Lihat lebih banyak

Coinbase Dapat Restu Tawarkan Produk Derivatif Kripto ke Pelanggan AS

3 mins
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Coinbase kantongi persetujuan dari regulator untuk tawarkan produk derivatif kripto ke pelanggan AS yang memenuhi syarat.
  • Mereka akan memberikan informasi tambahan tentang bagaimana pelanggan AS yang terverifikasi dapat mengakses penawaran produk kripto ini.
  • Setidaknya, Coinbase telah berusaha untuk bisa menawarkan produk derivatif sejak September 2021.
  • promo

Coinbase, crypto exchange terbesar di Amerika Serikat (AS), pada hari Rabu (16/8) mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh persetujuan dari regulator untuk menawarkan produk derivatif termasuk perdagangan berjangka (futures) kripto kepada pelanggan yang memenuhi syarat di Negeri Paman Sam.

Coinbase Financial Markets mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan persetujuan peraturan dari National Futures Association (NFA), sebuah self-regulatory organization atau organisasi pengaturan mandiri yang ditunjuk oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) AS.

Hal itu membuat Coinbase Financial Markets dapat beroperasi sebagai Pedagang Komisi Berjangka (FCM) dan menawarkan kepada pelanggan AS yang memenuhi syarat akses ke produk futures kripto di platform mereka.

Pihak Coinbase mengatakan bahwa para pelanggan mereka akan segera dapat mengakses produk futures kripto melalui Coinbase financial Markets.

Dalam beberapa bulan mendatang, Coinbase akan memberikan informasi tambahan tentang bagaimana pelanggan AS yang terverifikasi dapat mengakses penawaran kripto berjangka ini.

Coinbase Siap Diregulasi Jika Aturannya Masuk Akal

Greg Tusar, Wakil Presiden untuk produk institusional Coinbase, menyebut persetujuan ini sebagai tonggak penting.

Selain itu, pihak Coinbase juga mengatakan bahwa mereka adalah perusahaan native kripto pertama yang secara langsung menawarkan perdagangan spot market kripto tradisional, bersama dengan layanan leverage kripto berjangka yang teregulasi untuk pelanggan terverifikasi.

Pihak Coinbase menilai ini adalah momen yang menentukan untuk dapat menghadirkan produk kripto yang diatur kepada pelanggan AS.

Jika peraturan jelas dan masuk akal, Coinbase mengaku siap bekerja sama dengan regulator untuk menerima otorisasi yang diperlukan demi dapat menawarkan produk kripto.

“Memperoleh persetujuan FCM adalah langkah kami selanjutnya dalam menghadirkan pasar yang transparan dan aman kepada pelanggan kami, sehingga mereka dapat mengakses kontrak berjangka yang diatur bersama dengan spot market kami yang likuid,” ungkap perwakilan Coinbase itu.

Greg Tusar mengatakan bahwa market derivatif kripto global mewakili sekitar 75% dari volume perdagangan kripto di seluruh dunia dan merupakan titik akses trader yang penting.

“Kemampuan untuk berdagang menggunakan margin memberi pelanggan pengaruh dan akses ke market kripto dengan investasi awal yang lebih sedikit daripada perdagangan spot tradisional. Mampu mengekspresikan posisi long dan short, investor juga menggunakan derivatif untuk mengelola risiko pada aset kripto yang mendasarinya,” imbuh Greg Tusar.

Jalan Coinbase dalam Sediakan Produk Derivatif di AS

Pada September 2021, Coinbase telah mengajukan permohonan kepada NFA untuk mendaftarkan diri sebagai FCM.

Memasuki pada Januari 2022, Coinbase mengakuisisi FairX, bursa berjangka yang diatur oleh CFTC, yang saat ini dikenal sebagai Coinbase Derivatives Exchange.

Entitas ini terbuka untuk pialang ketiga, FCM lainnya, dan market maker, serta telah membentuk liquidity pool atau kumpulan likuiditas yang dalam, dengan produk futures Bitcoin (BTC) senilai sekitar US$4,7 miliar dan Ether (ETH) sekitar US$2 miliar yang diperdagangkan dalam volume nosional sejauh ini pada tahun 2023.

Persetujuan dari regulator AS ini juga datang setelah Coinbase Derivatives Exchange pada 1 Juni lalu meluncurkan kontrak berjangka BTC dan ETH baru yang ditujukan bagi klien institusional.

Sebelumnya pada Juni 2022, Coinbase telah memperkenalkan kontrak BTC dan ETH nano, setelah mereka melihat permintaan institusional untuk produk derivatif lanjutan.

Saat ini Coinbase masih menghadapi masalah hukum setelah Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS melayangkan gugatan pada 6 Juni lalu. Coinbase dituduh beroperasi sebagai bursa, pialang, dan kliring yang tidak terdaftar.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori