Lihat lebih banyak

Indikator Volume dalam Trading Crypto: Jenis, Cara dan Analisis Teknikal Pelengkap

10 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Dalam perdagangan cryptocurrency, trader dapat memperhatikan volume dari aset di pasar. Volume berbeda dengan indikator lainnya dalam analisis teknikal untuk trading crypto. Secara keseluruhan, volume sebenarnya tidak melakukan perhitungan apapun, juga tidak memberikan sinyal beli ataupun sinyal jual. Indikator volume hanya mengukur seberapa banyak mata uang, aset, atau cryptocurrency tertentu yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu. Ini adalah alat sederhana tetapi kuat yang trader perlu pertimbangkan.

Lantas, mengapa harus menggunakannya dan bagaimana caranya? Baca artikel ini lebih lanjut untuk menggunakan indikator volume sebagai salah satu pelengkap yang memberikan informasi tentang perilaku harga.

Ingin mendapatkan tips menarik terkait proyek cryptocurrency terbaru? Bergabunglah dengan Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram: baca ulasan dan tips trading crypto, tanyakan dan dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari trader PRO. Gabung sekarang!

Apa itu Indikator Volume?

Dalam konteks trading crypto, indikator volume merujuk pada alat analisis teknikal yang digunakan untuk memeriksa jumlah volume perdagangan suatu aset kripto selama periode waktu tertentu. Volume perdagangan mencerminkan jumlah unit aset yang diperdagangkan selama periode waktu tersebut. Indikator ini membantu trader untuk mendapatkan wawasan tentang aktivitas perdagangan dan minat pasar terhadap aset kripto tertentu.

Indikator volume memberikan informasi penting kepada trader, seperti:

  1. Konfirmasi tren: Jika volume meningkat seiring dengan pergerakan harga yang signifikan, itu dapat menunjukkan kekuatan dan validitas tren tersebut. Volume yang tinggi dapat memberikan kepercayaan tambahan kepada trader tentang keberlanjutan tren.
  2. Divergensi: Divergensi antara pergerakan harga dan volume dapat memberikan sinyal potensial tentang pembalikan tren atau kelanjutan tren. Misalnya, jika harga naik tetapi volume menurun, itu bisa menjadi tanda peringatan bahwa tren naik mungkin kehilangan kekuatan.
  3. Konfirmasi pembalikan harga (reversal): Volume yang tinggi saat pembalikan harga dapat menunjukkan kehadiran partisipan pasar yang signifikan dan meningkatkan validitas sinyal pembalikan.
  4. Keberlanjutan tren: Volume tinggi yang terus-menerus mendukung tren yang ada dapat mengindikasikan bahwa tren tersebut mungkin berlanjut.

Trader sering menggunakan berbagai jenis indikator volume untuk memeriksa volume perdagangan dalam analisis mereka. Baca terus untuk memahaminya lebih lanjut.

Cara Menggunakan Indikator Volume dalam Trading Crypto

Menggunakan indikator volume dalam trading crypto seperti Bitcoin melibatkan beberapa langkah berikut:

1. Mengamati perubahan volume

Perhatikan perubahan volume perdagangan Bitcoin dari waktu ke waktu. Perhatikan apakah volume meningkat atau menurun dalam tren tertentu atau saat pergerakan harga yang signifikan terjadi.

2. Mengonfirmasi tren harga

Ketika harga Bitcoin naik atau turun secara signifikan, periksa apakah volume juga meningkat. Volume yang tinggi yang mendukung tren harga dapat memberikan kepercayaan tambahan pada keberlanjutan tren tersebut.

3. Mencari divergensi

Perhatikan apakah ada divergensi antara pergerakan harga Bitcoin dan volume. Misalnya, jika harga Bitcoin terus naik tetapi volume menurun, itu bisa menjadi sinyal bahwa tren naik mungkin kehilangan kekuatan dan pembalikan harga mungkin terjadi.

4. Konfirmasi pembalikan harga

Ketika terjadi pembalikan harga yang signifikan, perhatikan apakah volume meningkat secara tajam. Volume yang tinggi saat pembalikan harga dapat menunjukkan kehadiran partisipan pasar yang signifikan dan meningkatkan validitas sinyal pembalikan.

5. Gunakan indikator volume yang relevan

Terdapat beberapa indikator volume yang dapat digunakan dalam trading crypto seperti Bitcoin. Beberapa indikator populer termasuk Moving Average Convergence Divergence (MACD) dengan volume, On-Balance Volume (OBV), atau Money Flow Index (MFI). Pelajari cara menggunakan indikator-indikator ini dan terapkan sesuai dengan strategi trading Anda.

6. Perhatikan perbandingan volume

Selain melihat volume secara absolut, juga perhatikan perbandingan volume relatif terhadap periode sebelumnya. Misalnya, periksa apakah volume saat ini lebih tinggi atau lebih rendah daripada volume rata-rata selama periode waktu tertentu. Ini dapat memberikan wawasan tentang minat pasar yang meningkat atau menurun terhadap Bitcoin.

Beli Crypto Sekarang

Jenis-jenis Indikator Volume

Ada beberapa indikator volume yang umum digunakan dalam trading crypto. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. On-Balance Volume (OBV)

OBV adalah indikator volume yang mengukur tekanan akumulasi dan distribusi dalam pasar. Ini menghitung perubahan volume dengan mengakumulasikan volume berdasarkan apakah harga penutupan lebih tinggi atau lebih rendah dari periode sebelumnya. Jika OBV naik, itu menunjukkan bahwa volume selama periode naik, menunjukkan kekuatan beli. Sebaliknya, jika OBV turun, itu menunjukkan tekanan jual yang lebih tinggi.

On-Balance Volume mengukur perubahan volume untuk melihat kekuatan beli atau jual dalam trading aset crypto Bitcoin.
On-Balance Volume mengukur perubahan volume untuk melihat kekuatan beli atau jual dalam trading aset crypto Bitcoin. Sumber: TradingView

2. Money Flow Index (MFI)

Money Flow Index (MFI) adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur arus uang (money flow) dalam suatu aset atau pasar. Indikator ini menggabungkan pergerakan harga dan volume perdagangan untuk memberikan gambaran tentang tekanan beli atau jual dalam suatu periode waktu tertentu. MFI menghitung perbandingan antara aliran uang positif dan aliran uang negatif dengan menggunakan rumus yang kompleks. Aliran uang positif mengacu pada nilai kumulatif dari produk harga typikal (typical price) dan volume positif, sementara aliran uang negatif mengacu pada nilai kumulatif dari produk harga typikal dan volume negatif.

Indikator volume bersama money flow index untuk menkonfirmasi pola candlestick Doji dalam analisis teknikal trading crypto
Money flow index untuk menkonfirmasi pola candlestick Doji dalam analisis teknikal trading crypto. Sumber: TradingView

3. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

MACD adalah indikator momentum yang mencerminkan perbedaan antara moving average eksponensial (EMA) cepat dan lambat. Dalam konteks volume, MACD dengan volume menggabungkan indikator MACD dengan indikator volume untuk memberikan wawasan tentang perubahan momentum dan volume perdagangan.

4. Chaikin Money Flow (CMF)

CMF menggabungkan pergerakan harga dan volume untuk mengukur arus uang masuk dan keluar dalam aset kripto. Ini menghitung indikator berdasarkan pergerakan harga relatif terhadap rentang harga selama periode tertentu dan volume perdagangan. CMF yang positif menunjukkan tekanan beli yang lebih tinggi, sementara CMF yang negatif menunjukkan tekanan jual yang lebih tinggi.

Chaikin Money Flow Index bersamaan dengan indikator volume untuk mengkonfirmasi tekanan beli atau jual dalam harga aset Bitcoin
Chaikin Money Flow Index bersamaan dengan indikator volume untuk mengkonfirmasi tekanan beli atau jual dalam harga aset Bitcoin. Sumber: TradingView

5. Accumulation/Distribution Line (ADL)

ADL adalah indikator yang menggabungkan pergerakan harga dan volume untuk mengukur akumulasi dan distribusi dalam aset kripto. Ini menghitung perubahan akumulasi berdasarkan pergerakan harga relatif terhadap rentang harga selama periode tertentu dan volume perdagangan. ADL yang naik menunjukkan akumulasi yang lebih tinggi, sementara ADL yang turun menunjukkan distribusi yang lebih tinggi.

Accumulation/Distribution Line menggabungkan dan volume untuk mengukur akumulasi dan distribusi.
Accumulation/Distribution Line menggabungkan harga dan volume untuk mengukur akumulasi dan distribusi. Sumber: TradingView

Tentu saja, masih ada indikator volume lainnya yang dapat digunakan dalam trading crypto. Penting untuk mempelajari masing-masing indikator dengan baik dan memahami cara menggunakannya dalam konteks trading masing-masing. Selalu ingat bahwa tidak ada indikator tunggal yang memberikan sinyal yang sempurna, dan penting untuk memadukan analisis volume dengan analisis teknis lainnya serta faktor-faktor fundamental.

Alat Analisis Teknikal Pendukung Indikator Volume

Ada beberapa alat analisis teknikal yang dapat mendukung penggunaan indikator volume dalam trading crypto. Berikut ini beberapa di antaranya:

Support dan Resistance

Support adalah level harga saat permintaan kuat muncul, sedangkan resistance menunjukkan level harga dengan penawaran kuat muncul. Ketika volume meningkat di dekat level support atau resistance, itu bisa menjadi konfirmasi tambahan tentang kekuatan level tersebut. Jika volume tinggi mendukung penembusan (break out) dari level resistance, itu bisa menjadi sinyal bahwa harga mungkin terus naik. Sebaliknya, volume tinggi mendukung break down dari level support, itu bisa menjadi sinyal bahwa harga mungkin terus turun.

Pola Candlestick

Pola candlestick seperti engulfing patterns, doji, hammer, dan lainnya dapat memberikan informasi tentang sentimen pasar dan arah harga yang mungkin. Ketika pola candlestick muncul dengan volume yang tinggi, itu dapat memberikan sinyal yang lebih kuat tentang pembalikan atau kelanjutan tren.

Indikator Momentum

Indikator momentum seperti Relative Strength Index (RSI) atau Stochastic Oscillator dapat memberikan informasi tentang kecepatan dan kekuatan pergerakan harga. Ketika volume meningkat seiring dengan pergerakan harga yang kuat, dan indikator momentum menunjukkan kondisi oversold atau overbought, itu bisa menjadi tanda bahwa pembalikan harga mungkin terjadi.

Moving Averages

Moving average seperti Simple Moving Average (SMA) atau Exponential Moving Average (EMA) dapat membantu mengidentifikasi tren dan memberikan konteks harga relatif. Ketika volume tinggi terjadi seiring dengan perpotongan moving average atau perubahan arah tren, itu dapat memperkuat sinyal perdagangan.

Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator yang mencerminkan volatilitas harga. Ketika volume meningkat dan harga memasuki atau keluar dari band Bollinger, itu dapat memberikan informasi tentang kemungkinan kelanjutan tren atau pembalikan harga.

Selain itu, analisis pola chart, seperti triangle patterns, head and shoulders, double tops, dan lainnya, juga dapat mendukung penggunaan indikator volume. Kombinasi dari beberapa alat analisis teknikal ini dengan volume dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang pergerakan harga dan arah pasar crypto.

Mulai Analisis Teknikal

Indikator Volume dan Harga Crypto

Apakah volume berpengaruh pada harga? Ya, volume perdagangan dapat mempengaruhi harga crypto. Volume perdagangan mencerminkan aktivitas pasar dan minat pelaku pasar terhadap aset kripto. Ketika volume tinggi, ini menunjukkan adanya partisipasi yang lebih besar dari trader dan investor, yang dapat mempengaruhi harga aset kripto.

Setidaknya, ada beberapa kondisi saat volume dapat mempengaruhi harga crypto. Pertama, kekuatan tren. Volume yang tinggi yang mendukung pergerakan harga yang kuat dapat memberikan konfirmasi tambahan tentang kekuatan tren tersebut. Hal ini dapat menguatkan keberlanjutan tren dan mendorong harga lebih tinggi atau lebih rendah.

Kedua, pembalikan harga. Volume yang tinggi saat terjadi pembalikan harga dapat menjadi tanda bahwa ada partisipan pasar yang signifikan yang terlibat dalam perubahan arah harga.

Ketiga, likuiditas: Likuiditas yang tinggi memungkinkan para trader dan investor untuk dengan mudah membeli dan menjual aset kripto dengan harga yang diinginkan. Jika volume perdagangan rendah, pasar mungkin menjadi kurang likuid, yang dapat menyebabkan pergerakan harga yang lebih ekstrem atau sulit untuk masuk dan keluar dari posisi trading dengan mudah.

Keempat, sentimen pasar. Volume yang tinggi atau rendah dapat memberikan petunjuk tentang sentimen pasar secara umum. Volume yang tinggi menunjukkan minat yang tinggi dan kepercayaan yang kuat di pasar, sementara volume rendah dapat menunjukkan kurangnya minat atau ketidakpastian. Sentimen pasar dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran aset kripto, yang pada gilirannya mempengaruhi harga.

Namun, perlu mengingat bahwa volume sendiri tidak menentukan harga crypto secara langsung. Volume hanya memberikan informasi tentang partisipasi pasar dan aktivitas perdagangan. Selan itu, faktor-faktor lain seperti berita, perkembangan teknologi, regulasi, dan faktor-faktor fundamental juga dapat mempengaruhi harga crypto. Lanjut baca untuk menemukan kelemahan dari indikator ini.

Kelemahan Indikator Volume

Meskipun indikator volume merupakan alat yang berguna dalam analisis teknikal dan trading crypto, ada beberapa kelemahan yang perlu trader ketahui:

Data volume yang tidak akurat

Dalam beberapa bursa kripto, data volume perdagangan mungkin tidak akurat atau dapat dimanipulasi. Bursa yang memiliki likuiditas rendah atau tidak diatur dengan baik mungkin memberikan data volume yang tidak representatif atau palsu. Hal ini dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam analisis berdasarkan indikator volume.

Kurangnya konteks

Indikator volume sendiri memberikan informasi tentang aktivitas perdagangan, tetapi tidak memberikan konteks lengkap. Volume tinggi tidak selalu berarti pergerakan harga yang signifikan, dan volume rendah tidak selalu berarti kurangnya minat. Penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti tren, level support/resistance, dan berita fundamental untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang kondisi pasar.

Keterlambatan informasi

Data volume perdagangan biasanya dihitung berdasarkan periode waktu tertentu, misalnya 1 jam, 4 jam, atau 1 hari. Karena itu, indikator volume dapat memiliki keterlambatan dalam memberikan informasi terbaru tentang aktivitas pasar. Dalam situasi pasar yang cepat berubah atau volatil, informasi yang tertinggal dapat mengurangi kegunaan pembacaan volume perdagangan.

Tidak selalu cocok untuk semua situasi pasar

Indikator volume cenderung lebih efektif dalam pasar yang likuid dan aktif. Namun, dalam pasar yang sangat volatile atau memiliki likuiditas rendah, interpretasi volume perdagangan dapat menjadi lebih sulit atau kurang akurat. Dalam situasi seperti itu, penting untuk menggunakan pembacaan volume dengan hati-hati dan menggabungkannya dengan alat analisis teknikal lainnya.

Tidak mengukur kualitas transaksi

Indikator volume hanya mengukur volume perdagangan, tetapi tidak memberikan informasi tentang kualitas transaksi. Transaksi besar oleh satu atau beberapa pelaku pasar dapat memberikan dampak yang lebih signifikan daripada banyak transaksi kecil. Oleh karena itu, indikator volume mungkin tidak memberikan gambaran lengkap tentang kekuatan pasar atau minat nyata para pelaku pasar.

Ingatlah, tidak ada indikator tunggal yang dapat memberikan sinyal yang sempurna atau kepastian dalam trading crypto. Makanya, indikator ini harus digunakan sebagai bagian dari analisis yang lebih komprehensif. Sebaiknya, trader juga perlu mempertimbangkan analisis teknikal, faktor fundamental, sentimen pasar, dan manajemen risiko untuk membuat keputusan trading yang lebih baik.

Mulai Trading Crypto

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, indikator volume memberikan informasi penting kepada trader dalam trading crypto, seperti konfirmasi tren, divergensi, konfirmasi pembalikan harga, dan keberlanjutan tren. Untuk jual beli crypto, trader sering menggunakan indikator volume seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD) dengan volume, On-Balance Volume (OBV), atau Money Flow Indicator (MFI) untuk memeriksa volume perdagangan dalam analisis mereka.

Namun, ada beberapa kelemahan dalam penggunaan indikator volume, seperti data volume yang tidak akurat, kurangnya konteks, keterlambatan informasi, tidak cocok untuk semua situasi pasar, dan tidak mengukur kualitas transaksi. Oleh karena itu, volume harus digunakan sebagai bagian dari analisis yang lebih komprehensif.

Penting untuk mengingat bahwa tidak ada satu alat analisis teknikal atau indikator yang dapat memberikan sinyal yang sempurna. Makanya, selalu bijaksana untuk memadukan analisis volume dengan berbagai alat analisis teknikal dan faktor-faktor fundamental dalam pengambilan keputusan trading.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Indikator volume apa yang cocok untuk trading crypto?

Alat analisis teknikal mana yang mendukung indikator volume?

Bagaimana cara menggunakan indikator volume dalam trading crypto?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori