Lihat lebih banyak

Diduga Terseret FTX, Morgan Stanley Turunkan Peringkat Silvergate Capital

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • FUD seputar keruntuhan FTX menular ke performa harga saham Silvergate Capital yang sudah ambruk 52,43% dalam 1 bulan ke belakang.
  • Selain melorotnya harga saham, Morgan Stanley juga ikut menurunkan peringkat saham Silvergate Capital menjadi underweight.
  • Beberapa analis mengungkapkan bahwa perusahaan menghadapi kondisi ketidakpastian yang signifikan terkait aliran simpanan dalam waktu dekat.
  • promo

Nasib kurang baik dialami oleh bank kripto Silvergate Capital. Meskipun sudah berkali-kali mengungkapkan bahwa perusahaan tidak terpengaruh atas kegagalan FTX dan hanya memiliki sedikit sekali eksposur di bursa kripto tersebut, masyarakat sepertinya sudah larut dalam fear, uncertainty dan doubt (FUD) yang pada akhirnya menyeret harga saham Silvergate ke jurang terdalam.

Pergerakan saham Silvergate tercatat ambruk 52,43% dalam 1 bulan ke belakang. Hal itu terjadi di tengah merebaknya isu kebangkrutan FTX melanda. Tengok saja, dari US$50,96 per saham di 7 November, amblas ke level US$24,24 per saham pada perdagangan kemarin.

Pergerakan Saham Silvergate Capital | Sumber: Google Finance

Tak berhenti sampai di sana. Selain melorotnya harga saham, Morgan Stanley juga ikut menurunkan peringkat saham Silvergate Capital menjadi underweight. Meskipun target harga saham tetap berada di kisaran US$24, tetapi penurunan peringkat oleh Morgan Stanley ini turut berdampak signifikan terhadap kinerja saham Silvergate Capital.

Pada penutupan perdagangan di Senin (5/12), harga saham perusahaan turun 8,49% ke level US$24,24. Padahal, pada awal pembukaan perdagangan, harga saham Silvergate Capital masih berada di level US$25,85 per saham.

Beberapa analis mengungkapkan bahwa perusahaan menghadapi kondisi ketidakpastian yang signifikan terkait aliran simpanan dalam waktu dekat. Investor khawatir akan terjadi bank run yang pada akhirnya memengaruhi proses penarikan dana di perusahaan.

Analis memproyeksikan bahwa jumlah dana simpanan yang ada di Silvergate pada kuartal 4 berpotensi turun 60% dibanding kuartal tiga. Jika itu terjadi, maka perusahaan akan menghadapi lonjakan beban keuangan yang terdapat pada margin bunga bersih dan pendapatan bunga bersih.

“Saat klien menarik dananya, maka bank harus mendanai arus keluar dengan penjualan sekuritas dan juga pinjaman yang memliki biaya lebih mahal,” jelasnya.

Bos Silvergate Tenangkan Pasar

Melihat pergerakan saham yang masih terus bergerak landai, Chief Executive Officer (CEO) Silvergate Capital, Alan Lane, kembali angkat bicara. Dalam surat publik yang dipublikasikan di akun LinkedIn perusahaan, Lane mengungkapkan bahwa terdapat banyak spekulasi dan misinformasi yang disebarkan oleh short seller dan pihak oportunis yang mencoba memanfaatkan ketidakpastian pasar.

Lane mengklaim bahwa Silvergate Capital terus memantau berbagai aktivitas transaksi untuk setiap akun dan mengidentifikasi jika terdapat aktivitas di luar penggunaan yang tidak semestinya.

“Perusahaan juga melakukan uji tuntas dan pemantauan pelanggan secara efektif. Selain itu, Silvergate juga melakukan uji tuntas yang signifikan terhadap FTX dan entitas terkaitnya, termasuk Alameda Research,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lane mengungkapkan, jika perusahaan mendeteksi terdapat aktivitas yang diluar dugaan dan berpotensi menimbulkan kekhawatiran di akun mana pun, maka perusahaan akan segera melakukan penyelidikan. Selain itu, apabila diperlukan, Silvergate juga akan mengajukan laporan aktivitas mencurigakan sesuai dengan aturan federal.

Lane turut menyebutkan bahwa setiap dana simpanan investor selalu disimpan dengan aman. Di samping uang tunai yang masuk dalam neraca, seluruh portofolio sekuritas perusahaan bisa dijaminkan untuk kemudian mendapatkan dana pinjaman di Federal Home Loan Bank, lembaga keuangan lainnya ataupun Federal Reserve Discount Window.

“Jaminan tersebut juga bisa dijual jika perusahaan memerlukan likuiditas untuk memenuhi permintaan penarikan dana pelanggan,” tambahnya.

Ada Gugatan Class Action terhadap CEO dan Perusahaan

Silvergate juga harus menghadapi gugatas class action yang menuduh perusahaan dan CEO Silvergate memiliki kemungkinan terlibat dalam kegagalan FTX. Hal itu disandarkan pada adanya dugaan unsur pembiaran yang dilakukan oleh Silvergate yang mengarahkan dana simpanan pelanggan ke Alameda Research.

Gugatan tersebut juga menuduh Silvergate Capital gagal mematuhi undang-undang terkait Know-Your-Customer dan Anti-Money Laundering.

“Jika perusahaan patuh, maka Silvergate akan mengetahui bahwa terdapat ‘banyak transaksi’ yang dikirim ke Alameda Research yang bukan dimaksudkan sebagai dana lindung nilai, melainkan sebaliknya justru untuk disetorkan ke FTX,” jelas gugatan tersebut.

Dalam gugatan tersebut disebutkan pula bahwa terdapat dugaan kedekatan hubungan antara Silvergate dan Sam-Bankman Fried (SBF) selaku CEO FTX. Hal itu terungkap lewat pernyataan SBF yang secara pribadi mendukung Silvergate sebagai penyedia jasa perbankan revolusioner untuk perusahaan blockchain.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori