Buntut Kehancuran Terra, Pemerintah Korea Selatan Akan Segera Bentuk Komite Khusus Aset Digital

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Pemerintah Korea Selatan dilaporkan bakal meluncurkan Komite Aset Digital di bulan ini.

  • Komite tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan pekerjaan dari berbagai kementerian demi perlindungan investor yang lebih baik.

  • Langkah ini diambil menyusul kejadian krisis ekosistem Terra yang menelan kerugian dalam jumlah fantastis.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Laporan dari media lokal mengonfirmasi bahwa pemerintah Korea Selatan akan meluncurkan Komite Aset Digital di bulan ini, menyusul kasus kehancuran ekosistem Terra.

Demi perlindungan investor yang lebih baik dan pengawasan pasar yang lebih ketat, menurut laporan, komite tersebut bakal mengintegrasikan cara kerja berbagai kementerian di bawah perencanaan dan keuangan, komisi keuangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, komunikasi informasi, dan vertikal perlindungan informasi pribadi.

Salah seorang pejabat dari partai yang sedang berkuasa di Korea Selatan mengatakan pada media tersebut, “Peluncuran komite aset digital akan segera [dilakukan] setelah inaugurasi ketua keuangan yang baru.”

Bicara tentang waktu pelaksanannya, ia memprediksikan di minggu terakhir bulan Juni.

Pengawas Aset Digital Pertama di Korea Selatan

Versi terjemahan dari laporan tersebut menyatakan, “Ada banyak diskusi tentang organisasi pemerintahan khusus yang akan berperan sebagai menara kendali, tetapi ini adalah kali pertama bahwa peluncuran komite aset digital telah terkonfirmasi secara resmi.”

Sementara itu, otoritas domestik sedang menyelidiki Terraform Labs dan CEO-nya, Do Kwon, tak lama setelah krisis algorithmic stablecoin TerraUSD. Be[In]Crypto sempat melaporkan bahwa penyelidik di Korea Selatan telah memanggil mantan karyawan dan developer ekosistem Terra baru-baru ini. Berdasarkan laporan terkini, jumlah investor yang telah mengajukan tuntutan tambahan terhadap para pendiri Terra dan meminta ganti rugi mencapai 76 orang.

Dengan begitu, komisi yang akan dibentuk itu diharapkan untuk menerapkan kebijakan di dalam industri aset virtual, hingga kerangka kerja hukum berlaku. Beberapa tugas dari komite di antaranya termasuk menetapkan panduan untuk listing, mengawasi praktik perdagangan yang tidak adil, mengolah kembali sistem pengungkapan, dan upaya perlindungan investor.

Akankah LUNA 2.0 Mengulang Kisah yang Sama?

Volatilitas dari koin LUNA 2.0 masih menjadi kekhawatiran pasar, karena pihak berwenang menyelidiki keruntuhan ekosistem Terra dan membuat kerangka standar regulasi yang diperketat.

“Ini adalah benar-benar pertaruhan yang kripto tidak pernah saksikan,” ujar Fadi Aboualfa, Kepala Penelitian di perusahaan pialang kripto Copper, kepada Bloomberg.

Sementara itu, beberapa exchange sudah mulai mendaftarkan koin LUNA 2.0 pada platform mereka, sebelum memulai airdrop kepada komunitas. Jesse Powell, CEO dari crypto exchange Kraken, mengatakan bahwa perusahaannya mendaftarkan LUNA 2.0, karena “permintaan klien” dan “listing bukan berarti dukungan”.

Di samping Kraken, Huobi juga sudah mendaftarkan LUNA 2.0 pada platform mereka.

“Bagi pengguna yang hold LUNA 1.0 di platform, airdrop LUNA 2.0 idealnya dapat membantu menebus kerugian pada insiden sebelumnya,” ujar mereka kepada awak media.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Shraddha adalah seorang jurnalis di India yang telah bekerja di berita bisnis dan finansial sebelum menyelami dunia kripto. Sebagai seorang penggemar investasi, dia juga memiliki ketertarikan dalam memahami kripto dari pendirian finansial pribadi.

Ikuti Penulis