Jim Cramer dari CNBC menyebut Nvidia dan Broadcom sebagai dua pemenang terbesar dari peluncuran ChatGPT-6 Astra oleh OpenAI. Ia memberikan pernyataan ini pada acara Morning Meeting di jaringan tersebut, Selasa lalu.
Trader pun terbagi atas kedua rekomendasi ini. Saham Nvidia (NVDA) turun hampir 2% menjadi US$225,80 dalam sesi perdagangan Selasa, sementara Broadcom (AVGO) naik hampir 3% menjadi US$368,17.
Cramer Sebut Nvidia Sebagai Pemenang Astra, Broadcom Menyusul Dekat
OpenAI mulai meluncurkan Astra sejak minggu lalu dan menyebut model ini sebagai yang paling cerdas dari perusahaan sejauh ini. Fokus utama fitur ChatGPT-6 Astra ada pada keamanan siber, pengkodean, dan tugas-tugas penggunaan komputer.
Berdasarkan penjelasan CEO Jensen Huang, Astra dilatih di sekitar 100.000 sistem Nvidia Grace Blackwell. Ia juga mengungkapkan akan ada tambahan 400.000 chip lagi yang segera siap digunakan untuk OpenAI.
Cramer menilai angka kedua itu sebagai sinyal permintaan, bukan sekadar pesanan satu kali.
“Saham yang menurut saya harus Anda beli adalah Nvidia,” ujar Cramer.
BeInCrypto juga menyoroti pernyataan AGI dari Huang yang sekaligus menjadi promosi untuk perangkat keras yang dijualnya. Cramer kini menggunakan data yang sama untuk menjadi alasan membeli saham Nvidia.
Broadcom Mendapatkan Keuntungan Dari Sisi Inference
Broadcom membuat chip khusus bersama OpenAI bernama Jalapeño, yang diperkenalkan pada Juni 2026 dan dirancang untuk inference. Inference artinya menjalankan model yang sudah selesai untuk pengguna, bukan melatihnya.
Penerapan awal ditargetkan pada akhir 2026, dengan Celestica yang merakit sistemnya.
Cramer mengungkapkan bahwa penerimaan Astra yang kuat akan menjaga posisi OpenAI, dan dengan itu pesanan chip khusus Broadcom akan tetap besar. Ia juga mengaitkan potensi kenaikan lebih lanjut dengan OpenAI dan Anthropic yang melantai di bursa secara publik, dengan Broadcom sebagai mitra utama.
“Jika mereka berhasil melakukan itu, Broadcom akan menjadi mitra andalan, dan kita akan melihat sahamnya naik jauh lebih tinggi,” tutur Cramer.
Analis Lihat Potensi Kenaikan 42% hingga 44% Untuk Kedua Produsen Chip
Pada saat yang sama, seluruh 29 analis yang mengamati Nvidia merekomendasikan beli. Target rata-rata selama 12 bulan ke depan di US$325,23 menunjukkan potensi kenaikan 44%.
Di sisi lain, Broadcom mendapat 26 rekomendasi beli dan tiga rekomendasi tahan. Target rata-rata sebesar US$521,41 mengindikasikan potensi kenaikan sebesar 42%.
Perbedaan utama justru terlihat di target terendahnya. Target terendah dari Nvidia yakni US$275 masih berada di atas harga Selasa yaitu US$225,69 pada saat artikel ini diterbitkan. Namun, target bawah Broadcom yaitu US$350 justru lebih rendah dari harga saat ini yang sebesar US$369,00.
BeInCrypto sebelumnya mencatat 25 rekomendasi beli dan tiga tahan menjelang pengumuman pendapatan kuartal ketiga Broadcom minggu lalu, jadi daftar rekomendasi hampir tak berubah sejauh ini.
Perlu diketahui juga bahwa yayasan amal Cramer memiliki saham Nvidia dan Broadcom, bersama Intel dan Micron.
Beberapa minggu ke depan akan membuktikan apakah permintaan Astra akan masuk ke buku pesanan Broadcom atau tetap terpusat di klaster pelatihan Nvidia.









