamu pilih ketika melakukan minting NFT juga akan mempengaruhi biaya pembuatan NFT. Biasanya, minting NFT akan lebih mahal di hari biasa karena terdapat lebih banyak aktivitas on-chain. Oleh karena itu, pembuatan NFT ketika akhir minggu biasanya relatif lebih murah. Namun, tentunya hal ini perlu dipastikan secara langsung pada hari dan waktu yang bersangkutan.

Berapa modal yang dibutuhkan untuk membuat NFT?

Kembali ke pertanyaan utama, berapa modal untuk membuat NFT termasuk penjualannya? Secara umum sangatlah mudah untuk membuat akun di platform NFT seperti OpenSea, Rarible, atau Mintable. Tiap platform tersebut menyediakan minimal 2 jenis blockchain yang bisa kamu pilih untuk melakukan minting NFT.

Modal membuat NFT tergantung pada blockchain yang dipilih

Ilustrasi Membuat NFT

Salah satu blockchain NFT yang paling populer adalah jaringan Ethereum. Jaringan ini merupakan blockchain terprogram yang mendukung pendaftaran aset digital. Namun belakangan ini, jaringan seperti Polygon dan Solana juga cukup populer di kalangan kreator NFT. 

Meskipun begitu, kebanyakan kreator tetap lebih banyak memilih jaringan Ethereum karena jaringan ini adalah blockchain pertama yang dapat digunakan untuk NFT yang membuatnya sangat populer. 

Ethereum sendiri telah melalui berbagai update, sebut saja perubahan mekanisme konsensus jaringan dari proof-of-work (POW) menjadi proof-of-stake (PoS). Setelah update tersebut diterapkan, biaya transaksi jaringan mengalami penurunan drastis dan proses transaksi pun menjadi lebih cepat. Diperkirakan bahwa update tersebut akan selesai pada akhir 2022 mendatang. Sementara menunggu proses peralihan konsensus Ethereum rampung, kita dapat mengakali biaya gas dengan mengeceknya secara berkala, misalnya lewat situs ETH Gas Station.

Tanpa berbasa-basi lagi, simak 3 blockchain populer yang digunakan untuk minting NFT ini agar kamu bisa mengetahui berapa modal untuk membuat NFT termasuk biaya penjualannya.

Membuat NFT di blockchain Polygon

Kreator NFT bisa melakukan minting NFT pada blockchain Polygon serta menggunakan platform NFT populer OpenSea

Kabar baiknya, minting dan listing NFT pada jaringan Polygon menggunakan mekanisme lazy minting sehingga kamu bisa melakukan minting NFT secara gratis.

Namun, perlu diperhatikan bahwa platform tersebut tetap mengenakan biaya pelayanan 2,5% yang akan dipotong langsung dari harga jual NFT setelah berhasil terjual. Meskipun berada pada jaringan Polygon, harga jual NFT tetap akan menggunakan mata uang crypto Ether (ETH).

Membuat NFT di blockchain Solana

Dengan banyaknya proyek baru yang diluncurkan tiap harinya, Solana masih menjadi blockchain paling populer kedua untuk NFT setelah Ethereum. Solana sendiri sering dijadikan alternatif minting NFT karena biaya gasnya yang relatif lebih murah. 

Untuk bisa melakukan minting NFT di Solana, maka kamu harus menggunakan dompet yang mendukung jaringan Solana, contohnya Phantom. Beberapa platform NFT populer yang dapat digunakan untuk minting NFT di Solana adalah SolSea, SolanaArt, atau Magic Eden. 

Lalu, berapa modal membuat NFT termasuk biaya penjualannya apabila menggunakan blockchain Solana? Biayanya sendiri tergolong tidak terlalu mahal karena kamu hanya perlu membayar biaya transaksi Solana pada aktivitas on-chain

Minting NFT pada blockchain Solana sendiri melibatkan tiga transaksi blockchain, yaitu dua transaksi persetujuan untuk minting dan satu transaksi untuk menentukan harga listing NFT. Dari hasil tes kami di SolSea, tiap transaksi menghabiskan biaya sekitar 0,00045 SOL. Ketika itu, harga 1 SOL sekitar 95 dolar AS, sehingga total biaya transaksi yang dibutuhkan berkisar 0,04 dolar AS. Dengan adanya tiga transaksi blockchain, biaya minting NFT di blockchain Solana bisa mencapai sekitar 0,00135 SOL.

Per Januari 2022, ketika harga SOL telah mencapai 95 dolar AS, biaya minting NFT sendiri bisa mencapai 0,12 dolar AS.

Membuat NFT di blockchain Ethereum

Sebelumnya, kami telah menyebutkan bahwa Ethereum adalah jaringan paling populer untuk minting NFT. 

Lalu, berapa modal membuat NFT termasuk penjualannya apabila kamu menggunakan blockchain Ethereum?

Dulunya, kamu mungkin harus menghabiskan sekitar 50 hingga 100 dolar AS untuk melakukan minting NFT. Seiring dengan sistem dan strategi khusus yang ditemukan oleh platform NFT, kamu bisa melakukan minting NFT pada blockchain Ethereum secara gratis.

Beberapa platform yang biasa digunakan adalah OpenSea, Rarible, atau Mintabke. Caranya pun cukup sederhana. Setelah menghubungkan crypto wallet, kamu hanya tinggal membuat NFT kamu dengan menggunakan metode minting NFT biasa maupun lazy minting. Apa perbedaan di antara kedua metode tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini.

Minting NFT biasa

Pada umumnya, minting NFT pada blockchain Ethereum sendiri menghabiskan biaya yang mahal, yang mana akan sangat tergantung pula pada hari, jam, dan harga Ether (ETH) ketika itu. Sebelumnya, kami telah melakukan tes minting NFT pada ketiga platform NFT tersebut, yang mana biaya gas bervariasi antara 0,0468 – 0,0616 ETH. Dengan harga ETH yang ketika itu berada di 2.490 dolar AS, maka biaya minting NFT berkisar antara 59 – 123 dolar AS. 

Untungnya, ada cara lain yang bisa kamu lakukan apabila kamu ingin mendaftarkan NFT kamu pada blockchain Ethereum secara lebih murah tanpa perlu membayar biaya awal minting.

Lazy minting

Dengan menggunakan metode lazy minting, kreator NFT bisa melakukan minting NFT tanpa perlu membayar biaya di muka. Alasannya adalah karena pada lazy minting, proses registrasi NFT pada blockchain tidak akan terjadi hingga NFT tersebut dibeli. 

Oleh karena itulah, harga jual dari NFT akan menutup biaya dari minting NFT tersebut. Apabila dilihat dari sisi lain, bisa dikatakan bahwa pembelilah yang akan bertanggung jawab untuk membiayai proses minting token, bukan kreator NFT itu sendiri. 

Dengan menerapkan lazy minting, pembuatan NFT bisa ditunda belakangan sehingga akan mengurangi daya komputasi yang dibutuhkan karena hanya NFT yang terjual saja yang akan di-minting

Banyak platform NFT populer yang mulai menerapkan mekanisme ini, sehingga para kreator bisa membuat NFT pada blockchain Ethereum secara gratis.

Perbandingan modal pembuatan NFT: Ethereum vs. Polygon vs. Solana

Ilustrasi NFT Marketplace

Sebenarnya, tiap platform NFT di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga keputusan pemilihan platform akan sangat tergantung pada selera kreator NFT sekaligus tujuan dari proyek bersangkutan. Oleh karena itu, tiap kreator NFT harus melakukan riset menyeluruh untuk bisa menemukan blockchain yang paling tepat untuk membuat NFT mereka. Sebagai pertimbangan, kreator NFT bisa terlebih dahulu mengecek ekosistem blockchain dan komunitas yang tersedia. 

Namun apabila dilihat dari segi biaya, sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan dari ketiga jaringan blockchain tersebut. Alasannya adalah karena kebanyakan platform NFT populer sudah menawarkan proses lazy minting untuk jaringan Ethereum dan Polygon sehingga kamu bisa membuat NFT secara gratis. Apabila kamu memiliki metode lazy minting, maka sama sekali tidak ada biaya awal atau uang muka yang harus kamu bayarkan ketika membuat NFT. Beberapa contoh platform yang menyediakan fitur ini adalah OpenSea dan Rarible. 

Namun tentunya lagi, hal ini juga bergantung pada selera dan preferensi kamu. Jika kamu lebih memilih cara klasik untuk membuat NFT pada Ethereum, maka kamu harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal. Namun apabila dilihat secara objektif, tentunya banyak orang yang lebih memilih lazy minting karena akan sangat disayangkan untuk mengeluarkan kocek hingga $100 untuk NFT yang belum tentu terjual. 

Sementara itu, minting NFT pada jaringan Solana memang belum menyediakan lazy minting sehingga tidak dapat dilakukan secara sepenuhnya gratis. Namun kamu hanya perlu membayar biaya jaringan yang nilainya kurang dari 1 dolar AS. 

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa biaya jual NFT mulai dari pembuatannya sendiri sebenarnya tidaklah mahal. Karena itulah mulai banyak bermunculan koleksi NFT baru tiap tahunnya.

Kesimpulan: modal yang diperlukan untuk membuat NFT

Modal pembuatan dan penjualan NFT tidaklah mahal atau bahkan bisa benar-benar gratis jika kamu menggunakan platform populer seperti OpenSea, Rarible atau Mintable maupun memilih metode lazy minting.

Kesimpulannya, minting NFT di berbagai blockchain populer sangatlah mudah dan murah. Pertanyaannya, apakah kamu sudah memiliki koleksi yang hendak kamu jadikan NFT?

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa modal yang diperlukan untuk membuat NFT?

Berapa biaya minting NFT?

Mengapa harga NFT bisa sangat mahal?

Apakah saya bisa menghasilkan uang dari NFT?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

Iulia-Vasile.jpg
Iulia Vasile
Iulia Vasile adalah seorang penulis konten lepas dan pakar media sosial. Iulia saat ini berkontribusi terhadap berbagai situs web terkait kripto dan blockchain, membawa pengalamannya selama bertahun-tahun dan perspektif pribadi yang unik ke dalam diskusi mengenai teknologi blockchain. Seorang lulusan teknik komputer, Iulia juga adalah pemilik dari situs perjalanan www.juliasomething.com, anggota orisinal dari tim game berbasis blockchain FootballCoin, dan menjalankan sebuah podcast yang...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori