Lihat lebih banyak

Dollar Cost Averaging, Bisakah Jadi Strategi Investasi Crypto?

7 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Dalam berinvestasi, orang mungkin mengenal berbagai macam cara atau strategi agar dapat meraih keuntungan maksimal, termasuk dalam investasi cryptocurrency, saham ataupun forex. Salah satu cara yang cukup terkenal bagi investor umum adalah strategi dollar cost averaging atau investasi berkala atau bertahap. Biasanya, investor tidak perlu modal besar, tetapi dengan cara disiplin bisa membeli dengan harga rata-rata yang secara jangka panjang bisa lebih optimal.

Lantas, bagaimana cara kerja dan tips untuk berinvestasi crypto dengan strategi DCA ini? Berikut ulasannya.

Ingin mendapatkan tutorial terkait trading di pasar cryptocurrency? Bergabunglah dengan Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram: baca ulasan dan analisis teknikal cryptocurrency gratis, tanyakan dan dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari trader PRO. Gabung sekarang!

Apa itu Dollar Cost Averaging?

Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi yang melibatkan investasi sejumlah uang yang tetap secara teratur selama jangka waktu yang panjang. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi dampak volatilitas pasar terhadap portofolio investor.

Dalam melakukan strategi investasi ini, investor bisa membeli aset investasi secara teratur tanpa memikirkan harganya. Tujuannya, investor bisa mengefisienkan biaya (cost) dengan mengambil harga rata-rata dan melindungi nilai aset dari volatilitas pasar.

Cara Kerja Dollar Cost Averaging

Investor yang melakukan strategi DCA, membeli aset investasi dengan nilai uang yang tetap secara teratur selama jangka waktu yang panjang. Dengan DCA, seorang investor membeli lebih banyak aset saham atau crypto saat harga rendah dan lebih sedikit aset saat harga tinggi. Ini membantu menurunkan rata-rata biaya per aset saham atau crypto dari waktu ke waktu.

Misalnya, jika seorang investor menginvestasikan $100 setiap bulan dalam Bitcoin (BTC), investor akan membeli lebih banyak BTC saat harga Bitcoin rendah dan lebih sedikit Bitcoin saat harga BTC tinggi.

DCA saat pasar bullish

Saat pasar bullish, harga saham cenderung naik. Dalam strategi DCA, investor akan tetap menginvestasikan jumlah yang sama dalam saham secara teratur, meskipun harga saham meningkat. Ini dapat berarti bahwa investor akan membeli lebih sedikit saham dengan jumlah yang sama dari waktu ke waktu.

Namun, strategi DCA masih dapat membantu mengurangi dampak volatilitas pasar pada portofolio investor. Sebab, investor masih akan membeli lebih banyak saham saat harga saham rendah dan lebih sedikit saham saat harga saham tinggi. Dengan kata lain, strategi DCA dapat membantu investor membeli saham dengan harga rata-rata yang lebih rendah selama jangka waktu yang panjang.

DCA saat pasar bearish

Saat pasar lesu atau bearish, harga saham cenderung turun. Dalam strategi DCA, investor akan tetap menginvestasikan jumlah yang sama dalam saham secara teratur, meskipun harga saham turun. Ini dapat berarti bahwa investor akan membeli lebih banyak saham dengan jumlah yang sama dari waktu ke waktu.

Strategi DCA masih dapat membantu mengurangi dampak volatilitas pasar pada portofolio investor. Alasannya, investor masih akan membeli lebih banyak saham saat harga saham rendah dan lebih sedikit saham saat harga saham tinggi. Dengan kata lain, strategi DCA dapat membantu investor membeli saham dengan harga rata-rata yang lebih rendah selama jangka waktu yang panjang.

Dollar Cost Averaging dalam Investasi Crypto

Dollar Cost Averaging (DCA) juga dapat berguna dalam investasi cryptocurrency. Seperti dalam investasi saham, DCA melibatkan investasi sejumlah uang yang tetap secara teratur selama jangka waktu yang panjang. Dalam kasus cryptocurrency, investor akan membeli cryptocurrency dengan jumlah yang sama secara teratur, terlepas dari harga cryptocurrency pada waktu pembelian.

Dalam investasi cryptocurrency, volatilitas pasar dapat sangat tinggi, dan harga cryptocurrency dapat berfluktuasi secara dramatis dalam waktu singkat. DCA dapat membantu investor mengurangi dampak fluktuasi harga cryptocurrency pada portofolio mereka. Dengan membeli cryptocurrency dengan nilai yang sama secara teratur, investor akan membeli lebih banyak cryptocurrency saat harga rendah dan lebih sedikit cryptocurrency saat harga tinggi.

Namun, seperti dalam investasi saham, DCA tidak menjamin keuntungan atau melindungi terhadap kerugian. Investasi cryptocurrency dapat sangat spekulatif dan berisiko tinggi, dan investor harus melakukan riset dan mempertimbangkan risiko dengan hati-hati sebelum memutuskan untuk menggunakan strategi DCA.

Siapa yang cocok menggunakan strategi DCA?

DCA adalah strategi populer untuk investor jangka panjang yang ingin membangun portofolio yang diversifikasi. Ini sangat berguna bagi investor yang berinvestasi di pasar yang volatil atau yang tidak yakin dengan waktu investasi mereka.

Bagi investor pemula yang tidak bisa selalu memantau pergerakan pasar, strategi ini bisa cocok karena tidak menghiraukan harga saat membeli aset. Yang terpenting adalah selalu rutin menambah aset dengan nilai yang sama dalam mata uang (dolar) dan dengan frekuensi yang teratur. Jadi, investor tidak perlu memikirkan kapan waktu terbaik atau timing the market.

Meskipun DCA dapat membantu investor mengurangi risiko dan volatilitas, penting untuk mencatat bahwa strategi ini tidak menjamin keuntungan atau melindungi terhadap kerugian. Selain itu, DCA membutuhkan disiplin dan pandangan investasi jangka panjang.

Keuntungan Strategi Dollar Cost Averaging

Strategi DCA dapat membantu investor mengurangi dampak volatilitas pasar terhadap portofolio mereka. Sebab, dengan membeli lebih banyak saham saat harga rendah dan lebih sedikit saham saat harga tinggi, investor dapat menurunkan rata-rata biaya per saham dari waktu ke waktu. Makanya, ini dapat membantu investor membeli saham dengan harga rata-rata yang lebih rendah selama jangka waktu yang panjang.

Dalam investasi cryptocurrency, DCA dapat membantu investor mengurangi dampak fluktuasi harga cryptocurrency pada portofolio mereka. Dengan membeli cryptocurrency dengan jumlah yang sama secara teratur, investor akan membeli lebih banyak cryptocurrency saat harga rendah dan lebih sedikit cryptocurrency saat harga tinggi.

Namun, penting untuk mencatat bahwa strategi DCA tidak menjamin keuntungan atau melindungi terhadap kerugian. Investasi cryptocurrency dapat sangat spekulatif dan berisiko tinggi, dan investor harus melakukan riset dan mempertimbangkan risiko dengan hati-hati sebelum memutuskan untuk menggunakan strategi DCA.

Kelemahan Strategi Dollar Cost Averaging

Meskipun DCA dapat membantu mengurangi dampak volatilitas pasar dan fluktuasi harga cryptocurrency, strategi ini juga memiliki kelemahan. Pertama, DCA memerlukan disiplin dan pandangan investasi jangka panjang. Investor harus menginvestasikan jumlah yang sama secara teratur selama jangka waktu yang panjang, bahkan saat pasar sedang tidak stabil atau harga cryptocurrency turun.

Kedua, DCA tidak menjamin keuntungan atau melindungi terhadap kerugian. Jika pasar saham atau cryptocurrency mengalami penurunan secara signifikan, investor yang menggunakan strategi DCA masih dapat mengalami kerugian.

Ketiga, DCA mungkin tidak optimal dalam situasi di mana investor memiliki jumlah uang yang besar dan ingin menginvestasikan sekaligus. Dalam situasi seperti itu, investor mungkin lebih baik mempertimbangkan strategi investasi yang berbeda.

Terakhir, DCA dapat membatasi potensi keuntungan investor. Jika pasar saham atau cryptocurrency terus naik, investor yang menggunakan strategi DCA mungkin tidak membeli saham atau cryptocurrency sebanyak yang mereka lakukan jika mereka menginvestasikan uang mereka sekaligus pada awalnya.

Tips raih profit dengan Dollar Cost Averaging

Investor cryptocurrency bisa berpotensi meraih profit atau keuntungan menggunakan strategi dollar cost averaging. Berikut sejumlah tipsnya

  1. Tentukan jumlah investasi yang sesuai dengan anggaran kamu, misalnya $100 per bulan.
  2. Tentukan frekuensi investasi yang tepat – misalnya, setiap minggu atau setiap bulan.
  3. Pilih saham atau cryptocurrency yang berkualitas baik dan sesuai dengan tujuan investasi kamu. Sebab, aset crypto dengan kapitalisasi besar seperti Bitcoin dan Ethereum memiliki kecenderungan jangka panjang yang tinggi dan likuid.
  4. Jangan terlalu khawatir dengan fluktuasi pasar jangka pendek – fokus pada hasil jangka panjang.
  5. Selalu lakukan riset sebelum berinvestasi, dan pertimbangkan risiko dengan hati-hati.

Simulasi Investasi dengan DCA

Sebagai contoh, seorang investor memutuskan untuk menginvestasikan $100 setiap bulan dalam Bitcoin selama satu tahun. Harga Bitcoin pada bulan pertama adalah $10.000 per Bitcoin, dan naik menjadi $15.000 per Bitcoin pada bulan keenam, sebelum turun kembali menjadi $12.000 per Bitcoin pada akhir tahun. Berikut adalah ilustrasi investasinya:

BulanHarga BitcoinJumlah InvestasiJumlah Bitcoin yang Dibeli
Januari$10.000$1000,01
Februari$9.000$1000,01111
Maret$8.000$1000,0125
April$11.000$1000,00909
Mei$12.000$1000,00833
Juni$15.000$1000,00667
Juli$14.000$1000,00714
Agustus$13.000$1000,00769
September$12.000$1000,00833
Oktober$11.000$1000,00909
November$10.000$1000,01
Desember$12.000$1000,00833

Pada akhir tahun, investor memiliki total 0,1 Bitcoin dengan harga rata-rata $10.833 per Bitcoin. Jika investor menginvestasikan langsung $1.200 pada awal tahun dan membeli 0,12 Bitcoin dengan harga $10.000 per Bitcoin, investor akan memiliki 0,12 Bitcoin dengan harga rata-rata $10.000 per Bitcoin pada akhir tahun.

Namun, jika harga Bitcoin terus meningkat sepanjang tahun, investor yang menggunakan strategi DCA mungkin tidak membeli Bitcoin sebanyak yang mereka lakukan jika mereka menginvestasikan seluruh uang mereka sekaligus pada awalnya.

Mulai Investasi Crypto

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, Dollar Cost Averaging adalah strategi investasi yang melibatkan investasi sejumlah uang yang tetap secara teratur selama jangka waktu yang panjang. Strategi ini dapat membantu investor mengurangi dampak volatilitas pasar pada portofolio mereka dan menurunkan rata-rata biaya aset dari waktu ke waktu.

DCA bisa juga berguna dalam investasi cryptocurency atau Bitcoin yang memiliki pergerakan harga sangat volatil. Namun, penting untuk dicatat bahwa DCA tidak menjamin keuntungan atau melindungi terhadap kerugian dan memerlukan disiplin dan pandangan investasi jangka panjang.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu dollar cost averaging?

Bagaimana cara kerja dollar cost averaging?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori