Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Inflasi dengan Cryptocurrency?

6 Agustus 2022, 22:32 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
7 Agustus 2022, 01:34 WIB

Mayoritas orang yang memahami segala hal tentang ekonomi pastinya sudah pernah mendengar kata inflasi. Biasanya istilah ini dianggap negatif, dan sebagian besar dari kita juga sepertinya tahu bahwa inflasi berarti berkurangnya daya beli untuk suatu mata uang. Namun, apa sebenarnya inflasi itu, dan bagaimanakah cryptocurrency bisa berperan sebagai lindung nilai (hedge) terhadapnya? Nah, Be[In]Crypto telah membuat panduan praktis untuk menjelaskan mengapa inflasi terjadi dan bagaimana aset digital berperan dalam kondisi krisis tersebut.

Apa yang Dimaksud dengan Inflasi?

Hakikatnya, inflasi mengacu pada suatu kondisi kenaikan harga barang dan jasa yang berbanding lurus dengan penurunan daya beli terhadap suatu mata uang. Meskipun ada tiga jenis inflasi yang unik, semuanya memiliki suatu kesamaan dan mengarah pada kenaikan harga secara bertahap dari waktu ke waktu. Ketiga jenis inflasi tersebut adalah Inflasi Permintaan (Demand–Pull Inflation), Inflasi Desakan Biaya (Cost–Push Inflation), dan Inflasi Bawaan (Built–In Inflation). Mari kita bongkar definisi dari ketiganya.

Ilustrasi "Bagaimana Melindungi Diri dari Inflasi dengan Cryptocurrency?"

Inflasi Permintaan (Demand–Pull Inflation)

Pada jenis inflasi ini, keseimbangan antara penawaran moneter dan permintaan barang dan jasa menjadi tidak seimbang. Jelasnya, keadaan ini terjadi ketika permintaan komoditas meningkat lebih cepat daripada kemampuan suatu negara untuk mengimpor atau menghasilkan produk. Hal ini akan menyebabkan kenaikan harga produk-produk tersebut. Artinya, daya beli uang konsumen saat ini telah menyusut. Kebalikan dari kondisi ini dengan efek yang sama adalah ketika pemerintah mencetak uang lebih cepat daripada permintaan ekonomi negara. Peningkatan jumlah uang beredar tanpa diikuti peningkatan produksi yang sesuai berarti bahwa setiap unit mata uang sekarang menjadi kurang berharga. Hal itu pastinya akan menurunkan daya beli masyarakat.

Hong Kong

Inflasi Desakan Biaya (Cost–Push Inflation)

Dalam kategori ini, kita melihat harga-harga naik karena biaya pokok komoditas telah meningkat. Katakanlah biaya kayu meningkat karena satu dan lain alasan. Akibatnya, biaya produk apa pun yang terbuat dari kayu akan naik, karena perusahaan sangat jarang mampu dan mau menanggung kerugian yang ditimbulkan. Parahnya lagi adalah jika perusahaan malah meneruskannya ke konsumen. Sekali lagi, itu menyebabkan daya beli umum dari satu unit uang tunai telah jatuh. Akan berbeda halnya, jika komoditas yang mendasarinya adalah komoditas seperti minyak. Bentuk inflasi ini cenderung tidak menyerang semua bidang ekonomi pada saat yang bersamaan. Harga minyak berdampak pada harga sebagian besar barang lainnya karena harga minyak yang lebih tinggi memerlukan biaya bahan bakar yang lebih besar pula. Kondisi tersebut akhirnya juga memengaruhi barang apa pun yang dikirim hampir ke mana saja, yang mencakup hampir semua hal.

Ilustrasi "Bagaimana Melindungi Diri dari Inflasi dengan Cryptocurrency?"

Inflasi Bawaan (Built–In Inflation)

Pada model ini, sebuah negara memperhitungkan inflasi yang tak terhindarkan dan melawannya dengan kenaikan upah yang didukung oleh kenaikan produksi. Jika berhasil, maka keseimbangan dasar dapat dicapai dan tetap bisa menjaga kualitas hidup untuk sebagian besar orang. Namun, apabila tidak seimbang, maka kesenjangan harga-upah dapat terjadi. Dalam skenario ini, kenaikan upah kemudian melanggengkan peningkatan permintaan barang, karena konsumen memiliki pendapatan lebih. Di saat yang sama, biaya tambahan untuk bisnis yang menaikkan upah kemudian diteruskan ke kenaikan harga barang. Saat gilirannya, kondisi itu akan menciptakan permintaan lanjutan untuk upah yang lebih tinggi. Jika tidak dipenuhi, keadaan ini dapat menyebabkan hiperinflasi, yang mana daya beli rata-rata mata uang turun menjadi 50% atau lebih dalam satu bulan. Contoh yang jelas dan baru-baru ini terjadi di Venezuela, di mana inflasi telah meningkat sebesar 53.798.500% antara tahun 2016 dan 2019.

bitcoin venezuela maduro

Bagaimana Peran Cryptocurrency untuk Menyelamatkan Inflasi?

Seperti yang sudah dijelaskan, inflasi yang dikelola dengan baik tidak selalu menjadi hal yang buruk. Namun, di banyak negara, karena berbagai alasan, kesulitan untuk menemukan keseimbangan yang tepat. Warga memang memiliki banyak pilihan untuk melakukan lindung nilai terhadap kondisi ini, sebagian besar dalam bentuk saham, logam mulia, atau investasi lainnya. Secara umum, kondisi ini cenderung mempertahankan nilai bahkan ketika daya beli mata uang tertentu turun. Investor kemudian dapat menunggu mata uang tersebut untuk kembali stabil atau mentransfer aliran dana ke mata uang yang berbeda.

Cryptocurrency

Cryptocurrency memiliki potensi untuk unggul di bidang ini. Meskipun setiap aset digital itu unik, uang apa pun dengan persediaan tetap, seperti Bitcoin, hanya bisa mengalami deflasi atau bersifat ‘deflationary.’ Ini karena fakta bahwa hanya akan ada 21 juta BTC yang akan pernah ditambang, dan beberapa akan hilang setiap harinya. Akibatnya, pasokan dirancang untuk meningkat dalam hal nilainya karena semakin langka. Proyek-proyek lain memiliki batas pasokan tetap, dan sementara permintaan untuk crypto tertentu tidak pasti, alasan yang sama berlaku: jika ada permintaan untuk crypto tersebut, maka nilainya akan menjadi lebih berharga karena pasokannya berkurang.

Namun, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan semua orang sebelum menginvestasikan semua uang fiat mereka dalam aset digital tanpa berpikir panjang. Salah satunya adalah bahwa konsep deflasi terbatas pada proyek-proyek dengan kendala pasokan total. Mekanisme generasi terbuka apa pun yang tidak tertutup, seperti Ethereum, akan berperilaku lebih seperti mata uang fiat. Keadaan tersebut bukan menunjukkan bahwa aset itu tidak berharga; sebaliknya, untuk menjaga inflasi tetap terkendali, harus ada pemeriksaan dan keseimbangan dalam pembuatan koin baru.

BIC_crypto_insurance_imbalance_market_cap

Aspek lain yang layak disebutkan adalah bahwa ketika Bitcoin memiliki keunggulan menarik dibandingkan sistem moneter tradisional, faktanya Bitcoin masih merupakan teknologi yang terbilang muda dan berkembang. Meskipun ada potensi luar biasa di dalam aset ini, belum ada cryptocurrency yang menunjukkan bahwa ia dapat menggantikan uang fiat dengan benar dan beroperasi sebagai alat transfer nilai dalam aktivitas sehari-hari. Karena banyaknya ide unik di lapangan, hampir dapat dipastikan tidak semuanya akan berhasil serta mengalami peningkatan permintaan dan harga. Bahkan, Bitcoin, raja aset kripto saat ini, belum dapat menjamin secara akurat adopsi global dalam lima, sepuluh, atau dua puluh tahun ke depan. Pada tahun 2050, selalu ada kemungkinan bahwa beberapa proyek yang mungkin belum ada sekarang, akan menjadi mata uang dunia di masa depan. Semua ini adalah tentang spekulasi, tetapi memang begitulah adanya. Di saat banyak aset digital berbondong-bondong menawarkan tujuan mereka untuk senantiasa meningkat dalam hal nilai, nyatanya itu tidak bisa menjadi jaminan kuat saat ini.

Kesimpulan

Cryptocurrency tercipta dari keinginan untuk melahirkan sistem keuangan baru yang revolusioner, dan ide itu kemungkinan besar akan terwujud. Sementara itu, ada banyak pilihan aset yang dapat kita digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi fiat. Karena itu, setiap investor perlu melakukan riset menyeluruh (DYOR) terlebih dahulu dan membuat keputusannya sendiri. Ketika banyak yang menemukan bahwa investasi ini menawarkan keuntungan besar dan mengungguli mata uang nasional, masa depan cryptocurrency masih belum bisa diprediksi secara akurat. Tidak satu orang pun analis yang bisa meramal berapa nilai Bitcoin dalam 20 tahun mendatang.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.