Blokir Alamat Wallet Pengguna yang Berinteraksi dengan Tornado Cash, Begini Tanggapan Aave

Ringkasan
  • Aave telah memberikan tanggapan atas pemblokiran akses platform miliknya terhadap wallet Aave yang berinteraksi dengan Tornado Cash setelah terkena sanksi OFAC.
  • Justin Sun, pendiri blockchain TRON, mengatakan bahwa dia sudah bisa mengakses kembali wallet Aave miliknya.
  • Akibat telah sewenang-wenang memblokir alamat penggunanya, komunitas kripto pun mempertanyakan aspek desentralisasi dari protokol tersebut.

Aave Protocol, sebuah protokol pemberi pinjaman DeFi, menjelaskan bahwa yang bertanggung jawab atas pemblokiran alamat wallet pelanggannya adalah TRM API yang merupakan bagian dari aplikasinya. Dalam hal ini, alamat-alamat yang menerima ETH via Tornado Cash dari sumber yang tidak dikenal pun terkena imbasnya.

Dalam sebuah utas Twitter pada hari Sabtu, protokol tersebut mengklaim bahwa mereka telah menerima bantuan berupa intelijen blockchain dari TRM Labs. Dengan demikian, Aave pun berhasil mengintegrasikan TRM API ke frontend aplikasinya untuk memastikan keamanan dan perlindungan pada sistemnya.

Terkait integrasinya itu, protokol DeFi ini menjelaskan, “Parameter risiko TRM API [bertugas] mengidentifikasi semua wallet yang telah berinteraksi dengan contract Tornado Cash.”

Kemudian, parameter tersebut akan bertindak sesuai dengan sanksi yang diberikan OFAC terhadap Tornado Cash. Aave juga memblokir semua alamat yang memenuhi kriteria tersebut, setelah sanksi itu diberlakukan.

Hal itulah yang menyebabkan beberapa alamat pengguna Aave terblokir. Bahkan, mereka yang “dikirimi ETH ‘dusted‘ oleh pihak ketiga yang berinteraksi dengan kontrak Tornado Cash tanpa persetujuan” juga terkena imbasnya.

Akan tetapi, Aave juga menjelaskan bahwa mereka masih akan berusaha untuk mengatasi masalah ini dan akan “terus mengevaluasi mitigasi risiko yang bertanggung jawab dan valid, mengingat situasinya [saat ini].”

Di sisi lain, protokol pemberi pinjaman ini juga menegaskan kembali bahwa protokolnya masih tetap terdesentralisasi dan diatur oleh DAO. Tidak hanya itu, mereka juga meminta “komunitasnya untuk tetap terlibat dan secara aktif berjuang demi keuangan yang terbuka dan adil.”

Justin Sun Kembali Dapatkan Akses ke Akun Aave Miliknya

Sementara itu, di antara mereka yang menjadi korban dusting dan menerima US$0,1 ETH melalui Tornado Cash, Justin Sun adalah salah satunya. Akibatnya, akun Aave miliknya juga terblokir karena dana tersebut. Tapi, ia sudah mengonfirmasi bahwa akunnya telah kembali aktif.

Sebelum itu, Justin Sun sempat mengungkapkan bahwa ia tidak bisa mengakses Aave sejak tanggal 13 Agustus. Lalu, pada saat yang sama, pendiri TRON itu juga sudah menjelaskan bahwa Aave telah memblokir wallet miliknya, karena adanya transaksi yang terkait dengan Tornado Cash.

Akibat pemblokiran itu, menurut Peckshield, terdapat lebih dari 600 wallet yang terkena imbasnya.

Sementara itu, menurut informasi yang ada, terdapat protokol terdesentralisasi lainnya yang ikut menghentikan aktivitas penggunanya karena sanksi OFAC terhadap Tornado Cash tersebut. Contohnya seperti Uniswap, Balancer, dYdX, dan beberapa protokol lainnya.

Komunitas Kripto Pertanyakan Aspek “Desentralisasi” pada Protokol DeFi Ini

Di sisi lain, keputusan Aave dan beberapa protokol DeFi untuk menyaring dan memblokir alamat yang telah berinteraksi dengan Tornado Cash juga telah mengakibatkan munculnya keraguan dari banyak pihak. Sebab, keputusan tersebut berkebalikan dengan aspek “desentralisasi” yang mereka emban.

Dalam kasus Aave ini, komunitas protokol tersebut mempertanyakan tentang logika seperti apa yang protokol terapkan sampai-sampai harus memblokir akses pengguna biasa (front end) ke Aave. Padahal, sang aktor jahat bisa saja masih tetap memilih untuk langsung berinteraksi dengan kontrak Tornado Cash.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.