Lihat lebih banyak

Mengenal Vesting Crypto, Apakah Efeknya Pada Harga Token Pasca ICO?

6 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Istilah vesting awalnya muncul sebagai insentif atau benefit berupa saham kepada karyawan perusahaan. Namun kini, seiring dengan berkembangnya aset digital, vesting crypto menjadi praktik umum ketika penawaran perdana atau initial coin offering (ICO) untuk menjaga harga token.

Selama periode vesting, biasanya pemegang token tidak bisa menjual token crypto mereka. Tujuannya tentu agar harga token tetap terjaga dalam jangka waktu sesuai target. Makanya, jadwal vesting sangat penting untuk menjadi perhatian bagi trader dan investor crypto, terutama proyek-proyek baru.

Berikut ulasan mengenai vesting crypto dan efeknya terhadap harga token pasca ICO.

Ingin mendapatkan ulasan menarik terkait proyek cryptocurrency terbaru? Bergabunglah dengan Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram: baca ulasan dan proyek cryptocurrency, tanyakan dan dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari trader PRO. Gabung sekarang!

Apa Itu Vesting Crypto?

Vesting dalam crypto adalah larangan transaksi penjualan sejumlah token atau koin cryptocurrency selama jangka waktu tertentu.

Periode vesting, yang juga dikenal dengan token lockup period, mengacu pada periode ketika token yang terbit selama tahap pre-sale tidak boleh dijual. Token pre-sale ini bisanya untuk alokasi para pendiri dan tim developer sebagai insentif untuk kontribusi mereka dalam proyek.

Tujuan Utama Vesting Crypto

Dalam kondisi tokenomic yang sehat, investor awal masih tetap memegang token dan tidak melepasnya segera ke pasar. Dengan adanya vesting crypto, harga token milik tim developer dan investor awal masih terjaga setelah ICO. Penguncian token juga mencegah para investor awal ini menjual aset mereka segera setelah trading mulai di pasar, sehingga bisa melindungi pemegang token yang baru.

Dengan mengunci token, proyek kripto bisa mencegah harganya turun segera saat mulai tercatat di bursa crypto. Biasanya ini menjadi bagian dari kebijakan anti-dump untuk menarik investor baru dan mendapat kepercayaan untuk proyek jangka panjang.

Cara Kerja Vesting

Proses vesting biasanya bermula dari penyisihan sejumlah aset yang sengaja dialokasikan untuk vesting. Dalam dunia crypto, vesting bisa berupa sejumlah persentase dari pasokan token. Nah, alokasi token vesting ini biasanya terkunci dalam periode tertentu.

Sebagai kompensasi dari kerja keras dan investasi awal sebuah proyek, tim pengembang awal biasanya mengalokasikan sejumlah porsi dari pasokan token kepada anggota tim. Rata-rata alokasi tim ini ada dalam kisaran 5-30% dari total pasokan token.

Bagi proyek baru yang belum terkenal, alokasi bagi tim developer ini mungkin layak tetapi mereka bisa saja meninggalkan proyek dengan mudah tanpa komitmen. Makanya untuk menunjukkan komitmen, tim pengembang mengalokasikan vesting untuk periode tertentu, yang biasanya cukup lama mulai dari saat penawaran koin dalam ICO hingga proyek mulai mapan.

Alokasi vesting untuk tim pengembang mulai menjadi praktik umum semenjak gelombang proyek smart contract pada 2017. Selain memperkuat tokenomic, penguncian token ini meyakinkan investor akan komitmen tim untuk mengembangkan proyek setidaknya hingga periode vesting crypto selesai.

Namun, detail mengenai jangka waktu vesting, jumlah token terkunci dan jadwalnya, sangat bergantung pada proyek tersebut.

Manfaat Vesting dalam Proyek Crypto

Vesting menjadi sebuah praktik umum dalam sebuah proyek cryptocurrency. Tentu ada alasan bagi sebuah proyek menerapkan jadwal vesting. Berikut tiga manfaat dari vesting crypto

a. Mencegah Penjualan Terlalu Awal

Manfaat pertama dari vesting crypto adalah mencegah penjualan token oleh para pendiri, investor awal dan pengembang yang bisa membuat pasokan berlebih dan menekan harganya. Sebab, mereka tidak bisa menjual token segera setelah penawaran publik atau ICO.

Ketika token terkunci dalam program vesting, nilainya cenderung terjaga, atau bahkan naik bila proyeknya berhasil. Ini memberikan keyakinan bagi investor bahwa investasi crypto mereka aman dan berpotensi tumbuh nilainya.

b. Membangun Loyalitas

Manfaat vesting berikutnya adalah membantu membangun loyalitas dan dedikasi dari anggota tim. Sebab, mereka akan mendapatkan reward atau penghargaan dari kerja keras mereka di masa depan dalam bentuk token.

Dengan cara ini, para pengembang memiliki kepentingan agar proyek berjalan sukses. Dengan keberhasilan proyek, anggota tim layak mendapatkan token dan valuasi dari proyek tersebut juga meningkat.

c. Mencegah Penipuan

Kemudian, vesting token juga memberikan manfaat dalam hal mencegah penipuan atau penyelewengan dana. Vesting crypto mencegah orang membeli token hanya untuk tujuan dumping segera setelah harganya naik tinggi.

Aktivitas penipuan yang terorganisir seperti pump-and-dump bisa membuat sebuah proyek mengalami kekurangan dana, bahkan tidak bisa lanjut berjalan. Investor yang curang pasti enggan mengunci dana mereka untuk waktu yang lama hingga periode vesting selesai.

Dampak Vesting Terhadap Harga Token

Secara umum, vesting crypto memiliki dampak terhadap stabilitas pasokan. Penguncian aset memastikan sejumlah besar token tidak tiba-tiba masuk dalam peredaran di pasar. Ini memberikan waktu bagi proyek untuk mencapai kestabilan sebelum token baru masuk ke pasar.

Jika berjalan lancar, vesting crypto dapat menciptakan korelasi kuat antara pasokan dan permintaan. Artinya, pasokan meningkat seiring dengan permintaan terhadap token tersebut. Pasokan yang mengalir bertahap bisa mencegah guncangan atau kehancuran harga secara mendadak karena rekasi pasar terhadap jumlah token baru.

Investor umumnya lebih tertarik pada proyek dengan alokasi token tim yang terkunci atau belum rilis sepenuhnya, tergantung pada jadwal vesting. Proyek dengan penerbitan token jujur ​​dan memiliki rencana vesting juga biasanya bukanlah penipuan rug pull atau tipe kejahatan lainnya.

Harga token pada akhirnya bergantung pada jadwal vesting, termasuk durasi vesting dan pola penerbitan alokasi token.

Tipe-tipe Vesting Crypto

Ada tiga jenis utama jadwal vesting kripto berdasarkan pola rilis token.

a. Linear Vesting

Ini adalah pola vesting yang alurnya jelas, lengkap dengan jadwal terukur untuk token vesting dan pelepasan token. Maksudnya, token crypto dikunci dan dilepas dalam interval yang rutin.

Contohnya, 10% dari pasokan proyek crypto dialokasikan untuk pengembangan komunitas dan dikunci dengan pola linear. Periode vesting akan jatuh tempo lima tahun setelah ICO, dengan jadwal pelepasan seluruhnya selesai dalam durasi 20 bulan.

Dalam struktur vesting ini, artinya token akan terkunci selama 5 tahun. Dan pada akhir periode 5 tahun itu, token akan dilepas secara bertahap dalam jumlah sama selama periode 20 bulan berikutnya. Artinya 5% dari (10%) alokasi akan meluncur setiap bulan setelah periode vesting 5 tahun tersebut.

Dampak dari pelepasan token terhadap harga adalah sama, asal faktor lainnya tetap sama. Meskipun ada fluktuasi, trader bisa mengelola variasi pasar dengan peningkatan pasokan. Serta, mereka juga bisa menggunakan pengukuran demand-supply karena token akan rilis dalam interval reguler.

b. Graded Vesting

Jadwal graded vesting memungkinkan token rilis dalam jumlah yang tidak sama. Jumlah ini bisa meluncur dalam jangka waktu yang juga tidak sama.

Contohnya, alokasi tim (10% dari total pasokan) terkunci selama 5 tahun dan akan rilis dalam interval 2 tahun dengan pola graded vesting. Polanya misalnya berupa 10%, 30,%, 40%, dan 20% dari total alokasi tim. Dan waktunya tersedia masing-masing dalam 3 bulan, 10 bulan, 19 bulan dan 24 bulan setelah jatuh tempo. Anggota tim selama periode ini akan mendapatkan token yang baru rilis tersebut.

Pola rilis token bertahap ini, yaitu persentase dan jangka waktunya, bisa berbeda dengan pola linear, tergantung dari strategi distribusinya. Token yang rilis dalam interval ini akan memberi dampak pada harga yang relatif terhadap persentase total token terkunci.

Kondisi permintaan dalam hal ini berperan penting. Namun, jika permintaan stabil, kemungkinan harga bisa anjlok lebih dalam ketika jumlah token yang dirilis lebih banyak, karena pasokan berlebih. Efek ini terjadi karena reaksi investor terhadap antisipasi rilis, sehingga melakukan penjualan sebagai antisipasi penurunan harga.

c. Cliff Vesting

Sesuai dengan namanya, cliff vesting menimbulkan perubahan tajam, seperti seseorang jatuh dari tebing. Ini bisa menentukan kapan program vesting mulai atau kapan seseorang mendapatkan token vesting.

Misalnya, program cliff vesting mulai setelah seorang karyawan bekerja 6 bulan dengan sukses. Jika karyawan itu mengundurkan diri atau pergi sebelum menyelesaikan 6 bulan pertamanya, dia tidak boleh mendapat token dari vesting. Setelah batas waktu cliff vesting selesai, program vesting bisa berlanjut dengan pola linear atau graded.

Dampak dari pola cliff vesting terhadap harga adalah kombinasi dari dedikasi tim dan dampaknya seperti pada linear atau graded vesting, tergantung jadwalnya. Dengan menggunakan format vesting ini, anggota tim wajib menyelesaikan proyek hingga periode cliff vesting untuk mendapat reward.

Kesimpulan

Pasokan token menjadi satu hal terpenting sebelum berinvestasi dalam suatu proyek cryptocurrency. Namun, yang lebih penting lagi adalah bagaimana proyek tersebut mengelola pasokan token. Vesting crypto menjadi salah satu cara untuk mengelola pasokan token.

Dengan adanya penguncian token milik developer dan investor awal selama periode tertentu, pasokan bisa terjaga sehingga harga sebuah koin crypto tidak jatuh di awal penawaran publiknya atau ICO. Di samping itu, vesting bisa menjadi sebuah reward yang menunjukkan komitmen developer terhadap keberhasilan sebuah proyek di masa depan.

Selalu lakukan riset sebelum mulai berinvestasi di proyek crypto dan berhati-hatilah dalam menggunakan smart contract.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Mei 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori