Lihat lebih banyak

Mengenal Arbitrum dan Potensinya Pasca Airdrop Token ARB Gratis

6 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Arbitrum adalah proyek layer 2 Ethereum yang bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringan Ethereum. Dengan menggunakan teknologi optimistic rollup, Arbitrum dapat memproses transaksi dengan biaya yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi daripada menggunakan jaringan Ethereum asli. Proyek L2 Ethereum ini menjadi populer akhir-akhir ini karena membagikan token gratis dalam airdrop ARB untuk pengguna awalnya.

Pertanyaannya, apakah token ARB ini memiliki ekosistem yang kuat dan berpotensi bahkan setelah meluncur? Berikut ulasannya.

Ingin mendapatkan ulasan menarik terkait proyek blockchain terbaru? Bergabunglah dengan Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram: baca ulasan dan proyek blockchain, tanyakan dan dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari trader PRO. Gabung sekarang!

Apa Itu Arbitrum?

Arbitrum adalah solusi skalabilitas Layer 2 (L2) Ethereum. Proyek ini menggunakan optimistic rollups untuk mencapai tujuannya dalam meningkatkan kecepatan, skalabilitas, dan efisiensi biaya di Ethereum. Arbitrum mendapat manfaat dari keamanan dan kompatibilitas Ethereum. Manfaat lainnya adalah throughput yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah dibandingkan Ethereum. Hal itu dimungkinkan berkat memindahkan sebagian besar beban komputasi dan penyimpanan ke off-chain.

Selain itu, proyek ini juga menawarkan pengalaman pengembangan yang lebih mudah dengan mendukung smart contract Solidity yang sama dengan Ethereum. Hal ini memungkinkan pengembang untuk dengan mudah memindahkan aplikasi mereka ke Arbitrum tanpa harus mempelajari bahasa pemrograman baru.

Siapa Pendiri Arbitrum?

Pengembang Arbitrum adalah Offchain Labs, sebuah perusahaan pengembangan yang berbasis di New York. Pendiri Offchain Labs adalah Ed Felten, Steven Goldfeder, dan Harry Kalodner. Mereka mantan peneliti Universitas Princeton dengan pengalaman dalam ilmu komputer, kriptografi, dan blockchain.

  • Ed Felten adalah profesor ilmu komputer di Princeton dan pernah menjabat sebagai Deputi CTO Presiden Obama. Dia adalah salah satu pendiri dan Chief Scientist Offchain Labs.
  • Steven Goldfeder adalah ilmuwan komputer dan pengusaha yang meraih gelar Ph.D. dari Princeton. Ia juga adalah salah satu pendiri dan CEO Offchain Labs.
  • Harry Kalodner adalah ilmuwan komputer dan kandidat Ph.D. di Princeton. Ia juga adalah salah satu pendiri dan CTO Offchain Labs.

Pada tahun 2021, Offchain Labs mengumumkan telah berhasil mengumpulkan $120 juta dalam pendanaan Seri B terbaru mereka. Investor yang memimpin pendanaan itu adalah Lightspeed Venture Partners, dengan valuasi sebesar $1,2 miliar. Investor terkemuka lainnya termasuk Polychain Capital, Pantera Capital, Mark Cuban, dan lain-lain.

Token ARB

Token native Arbitrum bernama ARB yang memiliki standar ERC-20 dan fungsinya adalah untuk tata kelola (governance). ARB token sekaligus membuat Arbitrum menerapkan decentralized autonomous organization (DAO). Artinya, pemegang ARB dapat memilih pada proposal yang mempengaruhi fitur, peningkatan protokol, alokasi dana, dan pemilihan Dewan Keamanan (Security Council).

Roadmap Arbitrum

Jaringan Arbitrum memiliki dua mainnet yang berbeda dan satu testnet, berbeda dengan blockchain lain yang hanya memiliki satu mainnet. Arbitrum One adalah mainnet pertama, sementara Nova adalah yang kedua. Tim Offchain Labs memperkenalkan Nitro tech stack pada akhir 2022.

Arbitrum memiliki roadmap yang ambisius untuk 2023, yang meliputi:

  • Peluncuran solusi layer-tiga mereka sendiri yang bernama Orbit;
  • Memungkinkan pengembang untuk meluncurkan program yang ditulis dalam bahasa pemrograman populer seperti Rust, C++, dan lainnya menggunakan Stylus;
  • Memperluas validator set mereka untuk termasuk lebih banyak validator institusional independen;
  • Memindahkan protokol mereka ke layer dua dengan Arbitrum One.

Cara Kerja

Arbitrum menggunakan optimistic rollups untuk meningkatkan efisiensi dan skalabilitas di jaringan Ethereum. Rollup adalah salah satu solusi penskalaan di jaringan Ethereum yang memindahkan sebagian besar beban komputasi dan penyimpanan ke off-chain. Sehingga, memungkinkan jaringan untuk memproses lebih banyak transaksi dengan biaya yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi.

Sifat optimistic menunjukkan bahwa semua transaksi yang berjalan asumsinya adalah benar dan valid. Node mendapat insentif untuk hanya mengirimkan transaksi yang valid. Validitas dari sebuah transaksi dapat menerima gugatan dalam periode tujuh hari.

Dalam optimistic rollup, semua transaksi berbentuk gulungan (bundle) di dalam rollup dan berjalan secara off-chain. Setelah eksekusi semua transaksi selesai, pencatatan hasilnya terjadi dalam sebuah batch yang bernama “commitment“. Commitment kemudian dikirim ke smart contract di jaringan Ethereum, yang memverifikasi hasilnya dan menjamin keamanannya.

Optimistic rollup memungkinkan Arbitrum untuk mencapai throughput yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah daripada jaringan Ethereum asli. Selain itu, ini juga mendukung smart contract Solidity yang sama dengan Ethereum, sehingga pengembang dapat dengan mudah memindahkan aplikasi mereka ke Arbitrum tanpa harus mempelajari bahasa pemrograman baru.

Arbitrum di Layer 2 Ethereum menggunakan optimistic rollup

Fitur Unik Arbitrum

Dengan menggunakan teknologi optimistic rollups, Arbitrum mengklaim memiliki fitur-fitur unik, yaitu:

1. Kompatibilitas

Mendukung kontrak EVM dan transaksi yang tidak dimodifikasi, sehingga semua DApp Ethereum yang ada dapat berjalan di Arbitrum tanpa perubahan kode.

2. Skalabilitas

Dapat menangani ribuan transaksi per detik dengan biaya rendah dan finalitas yang cepat, sambil mempertahankan jaminan keamanan Ethereum.

3. Fleksibilitas

Memungkinkan pengembang untuk menyebarkan program yang ditulis dalam bahasa pemrograman populer seperti Rust, C++, dan lainnya menggunakan Stylus, fitur kesetaraan EVM+ yang akan datang.

4. Desentralisasi

Tidak bergantung pada operator atau sequencer terpusat mana pun untuk memesan transaksi. Sebaliknya, ia menggunakan jaringan validator yang terdesentralisasi yang mempertaruhkan token ARB dan memperoleh biaya untuk mengamankan jaringan.

Arbitrum juga memiliki ekosistem DApp, dompet, alat, dan mitra yang beragam sehingga menjadikannya salah satu solusi penskalaan terkemuka untuk Ethereum.

Risiko Arbitrum

Solusi penskalaan dengan Arbitrum memang membawa banyak manfaat. Namun, sifat optimistic juga mendatangkan risiko. Berikut sejumlah risiko dari Arbitrum:

1. Challenge period

Desain optimistic rollups melibatkan challenge period yang dapat mencapai tujuh hari. Periode untuk mengajukan gugatan ini berlaku ketika muncul transaksi yang terduga tidak benar. Challenge period ini berlaku untuk memberikan banyak kesempatan memeriksa bahwa semua blok adalah transaksi yang sudah benar. Dengan demikian, para pengguna yang ingin menarik token mereka dari Arbitrum, harus menunggu selama tujuh hari tersebut.

2. Validator belum terdesentralisasi

Validator dalam proyek ini belum sepenuhnya terdesentralisasi. Arbitrum menggunakan permissioned validators dan baru-baru ini mengumumkan perluasan set validator dengan banyaknya organisasi yang bergabung dalam jaringannya.

Validator atau organisasi yang tergabung dalam mengamankan Arbitrum chain adalah Consensys, Ethereum Foundation, L2BEAT, Mycelium, Offchain Labs, P2P, Quicknode, DLRC, dan Unit410.

3. Risiko dana hilang

Pencurian dana dapat terjadi jika tidak ada satu pun dari validator yang memeriksa status yang sudah terpublikasi. Fraud proofs (klaim atas dugaan transaksi yang tidak valid) mengasumsikan setidaknya ada satu validator yang jujur dan mampu menerima peningkatan kode berbahaya. Selain itu, dana dapat hilang jika ada kesalahan dalam implementasi one-stop Nitro dan WASM yang sangat kompleks.

Airdrop Token ARB

Pada tanggal 16 Maret 2023, Arbitrum mengumumkan airdrop ARB yang sangat menggiurkan. Distribusi token gratis dalam airdrop adalah untuk pengguna awal dan DAO yang membangun di jaringan layer 2 ini. Besaran airdrop mencapai 12,75% dari total pasokan token ARB.

Mereka yang layak akan menerima hadiah token ARB gratis berdasarkan sistem poin tergantung pada interaksi mereka dengan jaringan Arbitrum hingga tanggal 1 Maret 2023. Pembagian token airdrop ARB secara resmi akan berlangsung pada tanggal 23 Maret 2023.

Sementara itu, airdrop untuk pengguna dan DAO akan tersedia dalam seminggu. Namun, alokasi token investor dan tim harus terkunci selama 4 tahun, dengan pembukaan kunci pertama terjadi dalam satu tahun dan pembukaan kunci bulanan untuk tiga tahun berikutnya.

Besaran airdrop token ARB mencapai 12,75% dari total pasokan

Potensi Token ARB dan Ekosistem Arbitrum

Arbitrum memiliki ekosistem DApp, wallet, alat, dan mitra yang beragam sehingga menjadikannya salah satu solusi penskalaan terkemuka untuk Ethereum.

Beberapa protokol yang tersedia di jaringan termasuk: GMX (GMX), Treasure (MAGIC), Camelot (GRAIL), Radiant Capital (RDNT), Vela Exchange (VELA), ZyberSwap (ZYB), Dopex (DPX), PlutusDAO (PLS), TridentDAO (PSI), Jones DAO (JONES) dan lainnya.

Pertumbuhan ekosistem Arbitrum dapat terlihat dari metrik total nilai yang terkunci (TVL). Menurut DeFiLlama, TVL Arbitrum mencapai puncak sebesar $3,2 miliar pada November 2021 dan saat ini berada di sekitar $1,85 miliar per tulisan ini. Hal ini menjadikannya TVL tertinggi di antara semua ekosistem Layer 2 lainnya.

Total Value Locked dari ARB Token, sumber: DefiLlama

Cara Memiliki Token ARB

Sejumlah crypto exchange seperti Binance, Bybit, BitMEX, Poloniex, OKX, KuCoin telah mengumumkan akan mendaftarkan (listing) token ARB dalam platform mereka. Sebagai catatan, airdrop token ARB baru akan meluncur mulai 23 Maret 2023.

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, Arbitrum adalah proyek yang menjanjikan untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringan Ethereum. Dengan teknologi optimistic rollup yang inovatif dan pengalaman pengembangan yang mudah, proyek Layer 2 ini dapat menjadi pilihan yang menarik bagi pengembang dan pengguna Ethereum. Selain itu, dengan adanya airdrop token ARB, pengguna dapat mencoba jaringan Arbitrum tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Meskipun demikian, ada risiko terkait optimistic rollup yang menjadi teknologi utama dari Arbitrum. Selalu riset dahulu sebelum mempertimbangkan untuk berinvestasi di proyek dan token cryptocurrency terbaru.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu arbitrum token?

Di mana bisa membeli arbitrum token?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori