Komite Perbankan Senat dikabarkan sedang mempersiapkan jadwal resmi untuk melakukan markup Clarity Act, menurut pembawa acara Crypto In America, Eleanor Terrett.
Jurnalis tersebut mengabarkan perkembangan ini di X, dengan mengutip beberapa sumber industri yang mengetahui langsung isu ini.
Komite Perbankan Senat Soroti Markup Clarity Act
Terrett mengungkapkan bahwa naskah rancangan undang-undang sudah dibagikan pada beberapa anggota industri tertentu menjelang kemungkinan pemungutan suara di komite pada hari Kamis.
Dia menjelaskan bahwa bahasa dalam rancangan undang-undang itu nampaknya masih dalam tahap finalisasi. Revisi tambahan diharapkan akan mengakomodasi prioritas dari para legislator Partai Demokrat.
“Salah satu sumber memberitahu saya suasana secara keseluruhan setelah meninjau rancangan undang-undang ini dan berkoordinasi dengan pemimpin industri lain sejauh ini positif, meski beberapa bagian dalam tanda kurung memunculkan kekhawatiran bahwa sejumlah ketentuan penting yang sebelumnya dianggap telah disepakati sepertinya masih bisa berubah,” tulis Terrett dalam unggahannya.
POLITICO memberitakan secara terpisah bahwa para anggota Demokrat di meja negosiasi “sedang mempertimbangkan untuk tidak memberi dukungan” kecuali versi yang akan diputuskan Komite Perbankan Senat akhir bulan ini mencakup ketentuan terkait etika.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis yang berbagi wawasan ahli
Digital Asset Market Clarity Act telah lolos di House pada bulan Juli. Tapi, setelah itu terjadi kebuntuan selama berbulan-bulan di Senat.
Senator Thom Tillis dan Angela Alsobrooks baru-baru ini mengumumkan kompromi mengenai yield stablecoin. Namun, lima lobi perbankan AS menganggap isi draf tersebut masih belum cukup memadai.
Dukungan Pemilih Bipartisan Menambah Kekutan Politik
Sementara itu, survei nasional HarrisX menunjukkan bahwa 52% pemilih mendukung rancangan undang-undang ini, sedangkan 11% menolaknya.
“Mayoritas pemilih sangat mendukung aturan yang lebih jelas dan perlindungan konsumen untuk aset kripto,” demikian bunyi unggahan tersebut.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Temuan ini juga menunjukkan bahwa legislator bisa mendapatkan dukungan politik dengan mendukung UU tersebut. Sekitar 37% pemilih mengatakan mereka akan lebih mungkin mendukung seorang senator yang memilih setuju terhadap rancangan undang-undang ini.
Hampir 47% responden menyebutkan bahwa mereka mau mempertimbangkan untuk memilih lintas partai. Angka ini melonjak menjadi 72% di antara para holder aset kripto.
Dengan dukungan luas dari pemilih bipartisan, para legislator menghadapi tekanan politik yang semakin besar untuk bertindak. Kini semua mata tertuju pada proses markup dan apakah rancangan ini bisa tetap pada jalurnya untuk memenuhi tenggat 4 Juli dari Gedung Putih.









