Lihat lebih banyak

11 ETF Bitcoin Spot Mulai Diperdagangkan pada 11 Januari 2024

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Sejumlah produk investasi ETF Bitcoin spot akan resmi diperdagangkan di Amerika Serikat pada hari Kamis, 11 Januari 2024.
  • Produk ETF Bitcoin spot yang sudah mendapatkan izin dari SEC akan listing di Cboe, Nasdaq, dan NYSE.
  • Para penerbit ETF Bitcoin spot melakukan berbagai cara demi memikat hati investor, mulai dari bersaing memberikan biaya termurah hingga mendonasikan hasil keuntungan untuk perkembangan Bitcoin.
  • promo

Sejumlah produk investasi exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot akan resmi diperdagangkan di Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis, 11 Januari 2024.

Kabar ini datang setelah Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS akhirnya memberikan persetujuan kehadiran ETF Bitcoin spot pada hari Rabu, 10 Januari 2024. Terdapat 11 penerbit yang mendapat restu menawarkan ETF Bitcoin spot.

Bursa New York Stock Exchange (NYSE) akan listing ETF Bitcoin spot yang ditawarkan Grayscale (GBTC), Bitwise (BITB), dan Hasdex (DEFI). Kemudian, ETF Bitcoin spot BlackRock (IBIT) dan Valkyrie (BRRR) akan listing di Nasdaq.

Sedangkan, bursa Cboe BZX Exchange akan me-listing ETF Bitcoin spot yang ditawarkan ARK 21Shares (ARKB), Invesco Galaxy (BTCO), VanEck (HODL), WisdomTree (BTCW), Fidelity (FBTC), dan Franklin Templeton (EZBC).

Para Penerbit Sambut Persetujuan ETF Bitcoin Spot

Sejumlah penerbit ETF Bitcoin spot menyambut persetujuan dari SEC dengan berbagai macam cara.

Franklin Templeton memberikan laser eyes di gambar Benjamin Franklin, founding fathers negara AS, yang juga merupakan logo mereka.

Hashdex memilih merayakannya dengan mengadakan pesta di bar dengan tema Bitcoin. Mereka turut mengundang sejumlah tokoh yang berperang penting dalam memantau perkembangan ETF Bitcoin spot, seperti James Seyffart dari Bloomberg Intelligence dan Eleanor Terrett dari Fox Business.

Co-founder dan CEO Hashdex, Marcelo Sampaio, mengatakan, “Dengan bangkitnya kembali antusiasme dari para manajer kekayaan, institusi, dan investor individu dalam memegang aset yang bertindak sebagai penyimpan nilai terdesentralisasi di seluruh kondisi makro ekonomi, kedatangan ETF Bitcoin spot di AS terjadi pada waktu yang sangat tepat.”

Sementara itu, Jonathan Steinberg, pendiri dan CEO WisdomTree, menerangkan persetujuan dari SEC adalah, “Langkah besar dalam revolusi industri [keuangan], dengan blockchain mendefinisikan ulang caranya.”

Sedangkan CEO VanEck, Jan van Eck, menyebut salah satu cara untuk memutuskan ETF Bitcoin spot mana yang akan dipilih adalah dengan mempertimbnagkan komitmen sponsor. Terkait hal itu, dia mengekelaim bahwa VanEck bukan turis di Bitcoin.

“Selama 7 tahun sejak 2017, kami telah mengadvokasi persetujuan ETF Bitcoin spot dan mengedukasi market dengan berbagai cara.”

Barry Silbert, pendiri dan CEO Digital Currency Group (DCG) yang merupakan perusahaan induk Grayscale, menilai persetujuan ETF Bitcoin spot di AS adalah momen yang membanggakan baginya. Dia tidak lupa memuji koleganya di Grayscale.

Para eksekutif di crypto exchange Coinbase menyebut Grayscale berhak mendapatkan pujian karena mereka menjadi salah satu faktor utama persetujuan ETF Bitcoin spot, usai memenangkan gugatan di pengadilan terhadap SEC.

Di sisi lain, CEO ARK Invest, Cathie Wood, mengaku bahwa 25% dari total kekayaan bersih pribadinya berada dalam bentuk Bitcoin.

Invesco Galaxy sejauh ini hanya memberi tahu bahwa sesuatu akan terjadi pada 11 Januari 2024. Selain itu, akun media sosial X (Twitter) Fidelity dan Valkyrie belum membagikan reaksi mereka terkait persetujuan ETF Bitcoin spot.

Tidak ketinggalan, Cameron Winklevoss, co-founder crypto exchange Gemini, menyambut momen akbar ini dengan berkata, “Pertama mereka mengabaikanmu, lalu mereka menertawakanmu, lalu mereka membuatmu menunggu 10 tahun, lalu kamu MENANG!”

Sebagai informasi, berkas ETF Bitcoin spot pertama kali diajukan pada Juli 2013 oleh co-founder Gemini. Saat ini, Gemini menjadi kustodian Bitcoin bagi ETF Bitcoin spot VanEck.

Perang Biaya untuk Pikat Hati Investor

BlackRock menyambut kabar gembira ini dengan mengatakan ETF Bitcoin spot mereka memungkinkan para investor mengakses Bitcoin dengan cara yang hemat biaya dan aman.

Adapun BlackRock akan mengenakan biaya 0,25% dibandingkan dengan biaya 0,30% sebelumnya untuk ETF Bitcoin spot mereka. Selama 12 bulan awal, biaya BlackRock akan menjadi 0,12% untuk US$5 miliar pertama.

Tidak ingin kalah, ARK 21Shares menurunkan biaya mereka dari 0,25% menjadi 0,21%. Belum berhenti sampai di sana, Bitwise berencana mengenakan biaya 0,20% dan membebaskan biaya untuk US$1 miliar pertama selama 6 bulan.

Selain melakukan perang biaya, para penerbit menggunakan strategi lain untuk merebut hati investor.

Bitwise, misalnya, mengaku akan mendonasikan 10% keuntungan dari ETF Bitcoin spot yang mereka kelola untuk pengembangan open-source Bitcoin.

Sebelumnya, VanEck mengaku akan memberikan donasi awal sebesar US$10.000 dan menandatangani janji mendonasikan 5% dari keuntungan ETF Bitcoin spot mereka untuk mendukung para developer Bitcoin Core setidaknya selama 10 tahun ke depan.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Mei 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori