Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengajukan aturan baru mengenai transfer agent pada hari Selasa. Sebuah blockchain bisa menjadi catatan resmi atas kepemilikan saham.
Di hari yang sama, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menyelesaikan kasus dengan seorang trader swaps. Ia telah menghapus pesan yang seharusnya ia simpan sesuai perintah regulator. Kedua tindakan ini menyoroti apa yang dianggap sebagai catatan resmi.
Catatan Saham di Blockchain Bergantung pada Satu Perusahaan yang Kurang Dikenal
Transfer agent berada di belakang setiap saham perusahaan publik. Mereka bertanggung jawab menyimpan file utama pemegang sekuritas, yaitu daftar legal kepemilikan saham; selain itu, mereka juga menyalurkan dividen dan memproses transfer.
Washington belum pernah mengubah aturan tersebut sejak awal 1980-an, namun paket aturan hari Selasa mengubah aturan dan formulir yang ada, mencabut satu aturan, serta menambahkan beberapa aturan baru. Komisaris Hester Peirce menyampaikan di X (twitter) bahwa proposal ini memakan waktu lebih dari satu dekade.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terkini secara langsung
Ketua Paul Atkins mengaitkan pembaruan ini dengan teknologi yang sudah digunakan industri saat ini.
“Proposal ini akan menyederhanakan dan memodernisasi aturan Komisi agar sesuai dengan proses serta operasional transfer agent saat ini, termasuk pemanfaatan komunikasi elektronik serta teknologi blockchain terkait penawaran sekuritas dan transfer saham,” bunyi kutipan dalam pengumuman, mengutip Atkins.
Pernyataan tersebut menentukan apakah sebuah token adalah saham atau hanya pembungkusnya. Sebuah transfer hanya memiliki kekuatan hukum jika chain tersebut memasukkan data pada file resmi. Sementara itu, kesenjangan kepemilikan tokenisasi semakin melebar saat aturan masih stagnan.
Securitize, Computershare, dan Equiniti sudah memulai pekerjaan ini, seperti yang dijelaskan panduan transfer agent dari BeInCrypto. Registrar juga wajib melaporkan sekuritas mana saja yang mereka tokenisasi serta jaringan yang menampungnya.
Denda US$90.000 Akibat Pesan yang Dihapus
Di sisi lain, CFTC menutup kasus dengan situasi sebaliknya. Sebuah pengadilan federal di Manhattan mengeluarkan perintah persetujuan terhadap John Patrick Gorman III. Ia merupakan trader swaps dolar AS dan direktur di sebuah bank investasi global.
Tim penegakan hukum meminta Gorman pada Maret 2019 agar menyimpan dokumen. Namun, ia justru menghapus chat WhatsApp dan satu pesan teks.
Dua bulan kemudian, ia menulis kepada lembaga tersebut bahwa ia tidak menghapus apapun. Ia juga memberikan pernyataan serupa saat bersaksi pada November 2019.
“Upaya untuk menghambat atau menghalangi investigasi Komisi menyentuh inti kemampuan divisi dalam mendeteksi pelanggaran dan menegakkan hukum,” papar CFTC dalam rilisnya, mengutip David Miller, direktur penegakan lembaga tersebut.
Perintah ini menjatuhkan denda US$90.000 kepada Gorman serta melarangnya secara permanen mengulangi perilaku tersebut. Regulator saat ini masih bergantung pada apa yang dipilih trader untuk disimpan, sedangkan kelemahan ini bisa diatasi jika menggunakan ledger bersama.









