Lihat lebih banyak

Mengenal Analisis On-Chain dan Cara Pakai untuk Trading Crypto

7 mins
Diperbarui oleh Maria Petrova
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Para trader dan investor cryptocurrency tentu sadar bahwa memantau pergerakan pasar adalah langkah penting untuk mencari potensi keuntungan dari trading crypto. Pasar crypto, tidak seperti pasar keuangan lainnya, karena memiliki data transaksi yang terbuka untuk publik. Makanya, analisis on-chain sangat berguna untuk mengawasi pergerakan pasar dan meraih profit.

Analisis on-chain mengambil data kegiatan perdagangan cryptocurrency dari buku besar publik (public ledger). Pengumpulan data ini sangat penting karena mengambil data dari blockchain yang terbuka sehingga membantu para trader membuat keputusan dalam trading kripto.

Artikel ini akan menjadi panduan untuk memahami dan menggunakan analisis on-chain untuk trading crypto.

Apa Itu Analisis On-Chain?

Analisis on-chain adalah metode analisis dengan cara membaca berbagai informasi dari buku besar publik suatu aset kripto. Metode analisis ini mengamati rincian transaksi mulai dari alamat pengiriman dan penerima, jumlah dana, alamat dompet, biaya transaksi, dan dana dalam sirkulasi untuk sejumlah walet.

Karena catatan blockchain sifatnya tetap, semua transaksi yang tersimpan dan tervalidasi dalam buku besar tidak dapat berubah atau terhapus. Selain bersifat tetap, data on-chain juga memiliki tingkat keamanan tinggi dan sangat transparan.

Analisis on-chain sedikit berbeda dengan analisis teknikal dan fundamental yang menggunakan riset pasar dan analisis harga. Sebab, on-chain analysis menggabungkan berbagai indikator dengan analisis teknikal dan fundamental untuk mendapatkan strategi trading yang terbaik.

Jadi, analisis on-chain adalah proses mengumpulkan data mengenai sebuah cryptocurrency dengan melihat riwayat transaksi, hashrate, dan rincian lainnya dalam public ledger. Metode ini juga melibatkan analisis sentimen pasar dan kepemilikan untuk menemukan proyek bagus dan populer sementara memantau pergerakan pemain besar (crypto whale).

Bagaimana Cara Kerja Analisis On-Chain?

Analisis on-chain bisa sangat membantu para trader karena bisa memberikan gambaran pasar dan kesehatan jaringan secara real time. Paling mudah adalah dengan melihat jumlah alamat aktif dan jumlah transaksi yang menggambarkan permintaan dari sebuah jaringan. Biasanya dengan jumlah alamat aktif dan transaksi meningkat tajam, harga juga ikut naik.

Analisis on-chain bekerja berdasarkan banyak metrik, yang sudah terbagi dalam tiga kelas yang menyangkut basis, status saat ini dan masa depan. Informasi ini adalah kapitalisasi pasar, status HODL, dan potensi ke depan dari sebuah aset kripto.

Total Kapitalisasi Pasar (Market Cap)

Market cap adalah total nilai aset dari sebuah cryptocurrency. Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan harga aset dengan jumlah pasokan beredar.

Pelaku pasar sudah paham bahwa secara umum yang termasuk large cap adalah aset kripto aman untuk investasi. Sementara aset yang punya kapitalisasi menengah (mid cap) gerakannya volatil tapi punya potensi untuk tumbuh. Di sisi lain, yang termasuk small cap biasanya sangat volatil dan sangat berisiko untuk menjadi aset investasi.

Status HODL

HODL wave adalah indikator on-chain yang menggambarkan sebuah tren pasar dan garis umur. Dengan indikator ini, trader dapat mengetahu berapa lama periode sebuah aset tersimpan. Contohnya, HODL wave menunjukkan warna kuning untuk 6-12 bulan dan warna ungu untuk periode di atas 10 tahun.

Makanya, indikator ini menunjukkan apakah para trader memegang aset untuk jangka pendek atau jangka panjang. Akhirnya, indikator ini mencerminkan perilaku trader dan pegerakan pasar ke depan dari sebuah aset kripto.

Prospek Aset Kripto

Karena analisis on-chain menampilkan jumlah investor yang memiliki aset kripto semakin banyak, daya tahan cryptocurrency tersebut bisa terbaca. Sama seperti menganalisa volume harga, ukuran pasar, dll. kita bisa menganalisa prospek dari sebuah aset kripto. Biasanya, berinvestasi di aset yang pergerakan harganya mirip Bitcoin terbilang aman. Indikator ini menunjukkan juga jumlah dana masuk dan keluar dari sebuah aset.

Metrik dalam Analisis On-Chain

Selain dari metrik sebelumnya, data on-chain juga memiliki sejumlah indikator untuk menganalisis jaringan blockchain. Indikator yang umum seperti hash rate, dan jumlah pasokan beredar biasanya sudah umum bagi investor kripto.

Pergerakan Harga

Data on-chain memungkinkan trader untuk mengambil keputusan trading crypto berdasarkan pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu yang tampil dalam grafik. Pergerakan harga membentuk dasar dari semua analisis on-chain, karena menggunakan pola harga dan tren untuk memprediksi pergerakan masa depan. Trader juga dapat menggunakan pergerakan harga dan grafik untuk memahami tren struktur pasar untuk mengambil strategi dan meramal arah potensi pasar.

Sejumlah alat pengukur pergerakan harga termasuk

  • Stock-to-flow ratio
    Rasio stock-to-flow (S/F) adalah perbandingan antara pasokan beredar dari sebuah cryptocurrency terhadap jumlah pasokan koin baru. Aturannya adalah nilai dari sebuah aset kripto meningkat seiring dengan rasio stock-to-flow. Hasilnya, trader bisa menggunakan alat ini untuk mengetahui nilai dari sebuah kripto berdasarkan kelangkaan pasar dan pasokan aset baru.
  • Stablecoin supply ratio (SSR)
    Pentingnya stablecoin tidak hanya menjadi aset ideal dari sebuah crypto exchange. Trader bisa selalu menukar asetnya ke stablecoin ketika pergerakan pasar tidak setabil. Di sisi lain, stablecoin berguna sebagai indikator untuk analisis on-chain. Sebuah indikator bernama Stablecoin Supply Ratio (SSR) memungkinkan trader memahami daya beli BTC terhadap stablecoin.
  • Market value to realized value (MVRV)
    Rasio MVRV (market value to realized value) adalah sebuah alat analisis on-chain untuk menggambarkan rasio dari market cap sebuah aset terhadap kapitalisasi yang terealisasi. Harga terealisasi adalah harga saat terakhir kali aset crypto berpindah, atau terkirim dari satu dompet ke dompet lain. Evaluasi terhadap MVRV dari sebuah aset kripto menunjukkan rata-rata keuntungan dan kerugian dari aset dalam peredaran. Rasio MVRV sebesar 3,7 atau lebih menunjukkan potensi titik harga pasar sudah tinggi. Sementara rasio kurang dari 1 menandai kemungkinan level terbawah di pasar.

Kekuatan Jaringan

Kekuatan jaringan blockchain bergantung pada sejumlah faktor, termasuk volume transaksi, distribusi pasokan, alamat aktif dan hash rate.

  • Volume transaksi adalah jumlah volume aset kript yang ditransfer dari wallet eksternal. Menggunakan sebuah blockchain explorer, trader bisa dengan mudah melihat volume transaksi dalam blockchain untuk menggunakannya dalam strategi trading crypto.
  • Distribusi pasokan. Trader bisa memahami pasokan mulai dari pasokan maksimum, total pasokan dan pasokan beredar dari sebuah crypto coin. Ada trader yang mempertimbangkan distribusi pasokan yang fleksibel dengan jumlah produksi koin menurun sejalan dengan waktu. Di sisi lain ada yang melihat distribusi pasokan yang tetap justru kurang menarik dalam jangka panjang. Alat ini juga menampilkan bagaimana sebuah koin kripto mengutamakan para early adopter daripada investor baru. Sehingga, bisa terlihat proyek mana yang cocok untuk menaruh dana dalam jangka panjang.
  • Alamat aktif adalah alamat blockchain yang menjadi aktifsetelah sebuah transaksi yang berhasil dalam jangka waktu tertentu. Hasilnya, alamat aktif ini bisa menjadi indikator on-chain analysis yang baik karena menunjukkan jumlah pengguna aktif dari sebuah blockchain.
  • Hashrate adalah total daya komputasi yang digunakan dalam penambangan dan verifikasi transaksi dalam jaringan dengan konsensus proof-of-work seperti Bitcoin. Data ini penting untuk mengevaluasi keamanan dan kesehatan dari jaringan blockchain secara menyeluruh. Sebab, hashrate naik seiring dengan jumlah input yang masuk untuk mencari blok baru. Hasilnya, keamanan jaringan juga meningkat. Di sisi lain, penurunan hash rate artinya kapitulasi penambang, atau banyaknya jumlah penambang yang mematikan mesin untuk periode tertentu. Ini dapat membuat keamanan jaringan melemah.
Analisis on-chain dengan kekuatan jaringan mulai dari volume transaksi hingga alamat aktif
Analisis on-chain dengan kekuatan jaringan mulai dari volume transaksi hingga alamat aktif

Beli dan Jual

Dalam trading crypto, analisis on-chain untuk beli dan jual sangatlah luas. Hal ini termasuk keuntungan dan kerugian terealisasi, valuasi pasar, serta pasokan yang rugi dan untung.

  • Keuntungan dan Kerugian Terealisasi
    Ini adalah keuntungan atau kerugian mengambang yang trader terima setelah menjual sebuah aset kripto dan menukarnya dengan uang fiat. Keuntungan dan kerugian ditentukan dengan membandingkan jumlah penghasilan sebelum dan sesudah transaksi. Bila hasilnya positif berarti keuntungan. Sebaliknya, angka negatif berarti kerugian.
  • Kapitalisasi terealisasi (Realized Cap)
    Realized capitalization adalah kapitalisasi pasar yang menilai setiap UTXO (unspent transaction output) berdasarkan perubahan harga sebelumnya, tidak seperti nilai saat ini. Hasilnya, kapitalisasi terealisasi mencerminkan valuasi riil dari semua aset yang tersedia dalam jaringan.
  • Pasokan yang Untung dan Rugi
    Jumlah pasokan uang untung dan rugi menghitung semua valuasi dari UTXO. Jumlah profit adalah jumlah nilai UTXO yang untung dengan membandingkan harga ketika dibuat dan dihapus (destroyed). Sementara jumlah kerugian adalah jumlah nilai UTXO yang rugi dengan membandingkan harga ketika dibuat dan ditutup.

Alat Analisis On-Chain Populer

Cara terbaik untuk mengambil data on-chain adalah dengan pendekatan do-it-yourself. Artinya, trader perlu menjalankan sebuah node. Dengan menjalankan node, trader bisa menyimpan dan menjaga salinan ledger sendiri. Keuntungannya, trader bisa mengambil data blockchain lebih cepat daripada mengambil data dari pihak ketiga.

Namun, seiring dengan pertumbuhan industri kripto, semakin banyak penyedia data analisis on-chain untuk trader dan investor. Biasanya, mesin berguna untuk mengenali berbagai entitas berbeda, seperti penambang dan crypto exchange.

Sejumlah penyedia analisis on-chain terbaik seperti berikut: Glassnode, Nansen dan Santiment.

Glassnode

Glassnode adalah alat analisis on-chain yang menyediakan wawasan pasar kripto melalui indikator on-chain. Berdiri sejak 2018, Glassnode berfokus pada membantu perjalanan trader crypto untuk meriset data pasar on-chain dan mendukung keputusan trading crypto.

Platform ini menawarkan sejumlah aplikasi bagi trader agar terus update dengan fluktuasi pasar. Data live dari Glassnode menawarkan sejumlah grafik dan dashboard dengan insight rinci terkait aktivitas alamat, saldo, pertumbuhan, pasokan hingga jumlah hodler.

Nansen

Platform analisis blockchain populer ini menggabungkan data on-chain dengan banyak label dompet. Melalui dashboard dan pengingat real-time, pengguna bisa mendapatkan insight pasar kripto. Nansen terkenal di kalangan trader crypto ahli yang mencari data mendalam untuk on-chain analysis. Namun, investor kripto yang masih baru juga dapat manfaat dari alat untuk belajar mengenai cryptocurrency.

Santiment

Ini adalah alat analisis pasar yang rinci dengan menyediakan data akurat, sinyal stabil, pantauan pasar yang bisa diatur sendiri, peringatan, grafik dan alat lain untuk meningkatkan pengalaman trading crypto. Santiment terkenal karena mengirimkan newsletter, ulasan dan laporan pasar rutin pada penggunanya. Tersedia banyak alat analisis untuk melihat dan membaca grafik semua koin crypto.

Masih ada beberapa platform analisis on-chain terbaik lainnya yang bisa menjadi rujukan bagi para trader kripto.

Kesimpulan

Dalam melakukan analisis on-chain, trader bisa menggunakan berbagai indikator dan metrik. Agar pengamatan lebih baik, trader juga perlu memahami analisis teknikal. Analisis on-chain tidak hanya membantu trader tetapi juga investor jangka panjang yang ingin beli di harga murah dan menjual di harga tinggi. Data on-chain tidak hanya melihat pergerakan harga saja, tetapi juga perilaku dan psikologi pasar.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu on chain analysis?

Apa beda on-chain dan off-chain?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori