Bitcoin btc
$ usd
Laporan Berita

Binance Bantah Changpeng ‘CZ’ Zhao Dapat Red Notice dari Interpol

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang

Ringkasan

  • Pihak Binance membantah desas-desus bahwa Changpeng ‘CZ’ Zhao menghadapi permintaan Red Notice yang dikeluarkan oleh Interpol.
  • Kemunculan rumor ini bertepatan setelah Binance dan CZ menghadapi tuntutan dari CFTC Amerika Serikat.
  • Meski begitu, banyak pihak yang menilai penerbitan Red Notice tersebut tidak mungkin, karena kasus CFTC melawan Binance dan CZ bersifat perdata.

Pihak Binance membantah desas-desus bahwa Changpeng ‘CZ’ Zhao menghadapi permintaan Red Notice yang dikeluarkan oleh Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) untuk mencari dan menangkan CEO crypto exchange terbesar di dunia itu.

Sebagai informasi, Red Notice adalah permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk mencari dan menangkap seseorang atas tindakannya yang melanggar hukum pidana.

“Rumor itu tidak benar,” kata juru bicara Binance.

Rumor ini ternyata sempat membuat turun harga sejumlah kripto; seperti native token Binance, yaitu BNB, Bitcoin (BTC), dan kripto lainnya secara luas.

Pergerakan harga BNB yang sempat turun | Sumber CoinGekco
Pergerakan harga BNB yang sempat turun | Sumber: CoinGecko

CZ pun menyoroti ada sebuah gambar Red Notice Interpol untuk dirinya yang ternyata merupakan editan atau bukan asli.

“Jika Anda panic sell pada FUD (fear, uncertainty, dan doubt) atau gambar Photoshop, Anda tidak akan menjadi kaya. Blokir sumber FUD,” tulis CZ pada Selasa (4/4) dini hari.

CZ pada hari Selasa siang menambahkan bahwa, “FUD terbaru hanya disebarkan oleh sejumlah outlet berita kripto dan KOL (Key Opinion Leader). Kemungkinan ditanam atau disponsori oleh crypto exchange lain. Sangat picik. Menyakiti industri kripto dan melukai diri mereka sendiri. Ada cukup banyak kekuatan eksternal yang menyerang kita. Industri kita perlu bersatu pada saat ini.”

Akun Twitter Cobie Bagikan Rumor Terenkripsi

Publik pada hari Senin (3/4) malam dihebohkan ketika mereka mengetahui isi pesan terenkripsi yang dibagikan akun Twitter Cobie yang sudah terkenal di komunitas kripto.

Dalam sebuah cuitan, Cobie membagikan urutan angka dan huruf yang dienkripsi menggunakan fungsi hash SHA-256.

Adapun isi pesan terenkripsi itu diklaim tidak dimaksudkan untuk dilihat publik dan itu mungkin hanya tebakan liat. Namun, seseorang menemukan cara untuk memecahkan pesan terenkripsi itu dan lantas berita menyebar luas.

Isi pesan terenkripsi itu, “Red Notice Interpol untuk CZ.”

Dengan Binance dan CZ yang baru saja dituntut oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) Amerika Serikat (AS) karena menghindari undang-undang (UU) di negara itu dengan sengaja, sebuah gagasan bahwa CZ mungkin menghadapi penyelidikan kriminal mungkin terdengar masuk akal bagi sejumlah pihak. Namun, sebenarnya, tuduhan itu bersifat tindakan penegakan perdata.

Di Twitter, Chief Strategy Officer (CSO) Binance, Patrick Hillmann, ikut berkomentar tentang rumor itu.

“Satu dari dua hal berikut ini adalah benar. Pertama, [cuitan Cobie itu] omong kosong. Kedua, agen penegak hukum secara ilegal membocorkan elemen berkas kasus. Taruhan saya adalah yang pertama,” tulis Patrick Hillmann.

Cobie Berikan Klarifikasi tentang Cuitannya terkait CEO Binance

Dalam perkembangannya, Cobie mengatakan bahwa cuitan pesan terenkripsi itu dia bagikan di Twitter setelah mendengar rumor.

Cobie memberi catatan bahwa rumor itu dapat diungkapkan nanti asalkan itu menjadi kenyataan. Di sisi lain, pihak yang membuat cuitan pesan terenkripsi itu juga dapat secara diam-diam menghapusnya karena rumor itu benar-benar salah.

“Inti dari skema komitmen hash adalah tidak seorang pun boleh membacanya sampai rahasianya terungkap,” jelas Cobie.

Adapun Cobie mengklaim telah membagikan cuitan berisi pesan terenkripsi yang berisi rumor lebih dari 20 kali dalam setahun terakhir tanpa rahasia itu terungkap.

Dia memperkirakan sepertinya ada seseorang yang membocorkan akses untuk mendekripsi pesan terenkripsi yang dia bagikan untuk menciptakan kehebohan, menghapus konteks rumor, dan menjatuhkan beban itu kepada Cobie yang membagikan pesan terenkripsi itu secara publik.

Ngomong-ngomong, itu seharusnya tidak dapat dibaca kecuali saya mengungkapkannya. Maaf tentang itu. Sekali lagi, akan mempersempit daftar orang yang dapat saya percayai. Sejak membuat cuitan hanya mengarah pada hal-hal buruk daripada hal-hal baik, saya mungkin akan melakukannya jauh lebih sedikit di masa depan,” ungkap Cobie.

Terkait kegaduhan ini, Cobie juga mengeluh bahwa dia masih tidak paham mengapa setiap outlet berita kripto memperlakukan cuitan prediksi yang disegel, berdasarkan rumor (yang sudah mereka ketahui beredar) sebagai ‘berita’ yang perlu ditanggapi oleh Binance.

“Maksud saya, akun saya kebanyakan shitpost. Saya bukan sumber jurnalis yang diandalkan,” tulis Cobie.

Terkait pernyataan itu, jurnalis Frank Chaparro, mengaku,” Kami menghubungi Binance sebelum cuitan Anda [Cobie]. Desas-desus beredar sebelum tweet Anda di antara sejumlah pelaku pasar yang sangat serius.”

Terkait hal ini, akun Twitter jurnalis Colin Wu juga menyatakan, “Beberapa eksekutif kripto di AS juga secara pribadi menyebarkan pesan tersebut. Namun, CFTC [vs Binance dan CZ] jelas merupakan gugatan perdata. Sehingga, Red Notice Interpol tampaknya tidak masuk akal.”

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.