Lihat lebih banyak

Kebangkrutan FTX Berpotensi Menular ke Deretan Perusahaan Ini

5 mins
Oleh Shubham Pandey
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Dampak dari runtuhnya FTX semakin menyebar ke mana-mana, dan kini turut mengancam perusahaan-perusahaan di dalam maupun di luar industri kripto.
  • Perusahaan pemberi pinjaman kripto, BlockFi, tengah menghadapi ancaman kebangkrutan akibat terpapar situasi kritis FTX.
  • Raksasa stablecoin, seperti Circle dan Tether, menangkis dugaan adanya hubungan mereka dengan FTX.
  • promo

Insiden yang menimpa FTX dan Alameda menjadi salah satu insiden keruntuhan paling dramatis dalam sejarah industri kripto. Belum lama ini, beredar lagi narasi yang menyebutkan bahwa ekuitas pribadi dari perusahaan ini kemungkinan tengah dalam ketidakpastian.

Hanya dalam kurun waktu semalam, kekayaan mantan pendiri FTX Sam Bankman-Fried ambrol total. Dari yang awalnya berjumlah sekitar US$16 miliar menjadi nol dan tak bersisa. Padahal, kekayaannya sudah sempat mencapai angka US$26 miliar pada bulan Maret tahun ini. Tapi, semuanya runtuh seketika setelah FTX Group mengajukan kebangkrutan Bab 11 minggu lalu.

Runtuhnya Kerajaan FTX: Salah Satu Insiden Kebangkrutan Terparah dalam Sejarah

Bloomberg Billionaires Index sekarang hanya memberikan valuasi sebesar US$1 miliar pada cabang atau lengan FTX AS yang 70%-nya dimiliki oleh Bankman-Fried itu. Hal ini dikarenakan potensi penghentian perdagangan dari US$8 miliar dana dari putaran pendanaannya pada bulan Januari lalu.

Sang eksekutif tersebut berhasil mengumpulkan miliaran dolar untuk mendanai FTX Group. Tapi, bagaimana dengan perusahaan ventura lainnya yang ada di grup yang sama? Penting untuk kita catat juga bahwa jangkauan SBF di cryptoverse atau industri kripto jauh lebih luas dari sekadar FTX, Alameda, dan FTX.US.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, mampukah kita menerka-nerka seberapa luas penularan dampak dari kebangkrutan FTX saat ini? Terlebih lagi, mengenai kemungkinan adanya perluasan krisis ekonomi ke sejumlah perusahaan lain yang sempat terlibat atau berhubungan dengan FTX.

Nah, berikut ini sekilas tentang investasi kerajaan SBF yang banyak di antaranya terkenal sebagai pemimpin industri:

Daftar perusahaan yang terkena eksposur FTX dan kerajaan bisnis kripto SBF
Daftar perusahaan yang terkena eksposur FTX dan kerajaan bisnis kripto SBF | Sumber: Fortune

Mengingat keterlibatan mereka dengan FTX dan Alameda, deretan perusahaan yang tercantum di atas berisiko tinggi untuk ‘terkontaminasi’ dampak dari runtuhnya FTX.

Seperti Apa Kondisi Terkininya?

Terkait hal ini, Crunchbase telah menyajikan data yang menjelaskan berbagai investasi yang dilakukan oleh SBF dan masing-masing perusahaan tersebut. Secara keseluruhan, Alameda Research bertanggung jawab atas 184 investasi, 48 investasi untuk FTX Ventures, dan 21 investasi untuk bursa FTX.

Dengan mengamati sepintas atas investasi atau bahkan akuisisi semacam itu, para pembaca bisa lebih berhati-hati terhadap perusahaan-perusahaan yang tercantum dalam daftar tersebut.

Terlepas dari itu, inisiatif investasi terbaru FTX sendiri telah berlangsung pada 29 Agustus lalu, yakni di perusahaan blockchain gaming Limit Break. Perusahaan tersebut tercatat telah berhasil mengumpulkan US$200 juta dari FTX dan investor lainnya, termasuk Coinbase Ventures, Anthos Capital, SV Angel, dan Shervin Pishevar. Limit Break sendiri terkenal dengan koleksi NFT DigiDaigaku miliknya.

Saat itu, Gabriel Leydon, pendiri perusahaan game tersebut menyatakan, “Kami memiliki mitra yang sempurna, investor yang sempurna, dan tim yang sempurna untuk membawa industri game ke era baru.”

Pada saat publikasi, ada beberapa spekulasi yang muncul di Twitter bahwa perusahaan tersebut tidak terpengaruh oleh runtuhnya FTX. Pihak BeInCrypto sendiri telah mencoba menghubungi Leydon untuk memberikan komentarnya tentang masalah ini, tetapi belum ada tanggapan.

BlockFi Jelaskan Detail Situasinya

Bloomberg melaporkan bahwa “Dentuman dari runtuhnya kerajaan Sam Bankman-Fried terus menyebar ke pasar keuangan, [dan] mengancam masa depan [perusahaan] pemberi pinjaman seperti BlockFi Inc.”

Tapi, seburuk apakah situasinya? Agar dapat memberikan informasi yang jelas terkait hal ini, BeInCrypto sudah menggali beberapa informasi penting.

Pada 14 November, BlockFi, sebuah platform pemberi pinjaman kripto terkenal, mengakui bahwa perusahaannya pernah mengantongi kesepakatan dengan FTX. Di antaranya bahkan mencakup obligasi kepada Alameda Research, aset yang FTX.com miliki, dan limit kredit dari FTX.US.

Sebagian dari pembaca mungkin masih ingat bahwa pada bulan Juli tahun ini, FTX sempat menandatangani kesepakatan dengan BlockFi untuk menyediakan jalur kredit senilai US$400 juta.

Mengklarifikasi hal ini, BeInCrypto kemudian menghubungi BlockFi di Twitter untuk meminta komentar tambahan terkait hal ini. Lalu, salah seorang perwakilan dari perusahaan tersebut menjawab:

“Karena FTX dan afiliasinya sekarang dalam kebangkrutan, keputusan paling bijaksana bagi kami, demi kepentingan semua klien adalah untuk tetap menangguhkan sejumlah aktivitas platform kami untuk saat ini. Rumor bahwa sebagian besar aset BlockFi tersimpan di FTX adalah salah. Meskipun demikian, kami [memang] memiliki keterlibatan yang signifikan terhadap FTX dan entitas korporat terkait yang mencakup obligasi yang terutang kepada kami oleh Alameda, aset yang dimiliki di FTX.com, dan sejumlah [dana] yang belum ditarik dari limit kredit kami dengan FTX.US.”

Kendati demikian, mencuat juga rumor tentang BlockFi yang berpotensi mempertimbangkan untuk mengajukan kebangkrutan. Namun, perwakilan tersebut tidak memberikan komentar apa pun tentang masalah spesifik ini.

Perkembangan situasi ini terjadi beberapa hari kemudian setelah platform pemberi pinjaman kripto tersebut menghentikan layanan penarikan untuk pelanggannya.

Muncul Indikasi yang Tunjukkan Potensi Kesulitan Finansial

Fakta bahwa FTX beserta perusahaan lengan modal venturanya, termasuk firma dagangnya, Alameda Research, mempunyai investasi yang tersebar luas, sudah menjadi rahasia umum. Ditambah lagi, situs web berita teknologi The Information juga melaporkan pada 10 November bahwa SBF sendiri memiliki lebih dari US$500 juta yang diinvestasikan dalam dana yang dikelola oleh Sequoia dan sejumlah perusahaan modal ventura lainnya.

Tetapi, jika nyatanya aset tersebut disimpan melalui Alameda. Maka dari itu, muncul kekhawatiran bahwa dana tersebut berpotensi akan ikutan lenyap.

Misalnya saja, FTX dan Alameda mungkin mendapatkan berbagai token sebagai bagian dari kesepakatan. Namun, jika mereka sekarang mengajukan kebangkrutan, aset tersebut akan secara otomatis terkunci. Sehingga, hal ini adalah salah satu alasan logis mengapa berbagai proyek kripto langsung bertindak cepat untuk mencoba dan mengurangi hubungan mereka dengan FTX. Beberapa dari perusahaan tersebut bahkan mengambil langkah yang ekstrem untuk mengimbangi situasi ini.

Salah satunya adalah perusahaan di balik protokol interoperabilitas LayerZero, yaitu LayerZero Labs, yang membeli kembali sahamnya dari FTX dan Alameda hanya sehari sebelum pasangan perusahaan tersebut mengajukan kebangkrutan.

Dalam sebuah memo kepada investor pada tanggal 10 November lalu, Bryan Pellegrino, co-founder dan CEO dari LayerZero Labs, menuliskan:

“Kami telah bekerja sepanjang waktu selama 72 jam terakhir untuk menyusun perjanjian dan telah membeli FTX/FTX Ventures/Alameda dari 100% posisi ekuitas mereka, waran token, serta berbagai dan semua perjanjian di antara kami.”

Di sisi lain, Mysten Labs, perusahaan di balik blockchain Sui, mengumpulkan pendanaan senilai ~US$300 juta yang dipimpin oleh FTX Ventures. Sementara itu, Aptos, platform blockchain layer-1 menutup pendanaan US$150 juta dari FTX Ventures dan Jump Crypto.

Terkait pendanaan tersebut, BeInCrypto telah berusaha menghubungi kedua perusahaan ini, tetapi masih belum mendengar kabar sampai pada saat publikasi. Namun, Evan Cheng, CEO di Mysten, menjawab spekulasi tersebut di Twitter:

Di sisi lain, Aptos juga telah sepenuhnya menyangkal bahwa perusahaannya pernah terlibat dengan FTX.

Beberapa Nama Lainnya yang Tangkis Tudingan Keterlibatannya dengan FTX

Salah satu yang mencolok di sini adalah Circle. Dalam sebuah wawancara tahun lalu, Circle telah sukses mengumpulkan dana sebesar US$440 juta dengan melibatkan FTX sebagai investornya. Namun, Jeremy Allaire, co-founder sekaligus CEO Circle, menjauhkan perusahaannya tersebut dari FUD yang sedang beredar mengenai masalah ini dan menepis segala dugaan keterlibatan.

Tidak hanya itu, faktanya ada lebih banyak nama lainnya yang melakukan langkah serupa. Paolo Ardoino, Chief Technology Officer (CTO) di bursa kripto Bitfinex dan penerbit stablecoin Tether, juga mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan FTX, ketika ditanyai tentang hubungan Tether dengan FTX oleh jurnalis blockchain Colin Wu.

Alhasil secara keseluruhan, tingkat penularan dari keruntuhan FTX maupun Alameda ini tampak begitu luas. Perlu kita ingat juga bahwa FTX hanya memiliki US$900 juta aset likuid. Lalu, mereka juga memiliki kewajiban sebesar US$9 miliar sehari sebelum kebangkrutan.

Sementara itu, selama percakapannya di Twitter Spaces, salah seorang insider alias orang dalam FTX memberi tahu Mario Nawfal, CEO International Blockchain Consulting, bahwa penularan dampak runtuhnya FTX dan Alameda “tampaknya [akan] jauh lebih buruk ketimbang yang kita takutkan.”

Jadi, harap tetap berhati-hati ketika berurusan langsung atau pun tidak langsung dengan setiap perusahaan ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang nasib perusahaan-perusahaan yang terkena dampak dari kebangkrutan FTX? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori