Bybit secara bertahap akan membatasi trading aset kripto di platform Global mereka untuk pengguna di seluruh Area Ekonomi Eropa (EEA), sehingga menjadi exchange besar kedua setelah Binance yang mundur dari Eropa menjelang tenggat waktu MiCA pada 1 Juli.
Exchange ini menyampaikan bahwa pengguna yang terdampak akan mendapat pemberitahuan terlebih dahulu dan tetap bisa mengakses aset mereka. Bybit EU, entitas Eropa yang memiliki lisensi terpisah, tetap beroperasi, sementara pesaingnya, OKX, berupaya menarik trader yang akan meninggalkan Bybit dan Binance.
Bybit Mundur Dari Eropa Sebelum Tenggat MiCA
Masa transisi MiCA akan berakhir pada 1 Juli 2026. Setelah itu, hanya perusahaan yang memegang lisensi Crypto-Asset Service Provider (CASP) yang dapat melayani penduduk EEA. ESMA menegaskan tidak akan ada perpanjangan waktu dan memberikan peringatan terakhir kepada perusahaan yang belum berlisensi.
Dalam pengumumannya, Bybit menyebutkan terdapat 29 negara EEA yang akses ke platform Global mereka akan dibatasi secara bertahap. Pengguna yang terdampak akan menerima jadwal untuk mengatur posisi dan tetap memperoleh hak pengelolaan serta penarikan aset.
“Kami ingin menginformasikan kepada Anda terkait perkembangan operasional dan struktural tertentu di Area Ekonomi Eropa (EEA) dalam konteks upaya penyesuaian regulasi yang sedang berjalan,” bunyi kutipan dari pengumuman tersebut.
Bybit EU, cabang grup dengan lisensi di Wina, tetap beroperasi. Bybit EU termasuk dalam 14 exchange Eropa yang sepenuhnya berlisensi di daftar ESMA, meski Malta untuk saat ini belum masuk dalam cakupan paspornya.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
OKX Incar Trader Saat Binance Tinggalkan Uni Eropa
Binance sudah mengambil langkah ini beberapa hari sebelumnya. Exchange terbesar di dunia tersebut mencabut pengajuan MiCA Yunani setelah muncul kabar bahwa regulatornya kemungkinan menolak untuk meloloskan co-founder Changpeng Zhao (CZ).
Pengawasan semacam ini memiliki riwayat panjang. Binance mengaku bersalah di Amerika Serikat pada tahun 2023 dan membayar lebih dari US$4,3 miliar, sementara CZ mengakui tuduhan pencucian uang dan mengundurkan diri sebagai CEO.
Binance akan menghentikan layanan di Uni Eropa mulai 1 Juli dan berencana mendaftar ulang, kabarnya di Prancis.
OKX bergerak cepat memanfaatkan gangguan ini menjadi peluang. OKX menjadi salah satu exchange global pertama yang mendapat lisensi di bawah MiCA, menerima persetujuan dari Malta pada Januari 2025, dan sudah memegang izin MiFID untuk produk derivatif.
Produk derivatif ini sangat penting. Binance, OKX, dan Bybit masuk dalam tiga exchange derivatif terbesar berdasarkan volume tahun 2026, meski saat ini Bybit EU hanya menawarkan trading spot.
Kepala OKX Eropa, Erald, mengajak pengguna Bybit dan Binance untuk pindah ke OKX dengan menawarkan promo 8% untuk setoran baru.
“Kini kami menawarkan 8% untuk setoran baru. Jangan tunggu lagi untuk memindahkan aset Anda dari Bybit Global dan Binance ke OKX,” ajak Erald.
Di sisi lain, CEO Star Xu mempertanyakan apakah kegagalan Binance benar-benar merupakan kerugian bagi Eropa, sekaligus memperpanjang rivalitas dan perseteruan publik yang sudah lama dengan Binance dan pendirinya, CZ.
Seruan Xu pada pentingnya supremasi hukum cukup tajam. OKX juga mengaku bersalah di Amerika Serikat pada tahun 2025 atas lebih dari US$5 miliar transaksi mencurigakan, serta membayar denda sebesar US$504 juta. Beberapa bulan setelah mendapat lisensi MiCA, Malta menjatuhkan denda kepada unit Eropa mereka sebesar €1,1 juta.
Kepatuhan Jadi Pembeda Baru Bagi Eropa
Platform berlisensi lain juga memanfaatkan momentum ini. Coinbase membuka hub di Luksemburg, bergabung dengan platform yang telah teregulasi dan membidik para trader yang terdampak.
Kondisi ini menguntungkan perusahaan yang sudah bersiap sejak awal. Marcos Viriato, CEO dan co-founder Parfin, menjelaskan bahwa izin bukan satu-satunya faktor penentu.
“Sebuah lisensi tidak otomatis menciptakan adopsi. Lisensi hanya membangun kondisi yang memungkinkan adopsi terjadi… Kepatuhan kini menjadi keunggulan bersaing,” terang Viriato kepada BeInCrypto lewat email.
Apakah konsolidasi platform yang berlisensi ini akan memberi manfaat atau justru merugikan pengguna di Eropa kemungkinan akan terlihat lebih jelas beberapa bulan setelah tenggat waktu diberlakukan.









