Lihat lebih banyak

9 Tips Hemat Biaya Transaksi Crypto, Cara Raih Profit Maksimal dari Trading

6 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Pasar cryptocurrency telah menarik banyak orang untuk menghasilkan uang dengan cara trading atau investasi crypto. Buat para trader yang melakukan jual beli crypto harian, tentu familiar dengan transaction fee alias biaya transaksi ketika melakukan trading cryptocurrency. Makanya, biaya transaksi crypto ini menjadi satu pertimbangan bagi para trader untuk meraih keuntungan.

Agar meraih profit yang besar, biaya trading yang rendah tentu menjadi satu faktor penting. Karena itu, seorang trader perlu mencari cara untuk menghemat trading fee crypto agar profit bisa maksimal.

Apa saja cara untuk mencari cuan maksimal dari penghematan biaya jual-beli cryptocurrency?

Ingin mendapatkan tips menarik terkait trading cryptocurrency terbaru? Bergabunglah dengan Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram: baca ulasan dan tips trading crypto, tanyakan dan dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari trader PRO. Gabung sekarang!

Apa Itu Biaya Transaksi Crypto?

Sebelum membahas lebih jauh, pertama-tama kita perlu memahami apa itu biaya transaksi dalam trading crypto. Biaya transaksi adalah sejumlah biaya yang dikenakan pada pengguna cryptocurrency ketika melakukan transfer atau pembelian pada crypto exchange. Fee ini juga berlaku untuk transaksi antara cryptocurrency dan mata uang fiat, seperti Dolar AS atau Rupiah.

Biaya ini muncul karena proses transaksi di blockchain membutuhkan daya dan usaha. Maka dari itu, para penambang (miner) dan validator harus mendapatkan kompensasi dari upaya mereka. Sehingga, proses transaksi dalam blockchain bisa berjalan lancar.

Fee transaksi bisa naik-turun atau berfluktuasi, tergantung seberapa padat jaringan blockchain. Kalau pengguna ingin transaksinya segera mendapat konfirmasi, harus membayar biaya lebih tinggi. Sebab, para miner memerlukan insentif untuk membuat transaksi tersebut sebagai prioritas.

Sebagian besar crypto exchange menetapkan biaya transaksi cryptocurrency ini. Namun, pengguna atau pemegang aset kripto juga memiliki opsi untuk menyesuaikan biaya saat memakai crypto wallet tertentu.

Cara Kerja Biaya Transaksi Crypto

Biaya transaksi menjadi insentif bagi penambang untuk mengutamakan transaksi dengan fee lebih tinggi, agar segera masuk ke blok selanjutnya.

Contohnya dalam Bitcoin, semua transaksi tertunda dapat tersimpan pada memory pool atau mempool. Di sini, transaksi menunggu untuk masuk blok berikutnya, dengan bantuan para penambang yang memprosesnya.

Apabila mempool sudah penuh, para penambang dapat memilih transaksi dengan biaya lebih tinggi dan menyisakan transaksi untuk blok berikutnya. Makanya, para pengguna kripto terpaksa menaikkan biaya secara manual ketika memiliki transaksi yang mendesak.

Pada blockchain Ethereum, biaya transaksi bernama gas fee, yang nilainya berupa fraksi kecil dalam denominasi ETH. Serupa dengan biaya admin, gas fee adalah biaya kompensasi energi untuk memvalidasi transaksi dalam blockchain. Gas fee memainkan peranan penting, karena blockchain Ethereum menawarkan fitur-fitur canggih seperti smart contract dan decentralized application (dApps).

Tips Menghemat Biaya Transaksi Crypto

A. Tunggu Jaringan Tidak Sibuk

Ketika ingin melakukan transaksi crypto, kamu perlu mempertimbangkan waktu yang tepat. Yaitu, saat ketika blockchain tidak terlalu padat, sehingga gas fee bisa lebih murah.

Alternatifnya, kamu juga bisa bertransaksi dengan biaya yang lebih kecil dan menunggu hingga transaksi selesai. Cara ini memang memakan waktu yang cukup lama, tetapi lumayan bisa menghemat fee dalam transaksi crypto.

Sebagai contoh, kamu ingin mengirim Bitcoin dengan biaya transaksi tercepat saat ini sebesar 102 satoshi per byte. Sementara itu, median transaksi membutuhkan 224 byte, sehingga total fee menjadi 22.848 satoshi.

Nah untuk mengukur biaya ini investor harus memilih crypto wallet dengan fitur untuk menetapkan biaya transaksi. Namun, perhatikan juga jangan sampai biaya terlalu rendah sehingga bisa membuat transaksi macet atau bahkan gagal.

B. Menggunakan Lightning Network

Lightning network adalah jaringan yang berada di atas Bitcoin untuk memungkinkan jaringan mendukung lebih banyak transaksi dan mengurangi kemacetan. Hadirnya lightning network ini dapat menjadi solusi jangka panjang terbaik bagi pengguna yang berencana melakukan beberapa transaksi di masa mendatang.

Lightning network Bitcoin untuk membuat transaksi lebih cepat dan murah
Lightning Network Bitcoin untuk membuat transaksi lebih cepat dan murah

Dengan lightning network, pengguna perlu membayar biaya saat pertama kali untuk menyiapkan saluran. Namun setelah itu, pengguna akan dapat mengirim transaksi sebanyak yang mereka inginkan dengan biaya yang lebih rendah.

C. Optimasi Gas Fee (Limit)

Kalau kamu menggunakan blockchain Ethereum, ada opsi untuk menetapkan besaran biaya atau gas fee. Semakin padat jaringan, gas fee semakin besar. Semakin sedikit biaya, semakin lama waktu untuk melakukan validasi transaksi.

Kemudian, kamu bisa menggunakan harga pasar terbaru untuk menetapkan biaya transaksi ini. Kalau ingin lebih cepat, tambahkan 25% dari gas fee. Di sisi lain, kalau ingin gas fee menjadi lebih murah 25%, kamu perlu menunggu waktu sedikit lebih lama.

D. Efisiensi Smart Contract

Cara lain untuk menghemat biaya trading aset kripto pada blockchain Ethereum adalah dengan mengoptimalkan smart contract. Semakin tinggi kompleksitas smart contract, semakin tinggi biayanya.

Makanya, smart contract harus sesederhana dan sekecil mungkin agar tidak terkena biaya tinggi. Untuk menyederhanakan smart contact, kamu dapat menghapus semua fungsi yang tidak kamu butuhkan dan periksa apakah kodenya dapat menjadi lebih simpel.

Smart Contract dalam Ethereum
Smart Contract dalam Ethereum yang simple membuat biaya transaksi rendah

E. Gunakan SegWit

SegWit adalah kependekan dari Segregated Witness. Proses SegWit merupakan cara untuk meningkatkan batasan ukuran blok pada Bitcoin dengan menghapus bagian signature. Sehingga ada lebih banyak ruang untuk menambahkan transaksi ke dalam blockchain.

Menggunakan SegWit, kamu dapat menikmati transaksi Bitcoin yang lebih cepat. Tak hanya itu, transaksi juga lebih murah. Sebab, kecepatan transaksi dalam blockchain menjadi lebih tinggi, dan biaya untuk transaksi pun menjadi lebih rendah.

F. Pakai DEX

Decentralized Exchange (DEX) memungkinkan transaksi tanpa adanya perantara. Sehingga dalam platform ini pertukaran atau crypto swap terjadi secara peer-to-peer, atau langsung antara penjual dan pembeli. Makanya, DEX bisa menawarkan biaya trading yang rendah. Contoh DEX adalah Uniswap dan PancakeSwap yang mengenakan biaya flat sebesar masing-masing 0,3% dan 0,25%.

G. Pilih CEX Berbiaya Rendah

Berbeda dengan DEX, Centralized Exchange (CEX) berfungsi sebagai perantara perdagangan sehingga bisa menarik biaya trading. Akan tetapi, biaya ini bervariasi antara satu CEX dan lainnya. Sehingga, ini bisa menjadi celah bagi trader mencari CEX dengan fee transaksi termurah.

H. Pilih Pro Account

Di beberapa crypto exchange, tersedia fitur Pro untuk trader besar yang mengenakan fee transaksi lebih rendah daripada di fitur Reguler. Contohnya, Coinbase Pro mengenakan fee yang jauh lebih kecil daripada fee untuk pengguna standar.

I. Pegang Coin dengan Trading Discount

Kamu bisa memegang koin crypto tertentu yang menawarkan diskon dalam fee trading. Contohnya, Binance menawarkan diskon 25% untuk perdagangan spot kepada pengguna yang memegang Binance coin dalam akun mereka.

Perbandingan Biaya Transaksi di Aplikasi Kripto

Berikut perbandingan biaya di sejumlah aplikasi crypto di Indonesia. Ini hanya sebagai contoh dengan tujuan sebagai edukasi, bukan untuk memberikan rekomendasi.

Indodax

Aplikasi crypto Indodax mengenakan fee transaksi Market Taker/Instan sebesar 0,51% sementara biaya Market Maker/Limit adalah gratis.

Biaya yang berbeda akan dikenakan saat menggunakan metode Akun Virtual dengan nominal di bawah Rp500.000 dan biaya yang berbeda akan dikenakan saat menggunakan metode E-wallet.

Biaya Withdraw adalah 0%, member hanya akan dikenakan biaya kliring senilai Rp12.500 (flat) untuk jumlah penarikan hingga Rp100.000.000.

Tokocrypto

Syarat untuk melakukan trading di Tokocrypto adalah memiliki minimal deposit senilai Rp50.000, dengan pembayaran melalui transfer bank atau dompet digital.

Secara umum, untuk transaksi sebagai Taker dan Maker terkena biaya 0,1% dari transaksi. Kemudian, untuk penarikan dana dalam BIDR terkena biaya Rp5.500 sekali transaksi.

Sementara itu, biaya deposit adalah gratis, tetapi ada biaya penarikan di Tokocrypto yang menyesuaikan dengan jenis aset crypto.

Pintu

Di platform Pintu, tidak ada batasan minimal deposit. Akan tetapi, terdapat minimum transfer dari layanan pembayaran seperti transfer bank atau e-wallet.

Untuk trading cryptocurrency di aplikasi Pintu, tidak ada biaya komisi karena sudah termasuk ke harga final. Akan tetapi terdapat biaya penyerta lainnya, yaitu:

  • Biaya transaksi penarikan Rupiah sebesar Rp4.500 per transaksi.
  • Biaya transaksi deposit bervariasi berdasarkan metode yang digunakan. Untuk deposit menggunakan metode transfer bank, tidak ada biaya. Namun, untuk deposit menggunakan e-wallet, biaya bergantung pada masing-masing e-wallet (GoPay 2%, OVO 1,65%, DANA 1,65%, LinkAja 1,65%, ShopeePay 1,5%).

Rekeningku (REKU)

Platform rekeningku.com memiliki aplikasi yang bernama Reku yang tersedia untuk Android dan iOS. Untuk mulai bertransaksi, setoran minimum sebesar Rp30.000. Aplikasi crypto ini menerima deposit dengan berbagai cara, antara lain melalui transfer bank, virtual account, dan e-wallet (Dana, LinkAja, OVO).

Biaya-biaya yang berlaku adalah sebagai berikut.

  • Penjualan atau pembelian aset digital Rupiah: 0,1% (taker)
  • Penarikan ke Rupiah gratis, dengan biaya admin bank Rp6.500 flat.
  • Biaya deposit: transfer bank dan virtual account gratis. Untuk e-wallet OVO, DANA dan Link Aja terkena biaya 1,665% dari jumlah deposit.

Luno

Deposit awal untuk memulai investasi di aplikasi Luno cukup terjangkau, yaitu sebesar Rp25.000. Untuk biaya penarikan dana terkena biaya flat Rp15.000 berapapun nominalnya. Adapun biaya jual beli menggunakan dompet Luno sebesar 1,1% dari nilai transaksi.

Biaya trading sebagai Taker sebesar 0,21%, sementara seluruh biaya Maker adalah 0%.

Kesimpulan

Seorang trader crypto perlu memahami struktur biaya dalam trading cryptocurrency agar dapat bisa memaksimalkan profit. Cara menghemat biaya trading crypto antara lain dengan melakukan optimasi gas fee, menggunakan DEX, membandingkan biaya di CEX, hingga memakai Segwit dan lightning network. Intinya, selalu Do Your Own Research agar dapat meraih cuan maksimal dari trading crypto.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa fee di TokoCrypto?

Apa itu gas fee?

Berapa fee transfer bitcoin?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori