Lihat lebih banyak

Apa Beda Kriptografi vs. Cryptocurrency

5 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Kriptografi dan cryptocurrency. Dua kata ini mirip ketika diucapkan, meskipun perbedaannya sangatlah jauh. Kriptografi adalah awal dari cryptocurrency, dan telah ada jauh sebelum industri tersebut diperkenalkan. Lebih tepatnya, hal itu adalah ilmu pengetahuan yang menjadi dasar dari industri cryptocurrency

Sementara cryptocurrency sendiri adalah salah satu ‘produk turunan’ dari ilmu yang digunakan di banyak bidang ini. Mari kita simak penjelasan secara lebih lengkapnya, terkait perbedaan antara cryptography dan cryptocurrency.

Apa Itu Kriptografi?

Kriptografi adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani kryptós, yang berarti “tersembunyi, rahasia”; dan graphein, “menulis”. Lebih jelasnya, kriptografi adalah keahlian dan ilmu dari cara-cara untuk berkomunikasi secara aman dan rahasia, terkait kehadiran pihak ketiga.

Secara umum, cryptography adalah proses menulis atau menyampaikan pesan secara rahasia dan tersembunyi. Fungsi utamanya adalah untuk melindungi atau menjaga kerahasiaan data-data penting dari orang yang tidak berhak mengetahuinya. Proses menjaga kerahasiaan data ini dijalankan dengan algoritma cryptography yang menyembunyikan data dengan sistem kunci, enkripsi dan dekripsi.

Banyak orang yang menganggap cryptography saat ini adalah sinonim dari “enkripsi”, yang merupakan konversi dari kalimat-kalimat yang dapat dibaca menjadi kelihatan tidak masuk akal. Pembuat dari pesan enkripsi menggunakan teknik pemecahan sandi yang dibutuhkan untuk mengembalikan informasi asli, hanya dengan penerima yang diinginkan. Hal itu dapat mencegah orang yang tidak diinginkan melakukan hal yang sama dan membaca pesan.

Sejak Perang Dunia I dan kedatangan komputer, metode yang digunakan untuk mengelola pesan rahasia ini telah meningkat secara kompleks dan pengaplikasiannya telah tersebar luar. Teori matematis dan aplikasi komputer menjadi dasar dari kriptografi modern; semakin rumit komputasi yang mendesain algoritma kriptografi, algoritma ini menjadi sulit dipecahkan oleh musuh. 

Kriptografi modern terjadi karena terdapat titik temu antara disiplin ilmu matematika, ilmu komputer, dan teknik elektro. Secara teoritis, sangat sulit memecahkan sistem cryptography, tetapi tidak layak melakukannya dengan cara-cara praktis.

Contoh Kriptografi

Dari sisi sejarah, bangsa Mesir telah mulai menggunakan contoh kriptografi sekitar 4.000 abad yang lalu. Mereka menggunakan kriptografi untuk mengirim pesan kepada pasukan yang sedang berada di medan perang. Tujuan utamanya sederhana, yaitu agar musuh tidak dapat mengetahui pesan yang dikirimkan apabila pembawa pesan yang bersangkutan ditangkap sekalipun.

Tak hanya Mesir, bangsa Yunani juga menggunakan contoh kriptografi pada masa kejayaannya sekitar tahun 400 SM. Alat untuk membuat pesan tersembunyi di masa peradaban Yunani dinamakan scytale. Bentuk dari scytale sendiri adalah batangan silinder yang memiliki kombinasi 18 huruf.

Pada masa kepemimpinan Julius Caesar dari Kerajaan Romawi, contoh kriptografi digunakan dalam berkomunikasi demi stabilitas kerajaan. Substitusi sandi pada awalnya disebut sandi Caesar, yaitu setiap kata pada teks diganti dengan huruf dari jumlah tetap pada posisi di alfabet. Laporan sejarah menyebutkan Julius Caesar menggunakannya untuk berkomunikasi dengan jenderal-jenderalnya.

Salah satu contoh kriptografi klasik yang lain adalah shift cipher. Cara kerjanya pun cukup sederhana, tiap kata dalam pesan diubah menjadi angka tetap yang mewakilkan posisi huruf tersebut dalam urutan alfabet. Selanjutnya, tiap angka tersebut dijumlahkan dengan nilai kunci enkripsi.

Di masa modern, contoh kriptografi banyak terdapat di berbagai hal. Salah satunya adalah kriptografi kunci-simetris merujuk pada metode enkripsi, yang di dalamnya kedua pengirim dan penerima membagi kunci yang sama.

Contoh kriptografi modern yang lebih detail adalah International Data Encryption Algorithm, digunakan pada beberapa versi PGP (Pretty Good Privacy) untuk enkripsi tingkat tinggi, seperti e-mail. Adapun dari semua contoh kriptografi tersebut, seluruhnya mempunyai tujuan yang sama, yaitu keamanan sistem.

Penggunaan kriptografi dalam pembuatan blockchain dan cryptocurrency bertujuan untuk keamanan data

Apa Itu Cryptocurrency?

Cryptocurrency atau mata uang kripto adalah aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol penciptaan unit tambahan, dan memverifikasi transfer aset.

Nama cryptocurrency berasal dari dua istilah yaitu cryptography dan currency. Seperti dijelaskan sebelumnya, cryptography adalah ilmu dari cara-cara untuk berkomunikasi secara aman dan rahasia, sementara currency berarti mata uang. Ada bermacam cryptocurrency, termasuk Bitcoin, Ethereum, Litecoin, Ripple, Stellar, Dogecoin, Cardano, dan Tron.

Peredaran cryptocurrency tidak dikendalikan oleh hanya satu lembaga bank atau perusahaan tertentu, tetapi dengan server yang terpencar. Artinya, sifat cryptocurrency adalah desentralisasi atau berarti tidak ada satu pun pihak yang menjadi perantara saat transaksi. 

Cryptocurrency juga tidak memiliki bentuk fisik seperti uang kertas biasa dan letaknya ada di internet. Mata uang kripto juga disimpan dalam jaringan blockchain.

Perbedaan Mendasar Kriptografi dan Cryptocurrency

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, perbedaan mendasar antara cryptography dan cryptocurrency adalah dari definisinya itu sendiri. Cryptography adalah ilmunya, sementara cryptocurrency adalah produk yang menggunakan ilmu kriptografi tersebut.

Kriptografi adalah proses menulis atau menyampaikan pesan secara rahasia dan tersembunyi. Sementara cryptocurrency adalah aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran menggunakan kriptografi.

Bagaimana Membuat Cryptocurrency

Semua kripto pada dasarnya adalah aset digital yang terdesentralisasi. Untuk membuat sebuah mata uang kripto, developer perlu membangun blockchain. Berikut rangkuman bagaimana membuat sebuah aset kripto atau cryptocurrency.

  1. Putuskan Mekanisme Konsensus
    Mekanisme konsensus (consensus mechanism) adalah protokol yang memutuskan apakah sebuah jaringan akan melakukan sebuah transaksi atau tidak. Semua nodes harus mengkonfirmasi transaksi agar bisa dilanjutkan.
  2. Memilih Blockchain
    Koin atau mata uang kripto butuh tempat untuk berjalan, yaitu blockchain. Makanya sangat penting untuk memilih blockchain yang cocok, tergantung level kemampuan teknis, kenyamanan dan tujuan proyek.
  3. Buat Node
    Node adalah tulang punggung teknologi buku besar terdistribusi (DLT), termasuk blockchain. Sebagai pencipta cryptocurrency, developer harus menentukan bagaimana node akan berfungsi.
  4. Bangun Arsitektur Blockchain
    Sebelum meluncurkan koin, pengembang harus yakin 100% tentang semua fungsi blockchain dan desain node-nya. Setelah mainnet diluncurkan, tidak ada jalan untuk kembali, dan banyak hal tidak dapat diubah.
  5. Integrasikan API
    Tidak semua platform menyediakan antarmuka pemrograman aplikasi (API). Memastikan bahwa cryptocurrency yang baru memiliki API dapat membantu membuatnya menonjol dan meningkatkan adopsi.
  6. Rancang Antarmuka
    Tidak ada gunanya membuat cryptocurrency jika orang merasa sulit untuk menggunakannya. Server web dan server protokol transfer file (FTP) harus mutakhir dan pemrograman di bagian depan dan belakang harus dilakukan dengan mempertimbangkan pembaruan pengembang di masa mendatang.
  7. Legalitas Kripto
    Tiap negara atau wilayah memiliki meneliti undang-undang dan peraturan seputar penawaran koin perdana atau initial coin offering (ICO). Pengacara dengan keahlian di bidang tersebut bisa membantu memandu melalui langkah ini.

Kesimpulan: Apa Beda Kriptografi dan Cryptocurrency?

Kriptografi adalah proses menulis pesan atau menyampaikan pesan secara rahasia dengan tujuan melindungi data penting dari orang yang tidak berhak. Cryptocurrency adalah produk atau aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran menggunakan kriptografi. Cryptography adalah ilmunya dan cryptocurrency adalah produknya. 

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu kriptografi?

Apa itu cryptocurrency?

Bagaimana kriptografi bekerja melindungi data?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori