Crypto Mining: Gerbang Menuju Industri Kripto yang Ramah Lingkungan

Diperbarui oleh Lynn Wang

Penambangan kripto (crypto mining) serta permintaan energinya yang besar telah menjadi kontroversi di industri kripto belakangan ini. Akan tetapi, langkah menuju masa depan kripto yang ramah lingkungan sedang dalam proses pengembangan yang pesat!

Crypto Mining Menuju Industri yang Ramah Lingkungan

Greenpeace telah meluncurkan kampanye untuk “membersihkan Bitcoin.” Untuk itu, sebagian perusahaan pertambangan mengumpulkan data tentang jenis listrik yang bisa mereka gunakan untuk mengamankan jaringan Bitcoin, mengingat pasti ada perbedaan jika energi itu berasal dari pembangkit listrik tenaga batu bara atau pembangkit listrik tenaga air. Menariknya lagi, opsi yang terakhir bahkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 97,7%.

Dalam waktu dekat, mining rig yang lebih efisien akan segera hadir. Selain itu, ada berbagai inisiatif ramah lingkungan lainnya yang akan membawa Bitcoin semakin dekat dengan status ramah lingkungan hingga skala 100%.

Beberapa perusahaan pertambangan sendiri meluncurkan inisiatif seperti itu secara teratur. Misalnya saja, ada Bitmain yang telah bergabung dengan Merkle Standard, yang berbasis di AS, untuk inisiasi penambangan Bitcoin berkelanjutan pada bulan Februari lalu.

Merkle Standard diluncurkan untuk mengatasi jejak karbon negatif Amerika Utara dalam hal penambangan aset digital. Sementara Merkle Standard menggunakan pembangkit listrik tenaga air di Washington Timur, Bitmain telah bertugas untuk mengembangkan infrastruktur penambangan energi bersih senilai 500 megawatt dengan 150 ribu mining rig.

El Salvador Mengandalkan Penambangan Bitcoin dengan Tenaga Gunung Berapi

Tak lama setelah Presiden Nayib Bukele, membuat Bitcoin sebagai legal tender El Salvador pada bulan September lalu, ia mengumumkan langkah besar berikutnya, yakni mining Bitcoin dengan tenaga panas bumi.

Sumber energi ini memiliki keunggulan besar, jika kita bandingkan tenaga surya dan tenaga angin, karena tersedia sepanjang 365 hari per tahun, 24/7. Oleh karena itu, mereka tidak akan menimbulkan fluktuasi harian yang terputus-putus dan berpotensi membebani jaringan listrik.

El Salvador sedang berada dalam langkah menuju pembangunan Bitcoin City di dekat ventilasi hidrotermal (kaki gunung berapi). Rencananya, pendanaan untuk membangun Bitcoin City ini akan berasal dari obligasi Bitcoin yang ingin mereka luncurkan. Paket pembiayaan total yaitu sebesar US$1 miliar obligasi, dengan tingkat bunga 6,5% dibayarkan kembali kepada pemegang obligasi. Tentunya, skema imbal hasil tersebut dapat terwujud selama semuanya dapat berjalan sesuai rencana.

Arsitek dari sebuah proyek ambisius ini adalah Samson Mow, seorang mantan Chief Strategy Officer di Blockstream; yang merupakan sebuah perusahaan blockchain Kanada. Ia bertujuan menerbitkan obligasi senilai US$1 miliar melalui Liquid Network, yaitu jaringan skalabilitas layer 2 khusus untuk transaksi Bitcoin.

Di akhir dari rangkaian obligasi akan ada bursa Bitfinex, menggunakan Lightning Network dan Liquid Network Bitcoin. Obligasi ini sendiri akan dapat dibeli sebagai sekuritas, baik dengan BTC maupun USD. Setengah dari hasil obligasi akan digunakan untuk membeli Bitcoin, lalu setengah lainnya untuk mendanai energi serta infrastruktur mining bagi Bitcoin City.

Cukup jelas bahwa agar proyek ini bisa berhasil, maka pertumbuhan Bitcoin akan sangat kita perlukan. Apabila berhasil, Bitcoin City akan menampilkan cryptocurrency yang dominan sebagai dasar untuk merevitalisasi seluruh bangsa. Sementara itu, Presiden Bukele telah menghabiskan US$180 juta untuk meluncurkan lebih dari 200 ATM Bitcoin. Namun, karena pariwisata El Salvador naik 30% sejak adopsi Bitcoin, ekspektasi itu sendiri sekarang menjadi menguntungkan.

Crypto mining and its huge energy demands has been a point of controversy. However, the moves towards a green future are steaming ahead!

Pembangkit Listrik Tenaga Air untuk Menjalankan Operasi Penambangan Bitcoin

Selain panas bumi, pembangkit listrik tenaga air juga telah menjadi bahan pokok energi terbarukan, karena stabilitasnya dapat diandalkan. Terlebih lagi, pembangkit listrik tenaga air sangat cocok digunakan untuk pertambangan karena sering menghasilkan energi berlebih saat salju mencair dan musim hujan. Tanpa fasilitas penyimpanan yang tepat, energi ini akan terus terbuang sia-sia.

Contoh kasusnya, ketika instalasi pembangkit listrik tenaga air Cina di barat daya Sichuan meningkat, pihak berwenang menurunkan tarif listrik ke rekor terendah, yakni pada angka US$0,03 per kWh. Mekanisme penetapan harga ini mendorong konsumsi energi murah yang berlebihan (over-consumption).

Sebagai wadah dari limbah ini, mining farm Bitcoin sering kali terlihat memanfaatkan tenaga air. Salah satu contohnya adalah pembangkit listrik tenaga air Alta Novella yang sudah berusia 100 tahun di Italia utara. Di ruang turbinnya, terdapat 40 ASIC miner.

Crypto Mining: Memanfaatkan Gas yang Terbuang

Melanjutkan tema pemanfaatan energi yang hanya akan terbuang sia-sia, ExxonMobil, sebuah produsen minyak dan gas terbesar AS, masih mengerjakan proyek pengujian untuk menambang Bitcoin di North Dakota. Bekerja sama dengan Crusoe Energy Systems, sebuah perusahaan berbasis di Denver yang berspesialisasi dalam mengelola pembakaran gas alam, Exxon mengalihkan gas alam ke generator yang kemudian memberi daya pada penambang Bitcoin di kontainer pengiriman.

Tanpa adanya alat penyaluran ini, maka gas akan terbakar habis dan terbuang secara percuma. Exxon telah bereksperimen dan memperluas proyek ini sejak bulan Januari 2021.

Menurut profil LinkedIn Eric Obrock, yang merupakan seorang veteran industri NGL (cairan gas alam) selama 10 tahun, proyek ini sukses besar karena berhasil membendung pemborosan energi tradisional.

Bagi mereka yang tidak familier dengan gas suar, alat pembakaran ini sering terjadi ketika pengebor menabrak formasi gas alam. Jika gas tersebut tidak dapat ditangkap dan diangkut dengan aman serta tepat waktu, maka gas itu akan terbakar. Inilah sebabnya mengapa sering terdapat nyala api dalam instalasi tersebut merupakan pemandangan yang lumrah bagi mereka.

Dengan suar yang bisa berubah menjadi energi untuk mining rig Bitcoin, potensi bahaya lingkungan seperti itu dapat kita tiadakan. Sebaliknya, hal itu bisa kita manfaatkan untuk penggunaan yang lebih baik.

Artikel ini dikutip dari sebuah e-book gratis baru bernama Sustainability and Cryptocurrency: An Analysis dari Be[In]Crypto. E-book ini tersedia untuk Anda unduh di sini.

Punya pendapat yang ingin kamu sampaikan terkait crypto mining atau topik lainnya? Sampaikan kepada kami atau bergabunglah dalam diskusi di saluran Telegram kami. Kamu juga bisa tetap terhubung dengan kami di TikTok, Facebook, atau Twitter.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.