Lihat lebih banyak

Setelah Tornado Cash, Kini Giliran Crypto Mixer Sinbad yang Dapat Sanksi dari OFAC

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Crypto mixer Sinbad mendapatkan sanksi dari OFAC Amerika Serikat, lantaran menjadi alat pencucian uang utama dari Lazarus Group.
  • Sanksi yang diberikan oleh OFAC terhadap Tornado Cash menjadi salah satu alasan Lazarus Group beralih ke Sinbad.
  • Sebelumnya, Blender.io dan Tornado Cash sudah lebih dulu mendapatkan sanksi atas aktivitas memfasilitasi pencucian uang oleh kelompok kriminal tertentu.
  • promo

Platform crypto mixer Sinbad mendapatkan sanksi dari Kantor Pengawas Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), lantaran menjadi alat pencucian uang utama dari Lazarus Group.

Sinbad menjadi entitas crypto mixer ketiga yang mendapatkan sanksi dari pemerintah AS. Sebelumnya, Blender.io dan Tornado Cash sudah lebih dulu mendapatkan sanksi atas aktivitas memfasilitasi pencucian uang oleh kelompok kriminal tertentu.

Dalam keterangan resminya, Wakil Menteri Keuangan AS, Wally Adeyemo, mengatakan layanan mixer memungkinkan pelaku kriminal, seperti Lazarus Group, untuk mengaburkan aset curiannya. Atas tindakannya, mereka akan menghadapi konsekuensi serius.

Selain itu, platform Sinbad juga digunakan oleh penjahat dunia maya yang terkait dengan penghindaran sanksi, perdagangan narkoba, pembelian materi pelecehan seksual anak, dan penjualan ilegal di darknet.

“Sinbad secara material membantu mensponsori atau memberikan dukungan material ataupun teknologi untuk mendukung aktivitas gelap yang ikut mengancam stabilitas keuangan maupun keamanan nasional,” jelas keterangan resmi dari Departemen Keuangan AS.

Dalam investigasinya, platform Sinbad digunakan untuk mencuci sebagai besar mata uang virtual senilai US$100 juta dari peretasan Atomic Wallet, US$620 juta dari pencurian Axie Infinity di 2022, dan US$100 juta dari kejahatan siber di Horizon Bridge pada Juni tahun lalu.

Data dari platform analitik blockchain Chainalysis juga mengungkapkan bahwa Sinbad menjadi rujukan utama bagi grup kejahatan asal Korea Utara, yaitu Lazarus Group, untuk mencuci hasil kejahatannya pada tahun 2022 lalu.

Sanksi yang diberikan oleh OFAC terhadap Tornado Cash menjadi salah satu alasan Lazarus Group beralih ke Sinbad.

“Setidaknya sekitar 1.429,6 bitcoin (BTC) telah dicuci melalui Sinbad hanya dalam periode Desember 2022 sampai Januari 2023. Jumlah tersebut setara dengan US$24,2 juta (nilai saat itu),” ungkap Chainalysis.

Daftar Platform Crypto Mixer untuk Pencucian Uang oleh Korea Utara | Sumber: Chainalysis
Daftar Platform Crypto Mixer untuk Pencucian Uang oleh Korea Utara | Sumber: Chainalysis

Ada Dugaan bahwa Sinbad adalah Rebranding dari Blender.io

Oleh karena itulah, OFAC pun menjatuhkan sanksi blokir atas platform Sinbad. Pembekuan juga dilakukan terhadap seluruh aset yang ada di Sinbad, termasuk aset yang ada dalam kendali warganya. Selain itu, entitas lain yang turut melakukan transaksi dengan Sinbad mendapatkan sanksi yang sama.

Perusahaan keamanan blockchain Elliptic membeberkan lebih banyak lagi ”dosa” yang dilakukan Sinbad dalam membantu aktivitas gelap.

Menurut Elliptic, Sinbad diyakini oleh perusahaan sebagai rebranding dari Blender.io. Hal itu disandarkan pada beberapa analisis transaksi blockchain yang menunjukkan bahwa sebelum Sinbad meluncur, alamat “layanan” di situs webnya menerima Bitcoin dari wallet yang diyakini dikendalikan oleh operator Blender. Di samping itu, Bitcoin wallet yang digunakan untuk membayar promosi Sinbad menerima BTC dari wallet yang diduga adalah operator Blender.

“Pola perilaku on-chain sangat mirip untuk kedua mixer [Sinbad dan Blender.io]. Termasuk karakteristik spesifik transaksi dan penggunaan layanan lain untuk mengaburkan transaksinya. Selain itu, kedua layanan juga memiliki hubungan yang jelas dengan Rusia, dengan dukungan dan situs web berbahasa Rusia,” jelas Elliptic.

Lalu, terdapat juga ribuan alamat yang terhubung ke mixer tersebut. Menurut dugaan, alamat-alamat tersebut merupakan bagian dari aktivitas pencucian uang.

Banyak Dipakai dalam Berbagai Kasus Peretasan

Selanjutnya, Elliptic menyebut bahwa Sinbad juga digunakan untuk mencuci hasil peretasan dan kejahatan lainnya. Salah satunya adalah insiden di Stake.com. Pelaku kejahatan siber Stake.com menggunakan platform Sinbad untuk mengaburkan US$41 juta dana ilegal.

Kemudian, US$70 juta hasil peretasan di CoinEx pada September 2023 kemarin didistribusikan pula melalui Sinbad. Tidak berhenti di situ, menurut Elliptic, dana sekitar US$447 juta dari FTX pada November tahun lalu dicuci menggunakan crypto mixer tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori