Investor Bitcoin awal, Dan Held, mengatakan SpaceX bisa mencapai valuasi US$100 triliun dalam dua dekade ke depan. Ia menyoroti biaya peluncuran yang semakin menurun membuka pasar di pertahanan rudal, internet satelit, dan perjalanan roket.
Pandangan bullish-nya bertumpu pada satu angka, yaitu biaya mengirim satu kilogram kargo ke orbit. Secara historis, biaya tersebut sekitar US$20.000 pada era Space Shuttle, namun Held menyatakan angka ini bisa turun menjadi US$10 dengan Starship.
Bertaruh pada Starship
Held menyampaikan pendapatnya di The Rollup, sebuah podcast tentang kripto dan ekonomi makro. Dia juga mengatakan bahwa lima tahun lalu dirinya menjual sebagian besar kepemilikan di exchange kripto Kraken untuk berinvestasi di SpaceX.
Ia membandingkan taruhan ini dengan keyakinan awal dirinya pada Bitcoin (BTC). Held telah mempelajari suplai tetap aset sebanyak 21 juta sejak tahun 2012.
Starlink, Pertahanan Rudal, dan Data Center di Orbit
Held menyoroti Starlink sebagai bukti awal kesuksesan. Menurutnya, layanan ini bukan hanya sekadar alternatif fiber; Starlink justru berkembang menjadi bisnis yang bisa menyaingi operator telekomunikasi, bukan sekadar penyedia internet.
Di sisi lain, ia juga mengaitkan teknologi ini dengan pertahanan rudal. Mendeteksi peluncuran roket dari orbit bisa memungkinkan AS mencegat ancaman dengan peringatan yang sangat singkat. Ia menyamakan ide ini dengan konsep pelindung rudal Golden Dome.
Kegunaan lainnya termasuk data center di orbit, yang memang membutuhkan biaya peluncuran lebih tinggi tetapi hampir tidak memiliki biaya operasional. Held juga menyinggung perjalanan point-to-point, di mana penerbangan New York ke Tokyo bisa dipangkas jadi hanya 25 menit.
Karena itu, Held menyatakan bahwa pasar yang dapat dijangkau untuk infrastruktur luar angkasa pada akhirnya bisa melebihi output ekonomi global.
Tonggak US$10 Triliun
Held memprediksi valuasi SpaceX dapat menyentuh US$10 triliun dalam tiga tahun jika produksi Starship terus berkembang. Ia bahkan memperkirakan akan mencapai US$100 triliun saat dirinya menginjak usia sekitar akhir lima puluhan.
Investor ternama lainnya juga memiliki keyakinan serupa. Cathie Wood baru-baru ini menyebut SpaceX sebagai saham favoritnya dan memprediksi perusahaan ini dapat menjadi yang terpenting sepanjang sejarah.
Walau begitu, harga saham SpaceX cenderung fluktuatif sejak melantai di bursa, turun 35% dari puncaknya meski sudah tergabung ke Nasdaq-100.
Target pendapatan jangka panjang Elon Musk juga kerap melampaui perkiraan Wall Street selama bertahun-tahun, yang menekankan betapa sulitnya membuat proyeksi dalam jangka waktu puluhan tahun.









