Lihat lebih banyak

Platform Tanda Tangan Elektronik EthSign Berhasil Kumpulkan Rp171,8 M dari Investor

2 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Platform tanda tangan elektronik EthSign berhasil kumpulkan US$12 juta (Rp171,8 miliar) lewat pendanaan perdana yang dilakukannya.
  • Investor yang menyuntikkan dana terbesar untuk EthSign adalah Sequoia Capital India dan Mirana.
  • Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan proyek EthSign Signature dan Smart Agreement.
  • promo

EthSign adalah sebuah platform untuk tanda tangan elektronik yang menggunakan teknologi blockchain. Perusahaan rintisan ini memiliki tujuan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap tanda tangan elektronik dengan teknologi Web.3.0. EthSign berharap para penggunanya bisa melakukan perjanjian dan menandatangani dokumen secara elektronik namun tetap aman.

Jack Xu, Potter Li, dan Xin Yan selaku pendiri dari EthSign cukup optimis atas keberhasilan mereka dalam mengumpulkan dana untuk mengembangkan perusahaannya. Mereka melakukan kegiatan pendanaan untuk pengembangan proyek Smart Agreement, serta membangun dan melaksanakan perjanjian kontrak pintar (smart contract), terutama untuk membangun bisnis dalam Web3.0 yang terdesentralisasi. EthSign Signature yang merupakan produk pertama dari EthSign sudah memiliki 13.000 pengguna aktif hingga saat ini.

Pada pendanaan pertama yang mereka gelar mampu mengumpulkan dana sebesar US$12 juta atau sekitar 171,8 miliar rupiah. Keberhasilan EthSign atas pendanaan pertama ini mereka umumkan melalui akun Twitter resmi mereka. Sequoia Capital India dan Mirana, yang merupakan partner dari BitDao, adalah 2 investor dominan pada pendanaan tersebut.

Banyak Investor yang Terlibat dalam Pendanaan EthSign

Sebelumnya, EthSign sudah menggelar pra-pendanaan pada awal tahun 2021 lalu. Mereka berhasil menghimpun dana sebesar US$650.000 dan perusahaan modal ventura Draper Associate sebagai pemimpinnya.

Kali ini, EthSign mampu mengumpulkan dana sebanyak US$12 juta. Menariknya ketiga entitas dari Sequoia Capital ikut terlibat dalam pendanaan ini. Pendanaan terbesar berhasil mereka peroleh dari Sequoia Capital, Sequoia Capital China, Sequoia Capital India, serta Mirana. Ada juga beberapa crypto bank yang terlibat, seperti Amber Group, Circle Pay, dan juga Matrixport.

Selain itu ada beberapa angel investor dan juga para pendiri proyek kripto ternama yang juga ikut terlibat dalam pendanaan tersebut, antara lain: Balaji Srinivasan yang merupakan mantan CFO Coinbase, Tegan Kline dari The Graph, Sid Powell yang merupakan CEO dari Maple Finance, Thomas Vu dari Riot Games, dan juga Sandeep Nailwal dari Polygon. Semua dana yang terkumpul dalam pendanaan putaran pertama ini bebentuk stablecoin.

Ingin Kembangkan Layanan Tanda Tangan Berbasis Smart Contract

EthSign menawarkan Simple Agreement for Future Token (SAFT) kepada para investornya. Mereka ingin menjadi sebuah organisasi otonom yang terdesentralisasi (DAO) dan bisa meluncurkan tokennya sendiri. Menurut Potter Li, Sequoia Capital India merupakan perusahaan ventura yang pertama tertarik untuk melakukan pendanaan dalam proyek ini. Potter Li kebetulan mengenal secara pribadi eksekutif Sequoia yang berasal dari Cina. Sementara, untuk Sequoia Capital US merupakan hasil rujukan dari Sequoia India. Oleh sebab itu, ketiga entitas ini bisa bergabung dalam pendanaan yang sama untuk EthSign.

Dana yang terkumpul tersebut akan mereka gunakan untuk pengembangan EthSign Signature. Saat ini, mereka berencana akan meluncurkan platform yang bernama Smart Agreement. Platform ini akan rilis pada kuartal ketiga tahun ini. Sampai sekarang, EthSign tidak memungut biaya apapun atas layanan yang mereka berikan. Namun, mereka berencana akan melakukan pemungutan pajak bagi siapapun yang melakukan perjanjian melalui platform ini.

Platform Smart Agreement milik EthSign memungkinkan para penggunanya untuk melakukan perjanjian elektronik. Caranya dengan menandatangani perjanjian melalui smart contract sesuai dengan kondisi yang telah disepakati sebelumnya. Smart Agreement nantinya akan dilengkapi dengan dana escrow. Jadi, bagi pengguna yang ingin melakukan perjanjian menggunakan platform ini harus memiliki dana di akun escrow terlebih dulu. Jika persyaratan atau pekerjaan tersebut sudah dipenuhi oleh pihak kedua, maka dana escrow tersebut akan diberikan kepada pihak kedua tersebut.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_9__1_.jpg
Sulastri memiliki pengalaman lebih dari 7 tahun di industri keuangan seperti investasi, saham, forex dan cryptocurrency. Merupakan penulis aktif di sektor keuangan dan investasi di beberapa media online di Indonesia.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori