Lihat lebih banyak

Dunia Metaverse Horizon Worlds Besutan Meta Platforms Gagal Penuhi Ekspektasi

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Dunia metaverse Horizon Worlds besutan Meta Platforms gagal penuhi ekspektasi target yang dipatok sebesar 500.000 monthly active users (MAU).
  • Karena hal ini, target jumlah pengguna aktif bulanan direvisi menjadi 280.000 MAU hingga akhir tahun. Kini, Horizon Worlds baru memiliki 200.000 MAU.
  • Mereka baru-baru ini merilis Meta Quest Pro, yang bagi beberapa orang harganya cukup mahal sehingga dinilai jadi salah satu sebab lambatnya adopsi metaverse.
  • promo

Ambisi Meta Platforms (induk perusahaan Facebook) untuk menjadi pemimpin dalam metaverse sepertinya masih membutuhkan jalan yang cukup panjang. Pasalnya, dari target yang dipatok sebesar 500.000 monthly active users (MAU), sampai saat ini baru mencapai 200.000 MAU atau belum mencapai setengah dari target.

Platform metaverse yang dinamakan Horizon Worlds besutan Meta Platforms dinilai gagal memenuhi ekspektasi. Sehingga, target 500.000 MAU direvisi menjadi 280.000 MAU hingga akhir tahun ini.

Padahal, dana yang sudah disiapkan dan digelontorkan oleh perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg untuk pembangunan proyek metaverse tidak sedikit. Sepanjang tahun lalu, Meta Platforms diketahui telah menggelontorkan dana sebesar US$10,1 miliar atau sekitar Rp157,91 triliun. Angka tersebut jauh lebih besar dari alokasi investasi pada 2020 yang mencapai US$6,6 miliar dan US$4,5 miliar di 2019.

Metaverse itu sendiri sampai sekarang memang masih menjadi misteri dan dinilai banyak pihak masih sebagai konsep yang abstrak. Meski begitu, banyak perusahaan yang sudah getol membenamkan investasi mereka dalam jumlah jumbo untuk pengembangan pengalaman online yang mendalam ini.

Proyek Metaverse Meta Platforms Masih Bukukan Kerugian

Adapun pengembangan Horizon Worlds selama ini dilakukan melalui salah satu unit bisnis Meta Platforms yaitu Reality Labs. Sampai tengah tahun pertama 20222, Reality Labs juga belum berhasil menyumbangkan keuntungan. Bahkan, Reality Labs mengalami pembengkakan kerugian. Dari rugi US$2,43 miliar pada kuartal I/2022 menjadi US$2,8 miliar pada kuartal II/2022.

Jika dilihat secara total, dalam periode Januari sampai dengan Juni 2022, Reality Labs masih menderita rugi sebesar US$5,76 miliar atau naik 25,52% dari kerugian pada 6 bulan pertama tahun lalu yang sebesar US$4,25 miliar. Tidak hanya itu, naiknya pendapatan segmen Reality Labs yang mencapai 36,59% menjadi US$1,14 miiliar pada sementer I/2022 tetap tidak dapat memberi kompensasi atas tingginya biaya produksi yang pada akhirnya menambah beban kerugian bagi Meta Platforms.

Kuat dugaan nilai kerugian bisnis metaverse Meta Platforms akan terus bertambah pada kuartal III/2022. Pasalnya, Chief Financial Officer (CFO) perusahaan, David Wehner, memproyeksikan bahwa pendapatan dari unit bisnis Reality Labs akan lebih rendah daripada kuartal II/2022.

Metaverse Merupakan Proyek Multi-Tahun

Selain rendahnya jumlah pengguna, Meta Platforms turut mengakui bahwa hanya 9% dari keseluruhan ruang virtual yang ada di metaverse dijelajahi. Jumlah itu pun tidak signifikan, karena hanya mencapai 50 pengguna. Sebagian besar dari jumlah tersebut juga dilaporkan tidak kembali menggunakan platform metaverse yang dikembangkan Meta Platforms.

Menyikapi hal tersebut, juru bicara Meta Platforms mengatakan bahwa proyek metaverse mereka merupakan proyek multi-tahun. Perusahaan ini terus melakukan upaya dalam rangka memberikan layanan yang memang dibutuhkan oleh pengguna.

Vice President Metaverse Meta Platforms, Vishal Shah, menambahkan bahwa mereka akan mengunci kualitas metaverse hingga akhir tahun ini. Hal tersebut disebut akan membuat beberapa peluncuran fitur dan pembaruan lain akan dihentikan.

Sementara itu, Meta Platforms akan berfokus untuk mengatasi berbagai bug yang ada. Perusahaan juga mengakui bahwa pada 5 Oktober lalu telah melakukan perbaikan atas 14 bug yang dilaporkan.

“Masalah bug dan stabilitas membuat kami sulit untuk memberikan keajaiban bagi para pengguna di komunitas kami,” ungkap pihak perusahaan.

Meta Quest Pro Diluncurkan

Untuk menambah semarak dalam dunia metaverse yang mereka kembangkan, Meta Platforms dalam perhelatan Meta Connect meluncurkan headset virtual reality (VR) terbaru yang disebut Meta Quest Pro. Peluncuran gadget anyar tersebut merupakan bagian dari Project Cambria.

Headset ini dijual seharga US$1.499,99 atau lebih dari Rp20 juta. Dengan alat tersebut, mereka mengklaim pengguna dapat mendapatkan VR yang lebih luas dan tajam. Namun, jangan lupa, bagi beberapa orang, mahalnya harga headset ini juga sempat disebut sebagai salah satu penyebab lambatnya adopsi metaverse.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori