Berkenalan dengan Analisis Teknikal dalam Kripto, Apa Manfaatnya?

Bagikan Artikel

Analisis Teknikal dan Analisis Fundamental adalah dua istilah yang sering kali muncul di dunia investasi dan perdagangan cryptocurrency. Analisis Teknikal (TA) merupakan seperangkat alat bagi trader harian dan swing trader yang ingin mencari keuntungan di setiap pergerakan pasar. Aturan pada Analisis Teknikal memang akan sedikit membingungkan pada bagian awalnya. Namun, jangan khawatir, karena kami telah menyiapkan panduan simpel bagi para pemula yang bisa kamu pelajari. Teknik analisis ini akan sangat bermanfaat bagi trader yang ingin belajar memahami grafik, tren, reversal, indikator, dan masih banyak lagi.

Meskipun akan terlalu banyak yang harus dijelaskan ke dalam satu artikel, di sini kami akan memaparkan beberapa alat yang paling umum digunakan oleh para Analis Teknikal, baik di pasar tradisional maupun pasar cryptocurrency.

Faktanya, karena Analisis Teknikal lebih merupakan sebuah ukuran psikologi di balik suatu sistem, maka Analisis Teknikal dapat diterapkan pada pasar apa pun yang memiliki data historis yang memadai. Data ini umumnya diwakili oleh grafik, dan aspek ini merupakan titik awal yang bagus untuk mulai mempelajari teknik ini.

Grafik

Sebagian dari kamu yang membaca artikel ini, setidaknya pernah melihat grafik pasar sebelumnya. Tetapi, penting bagimu untuk membiasakan diri dengan aspek yang paling penting terlebih dahulu. Tidak semua grafik akan terlihat sama, tetapi beberapa elemen yang harus selalu ada, meliputi: (1) simbol aset dan kerangka waktu (time frame), (2) tab untuk indikator, (3) sumbu harga dan tanggal, dan (4) toolbar.

Grafik dalam Analisis Teknikal

Meskipun elemen-elemen ini seharusnya cukup mudah, penting bagi kamu untuk mengetahui di mana mereka berada dan bagaimana mereka bekerja.

Simbol aset hanyalah singkatan untuk pasar apa pun yang diwakili. Contohnya BTC untuk Bitcoin, ETH untuk Ethereum, GOOG untuk saham Alphabet Inc., dan seterusnya.

Kerangka waktu atau time frame adalah unit waktu yang dipecah menjadi grafik. Misalnya, dalam grafik yang menggunakan time frame 1 Hari, artinya setiap batang mewakili satu hari. Dengan mengubah skala waktu, trader bisa mendapatkan resolusi yang lebih tinggi atau lebih rendah pada price action, serta dapat mengungkapkan pola yang berbeda pula.

Selanjutnya, kita memiliki tab indikator, yang akan kita bahas lebih dalam di bawah ini. Indikator pada dasarnya adalah algoritma yang menampilkan data pasar dengan cara yang berbeda untuk mencoba dan menemukan lebih banyak informasi tentang tren. Di kanan dan bawah (biasanya) kamu pasti akan menemukan sumbu harga dan tanggal, masing-masing, yang seharusnya sudah cukup jelas.

Terakhir, kamu akan menemukan ada beberapa bentuk toolbar. Toolbar pada dasarnya memiliki berbagai alat garis, gambar, pelabelan dan overlay yang dapat membantu trader menandai/mengukur tren dengan jelas. Ini tidak hanya membantu individu menjaga analisis mereka tetap teratur, tetapi juga penting dalam berbagi grafik dengan orang lain, untuk memudahkan mengomunikasikan apa yang kamu amati dalam price action.

Meskipun beberapa hal yang disebutkan tadi adalah beberapa elemen dasar, sebagian besar grafik akan memiliki sejumlah pengaturan dan fitur tambahan lainnya yang juga perlu dipahami oleh trader. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan hasil prediksi yang lebih akurat dan maksimal dari platform pilihannya. Semua penjelasan tentang elemen grafik ini tentu saja tidak akan relevan, jika kita tidak menjelaskan satu hal yang coba kita temukan dengan bantuan alat-alat tersebut, yaitu tren.

Menemukan Tren Lewat Analisis Teknikal

Berhasil menemukan tren ketika melakukan Analisis Teknikal adalah tujuan utama dari analisis ini sendiri. Tren akan menunjukkan kita terkait kapan tren harga tertentu akan terjadi dan mencari tanda-tanda kapan akan berubah.

Tren dapat berlangsung dari beberapa menit hingga bertahun-tahun dan sering kali beralih ke beberapa kerangka waktu penting untuk mendapatkan pemahaman yang lebih akurat tentang apa yang sebenarnya terjadi di pasar.

Pada dasarnya, hanya ada tiga jenis tren: Up, Down, dan Sideways. Ketiga jenis tren itu dapat digambarkan dengan simpel sesuai namanya masing-masing. Tetapi, sekali lagi, kerangka waktu dapat menjadi alasan sebagian trader keliru dalam mendapatkan tren yang akurat ketika melakukan Analisis Teknikal.

Menemukan Tren Melalui Analisis Teknikal

Kita pasti sudah sering mendengar pernyataan bahwa “jika kamu tidak menyukai grafik Bitcoin, maka perkecil saja grafiknya”. Mengapa begitu? Sederhananya, karena bila kamu melihat pada kerangka waktu atau time frame yang lebih lama, maka kita akan melihat grafik Bitcoin dengan tren yang selalu naik/meningkat. Jika kamu memperbesarnya dengan time frame 2 tahun terakhir, maka kamu mungkin akan beranggapan bahwa Bitcoin adalah aset berharga.

Itulah sebabnya, penting sekali bagi kita untuk menerapkan beberapa jenis time frame, dari per jam, harian, mingguan, hingga bulanan. Ingatlah bahwa tidak ada tren yang bergerak secara tetap untuk selamanya. Oleh karena itu, ingat juga pepatah penting lainnya dalam dunia Analisis Teknikal, “tren adalah tren, sampai terbukti bukan.”

Mampu melihat perubahan tren adalah hal yang diharapkan oleh semua Analis Teknikal. Maka dari itu, tidak ada indikasi mutlak mengenai arah suatu aset akan berubah. Kita hanya perlu memanfaatkan peluang yang kita punya sebaik mungkin. Anggap saja seperti ramalan cuaca. Dengan demikian, Analisis Teknikal lebih tepat diasosiasikan sebagai prediksi mengenai bagaimana kemungkinan sesuatu akan terjadi, bukan prediksi yang mutlak.

Pola Reversal

Mampu melihat kapan sebuah tren akan berubah, bisa menjadi kunci bagi para trader, sehingga mereka melihat pola yang sering mendahului pergantian momentum pasar.

Salah satu pola umum yang diperhatikan oleh banyak analis disebut pola head and shoulders. Pola ini bisa terbentuk setelah tren naik atau turun, dan sering kali menandakan akhir pergerakan harga ke arah itu. Nama tersebut berasal dari fakta bahwa pola ini terdiri dari tiga kali pengujian ketika menuju ke suatu level harga. Biasanya percobaan pertama dan ketiga akan lebih mudah daripada yang kedua, membentuk sesuatu yang sesuai dengan nama pola ini.

Tidak semua contoh terlihat sangat “rapi”, tetapi gambar berikut kira-kira seperti yang akan kita lihat terbentuk. Perhatikan lagi bahwa pola ini bisa terbentuk terbalik setelah tren turun, mengisyaratkan harga mungkin berpotensi akan naik.

Contoh Pola Head and Shoulders

Sebenarnya masih ada banyak lagi pola reversal. Tetapi, ini bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan wawasan tentang pasar. Alat utama lainnya yang menjadi tujuan trader adalah indikator.

Pengenalan Indikator Analisis Teknikal

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, indikator mengambil data pasar dan menjalankannya melalui berbagai algoritma untuk menghasilkan informasi tersebut dengan cara baru, yang seringkali dapat mengungkapkan wawasan yang berguna juga mengenai tren.

Salah satu contoh umum adalah Moving Average (MA). Indikator ini mengambil tindakan harga selama jumlah hari sebelumnya yang sudah ditentukan dan rata-rata untuk membuat garis pada grafik. Garis-garis ini kemudian sering membantu trader untuk menentukan area di mana para trader berharap menemukan titik support atau resistance. Misalnya pada kerangka waktu harian, biasanya orang menggunakan 50, 100, dan 200 MA sebagai batas untuk melihat perubahan tren. Umumnya, bila harga suatu aset bergerak di atas MA artinya kondisi bullish. Sementara, jika turun di bawahnya adalah pergerakan bearish, dengan bobot tambahan diberikan pada crossover pada kerangka waktu yang lebih lama.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya ada banyak variasi berbeda pada MA yang digunakan oleh trader yang berbeda pula, dengan menyajikan strategi unik. Tapi, kita akan membahas ini di lain waktu.

Indikator umum lainnya adalah MACD, kependekan dari Moving Average Convergence Divergence. Indikator ini berguna untuk mengonfirmasi tren serta menunjukkan bukti reversal.

Pada dasarnya, algoritma ini membutuhkan beberapa Moving Averages untuk menunjukkan divergensi dalam momentum pasar baru-baru ini. Biasanya, indikator MACD akan memiliki garis biru dan garis merah (meskipun warna dapat juga bervariasi), serta batang yang mewakili jarak antara garis tersebut. Bull trend akan menunjukkan garis biru bertahan di atas merah, sedangkan bear trend akan mengikuti sebaliknya. Trader umumnya memperhatikan crossover, yaitu suatu kondisi ketika garis-garis tersebut saling melewati satu sama lain. Sering kali, kondisi tersebut merupakan indikasi apabila tren sedang berganti. Demikian pula, jika garis cukup berbeda satu sama lain, ini bisa menunjukkan bahwa pasar overbought atau oversold.

Terakhir, MACD juga dapat memberikan konfirmasi untuk tren yang sedang berlangsung, yakni jika garis-garis indikator semestinya mencoba untuk saling silang, tetapi malah “memantul” satu sama lain.

Ini hanyalah dua dari indikator umum—yang sebenarnya masih ada banyak lagi. Relative Strength Index dan Bollinger Bands, misalnya. Indikator tersebut adalah beberapa alat lain yang sering kali digunakan untuk menunjukkan bukti tentang apa yang mungkin tren apakah yang mungkin akan terbentuk selanjutnya.

Penting untuk ditekankan lagi, bahwa tidak ada indikator yang memberikan konfirmasi 100% tentang apa yang mutlak akan terjadi. Umumnya, trader perlu mengeksekusi strategi trading terlebih dahulu. Lalu, indikator memberikan informasi apakah strategi tersebut bekerja atau justru mengungkapkan kekurangan dari strategi yang gagal. Dengan menggunakan beberapa indikator, seorang trader setidaknya bisa mendapatkan kepercayaan diri dalam pandangan mereka tentang bagaimana pasar bergerak.

Kesimpulan

Penjelasan di atas hanyalah beberapa elemen dasar dan paling umum yang perlu dipelajari oleh trader baru, jika ingin menemukan kesuksesan dalam aktivitas trading mereka di masa depan.

Meskipun tidak semua yang disajikan di sini akan selaras dengan setiap platform, dasar-dasar ini harus ada dalam sistem trading utama mana pun. Sebetulnya masih banyak yang harus dipelajari dengan lebih mendalam untuk memahami cara kerja Analisis Teknikal. Namun, banyak trader lebih memilih untuk menggunakan Analisis Teknikal sederhana, hanya dengan beberapa indikator dan beberapa garis tren.

Pada akhirnya, setelah seseorang mempelajari seluk beluk sistem analisis ini, mereka bebas menggunakan kombinasi alat mana pun yang paling cocok untuk strategi trading terampuh mereka.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.
Share Article

Topik Terkait

David adalah seorang penulis lepas dengan spesialisasi di bidang teknologi dan cryptocurrency. Dia sudah menulis sepanjang hidupnya, tetapi baru mulai menulis secara profesional sejak 2018. Ia berharap agar bisa tetap di bidang ini selamanya. Selain cryptocurrency, David mengikuti politik, peristiwa terkini, dan berita keuangan.

Ikuti Penulis