Lihat lebih banyak

BSN Cina Akan Luncurkan Proyek Spartan Network ke Pasar Global

2 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • BSN Cina akan menggarap proyek bertajuk BSN Spartan Network yang akan membawa berbagai aplikasi blockchain yang sudah saling terhubung ke dalam cloud untuk pasar global.  
  • Meski mengusung embel-embel blockchain, rupanya BSN Spartan Network tidak menggunakan pembayaran dalam cryptocurrency, melainkan dolar AS (USD).
  • BSN Spartan Network diperkirakan akan mendapatkan pengawasan oleh pihak luar negeri, karena produk ini ada hubungannya dengan pemerintah Cina.
  • promo

Blockchain-based Service Network (BSN), proyek infrastruktur blockchain yang didukung pemerintah Cina, bersiap melakukan ekspansi internasional secara besar-besaran untuk pertama kalinya. BSN bakal membawa berbagai aplikasi blockchain yang sudah saling terhubung ke dalam cloud untuk pasar global.  

Dikutip dari CNBC, proyek yang berjuluk BSN Spartan Network itu akan diluncurkan pada Agustus 2022. Nantinya, jaringan blockchain BSN akan terdiri dari setengah lusin blockchain publik yang tidak beroperasi dengan cryptocurrency apa pun, melainkan dengan dolar AS. Cryptocurrency tidak dimungkinkan, karena Cina telah menindak keras koin digital.

CEO Startup Red Date Technology, Yifan He, mengatakan biaya transaksi blockchain akan dibayarkan dalam dolar AS, alih-alih Ethereum. Red Date Technology ialah start-up yang berkantor pusat di Hong Kong dan salah satu pendiri BSN.

Proyek ini bertujuan untuk menekan biaya penggunaan rantai publik, sehingga sistem teknologi informasi dan sistem bisnis yang lebih tradisional dapat menggunakan rantai publik sebagai bagian dari sistem mereka.

“Itulah sebabnya kami bekerja dengan protokol rantai publik utama lainnya untuk meyakinkan mereka bahwa arus utama adalah rantai publik non-crypto,” kata Yifan.  

Ia menyadari bahwa ketika produk ditawarkan tantangannya adalah tidak memiliki cryptocurrency. Maka itu, prediksinya, BSN Spartan Network akan tersendat-sendat pada tahun pertama atau kedua karena mayoritas orang di industri blockchain hanya mengerti crypto.

Tantangan Besar yang Akan Dihadapi BSN Spartan Network

Selain tidak memiliki cryptocurrency, BSN Spartan Network diperkirakan akan diawasi oleh pihak luar negeri, karena produk ini ada hubungannya dengan pemerintah Cina. BSN didirikan oleh Pusat Informasi Negara (SIC) yang berada di bawah Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) di Cina, bersama dengan Red Date, China Mobile, dan China UnionPay.

Yifan menjelaskan BSN Spartan akan berbasiskan perangkat lunak open source sehingga dapat diakses publik. BSN juga bakal bekerja sama dengan banyak perusahaan barat.  

“Orang akan mengatakan BSN dari Cina, itu berbahaya. Saya tekankan, BSN Spartan akan menjadi open source…kami tidak akan mengakses apa pun,” ucapnya.  

Menurutnya, pengguna akan dapat memeriksa kode di balik proyek tersebut untuk memastikan tidak ada akses pintu belakang bagi pemerintah Cina.

Dalam pidatonya pada 2019, Presiden Cina, Xi Jinping, menyatakan Cina perlu merebut peluang dari teknologi blockchain. Ia menilai blockchain adalah terobosan penting dalam inovasi independen dari teknologi inti.

Blockchain lantas diangkat sebagai prioritas nasional bagi Cina yang kemampuannya akan dieksplorasi dan ditingkatkan. Pidato itu mengawali kelahiran Blockchain-based Service Network (BSN), platform yang dapat memfasilitasi penyebaran teknologi blockchain untuk perusahaan.

Gandeng Blockchain Open-Source Korea Selatan

Belum lama ini, BSN Cina bermitra dengan Klaytn Foundation membangun Open Permissioned Blockchain (OPB) Chongqing Chain yang beroperasi di infrastruktur BSN. Klaytn Foundation adalah ekosistem blockchain open-source yang didukung raksasa internet asal Korea Selatan, yakni Kakao Corp.   

Dengan kerjasama itu, developer Klaytn dapat terhubung ke jaringan blockchain BSN dan masuk ke pasar Cina. Begitu juga sebaliknya, developer Cina yang ingin melompat ke pasar global dapat memanfaatkan Chongqing Chain.

CEO Chongqing Cloud Chain Technology, Xia Yong, mengatakan perusahaan-perusahaan dapat memanfaatkan rantai ini karena biayanya rendah, dapat dipakai untuk implementasi teknologi, mudah penggunaannya.

Proyek pertama dalam Chongqing Chain akan mencakup Meta Tel, Layanan Jaringan Sosial (SNS) terdesentralisasi yang menyediakan privasi data, serta pencetakan IP Chongqing dan Korea melalui Chongqing Chain Distributed Digital Certificate (DDC), yang mirip dengan teknologi di balik NFT.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori