Bisnis Metaverse Induk Usaha Facebook Masih Merugi Rp42,99 Triliun

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Perusahaan induk Facebook, Meta Platforms, Inc., merilis laporan keuangannya di kuartal I 2022.

  • Dari laporan keuangan tersebut, terlihat bahwa bisnis metaverse Meta masih mencatatkan kerugian.

  • CEO Meta, Mark Zuckerberg, mewajarkan hal itu; mengingat unit bisnis metaverse masih dalam tahap pengembangan dan belum banyak orang yang menikmatinya.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Induk usaha Facebook, Meta Platforms, Inc., baru saja merilis laporan keuangannya untuk tiga bulan pertama di tahun ini. Menilik laporan keuangan Meta, bisnis metaverse yang saat ini tengah ditapaki oleh perusahaan masih mencatatkan rugi US$2,96 miliar atau sekitar Rp42,99 triliun dengan asumsi kurs Rp14.525 per dolar AS.

Menilik laporan keuangan Meta, nilai kerugian perusahaan untuk bisnis metaverse melonjak signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Di Januari – Maret tahun lalu, nilai kerugian bisnis metaverse Meta berada di level US$1,82 miliar.

Dunia virtual ini merupakan bisnis baru Meta yang berada di bawah unit usaha Reality Labs. Tipisnya angka pendapatan perusahaan menjadi salah satu penyebab menebalnya kerugian perseroan.

Pendapatan dari Unit Bisnis Metaverse Sebesar US$695 Juta

Sampai dengan Maret tahun ini, pendapatan yang dihasilkan dari Reality Labs mencapai US$695 juta, meningkat 30,14% dari capaian pendapatan di tiga bulan pertama tahun lalu yang sebesar US$534 juta.  

Founder dan CEO Meta Platform Inc, Mark Zuckerberg, mengatakan, unit bisnis baru yang berjalan masih dalam tahap pengembangan dan belum banyak orang yang menikmatinya. Kerugian yang dialami masih dalam tahap wajar.

“Setelah pasarnya tercipta, bisnis ini akan menjadi kontributor pendapatan yang besar bag bisnis perusahaan,” katanya seperti dikutip Techcrunch.

CFO Meta Platform Inc, David Wehner, dalam laporan keuangan menyebutkan, sepanjang tahun ini perusahaan memprediksi pengeluaran Meta bakal berada di kisaran US$87 – US$92 miliar. Proyeksi tersebut dikatakan David akan banyak di alokasikan untuk pengembangan unit usaha Family Labs dan Reality Labs.

“Total expenses tahun ini, kami turunkan dari perkiraan sebelumya yang sebesar US$90 – US$95 miliar menjadi US$87 – US$92 miliar,” jelasnya.

Oleh karena itu, Meta terus menggenjot jumlah pengguna harian aktif di platform media sosialnya. Mark menuturkan, salah satu sumber pendanaan untuk membiayai proyek perusahaan dalam realitas virtual adalah, pendapatan dari aplikasi Facebook, Instagram, ataupun Whatsapp dan Messenger.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, angka daily activer user (DAU) perusahaan masih sanggup naik ke posisi 1,96 miliar, dari posisi 1,92 miliar di kuartal sebelumnya.

Horizon Worlds Mulai Monetisasi

Aplikasi VR sosial perusahaan, Horizon Worlds, mulai meluncurkan fitur monetisasi untuk para kreator di akhir kuartal pertama. Namun hasil yang didapat tidak akan berpengaruh banyak jika perusahaan tisak secara signifikan berhasil menarik lebih banyak pengguna.

Zuckerberg menambahkan, Meta akan segera merilis versi web dari Horizon Worlds. Sehingga para penguna yang tidak memiliki dana untuk memberi headset VR seharga US$300, bisa merasakan pengalaman yang sama.

“Untuk membangun itu semua membutuhkan biaya yang mahal. Hal itu bisa dipahami lantaran sebelumnya belum pernah ada yang membangunnya,” jelas Zuckerberg.

Karena hal itu juga, profitabilitas Meta sangsi bisa bertumbuh di tahun ini. Terlebih lagi, pendapatan yang bersumber dari iklan tidak tumbuh secepat yang diharapkan.

Mesin uang Meta dari Reality Labs adalah hasil penjualan headset. Selama musum liburan musim panas, Meta Quest 2 mengalami lonjakan penjualan yang mantap. Tidak lama lagi, Meta akan segera merilis headset terbarunya dengan nama “Project Cambria”.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Topik Terkait

Adalah seorang pecinta kuliner yang pernah berkiprah di beberapa media ekonomi dan bisnis . Berpengalaman di bidang konten keuangan sebagai penulis dan editor artikel di startup. Gemar mendengarkan musik Britpop dan suka memasak di waktu senggang. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan

Ikuti Penulis