ETF Bitcoin Milik BlackRock & Fidelity Sabet Gelar Top Performer Dekade Ini

2 mins
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • IBIT BlackRock dan FBTC Fidelity memimpin sebagai ETF teratas di 2020-an, masing-masing tembus US$10 miliar aset kelolaan.
  • IBIT terus tumbuh dengan arus masuk fantastis dan persetujuan SEC untuk perdagangan opsi; sementara, FBTC mencatat arus keluar baru-baru ini.
  • Pada 2 Oktober, IBIT meraih volume perdagangan US$1 miliar, menjadikannya ETF Bitcoin terdepan meski tren pasar menantang.
  • promo

Eric Balchunas belum lama ini merilis daftar ETF berkinerja terbaik di tahun 2020-an. Beruntung, dua produk ETF Bitcoin berhasil masuk daftar ini. IBIT milik BlackRock dan FBTC milik Fidelity sama-sama dianggap “unggulan”, dengan aset kelolaan (assets under management / AUM) lebih dari US$10 miliar.

Pada awal Oktober, FBTC mengukir sejumlah arus keluar baru, sementara IBIT terus memamerkan pertumbuhan positif.

ETF Bitcoin Naik Jadi yang Terbaik

Eric Balchunas, Analis Senior ETF di Bloomberg, baru-baru ini menyusun daftar ETF dengan kinerja terbaik sejak 2020, dilihat dari AUM (aset kelolaan). Dua ETF Bitcoin yang baru saja mengawali debut tahun ini, IBIT milik BlackRock dan FBTC milik Fidelity, berhasil melantai di daftar tersebut. Dari barisan top performer ini, hanya ETF Bitcoin yang diluncurkan pasca bear market 2022.

“Tahun ini ada sekitar 2.000 ETF yang debut, berikut top 10 berdasarkan aset. Semuanya di atas US$10 miliar = level unggulan. Setengahnya adalah ETF aktif berbiaya rendah seperti [JP Morgan], [Dimensional Fund Advisors], [Capital] Group. IBIT dan FBTC sangat impresif mengingat usia mereka yang masih muda,” tulis Balchunas di X/Twitter.

Top ETFs of the 2020s
Top ETF yang Debut di Tahun 2020-an | Sumber: X (Twitter)

IBIT khususnya tampil sangat bagus belakangan ini. Tak kalah menarik, SEC AS menyetujui perdagangan opsi untuk IBIT pada akhir September. Ini menjadi langkah penting yang diramal akan mendatangkan likuiditas baru serta investor institusional. Sebagai contoh, IBIT mencatat arus masuk lebih dari US$111 juta per 28 September.

Sementara, FBTC belum mengalami perkembangan substansial akhir-akhir ini. Awal “Uptober” justru diwarnai tren turun di pasar kripto. Yang mengejutkan, IBIT menjadi satu-satunya ETF Bitcoin yang tetap mencatatkan arus masuk positif.

Sebaliknya, FBTC menjadi yang paling merugi dengan catatan arus keluar sebesar US$144,67 juta. Ini terjadi hanya beberapa hari setelah FBTC melaporkan arus masuk yang lebih masif ketimbang IBIT.

Secara keseluruhan, IBIT terus menunjukkan kinerja yang kuat. Per tanggal 2 Oktober, ETF ini mencetak volume perdagangan sebesar US$1 miliar. Adapun satu-satunya potensi kekhawatiran yakni pengajuan amandemen atau revisi terbaru dari BlackRock. Untuk saat ini, IBIT tampil sebagai yang terdepan di pasar ETF Bitcoin.

Bagaimana pendapat Anda tentang prestasi gemilang BlackRock dan Fidelity terkait ETF Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Oktober 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Oktober 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Oktober 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori