Lihat lebih banyak

Flatcoin Nuon Akhirnya Resmi Aktif di Arbitrum

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Nuon Protocol akhirnya meluncurkan flatcoin mereka di jaringan Arbitrum, yang merupakan layer-2 (L2) di blockchain Ethereum.
  • Chief Marketing Officer (CMO) Arbitrum, Andrew Saunders, mengatakan bahwa pihaknya dengan senang hati menyambut flatcoin Nuon ke dalam ekosistem Arbitrum.
  • Berdasarkan data, NUON sempat bernilai US$1,75 pada 29 Maret kemarin.
  • promo

Nuon Protocol akhirnya meluncurkan flatcoin mereka di jaringan Arbitrum yang merupakan layer-2 (L2) solusi penskalaan yang dibangun di atas blockchain Ethereum.

Resmi meluncur pada hari Rabu (29/3), NUON bisa langsung minted di situs web app.nuon.fi. Selain itu, token NUON bisa didapatkan di decentralized exchange (DEX) Sushi. Berdasarkan data, NUON sempat bernilai US$1,75 pada 29 Maret kemarin. Saat ini, harganya diperdagangkan di sekitar level US$1,38 per token.

Sebagai informasi, flatcoin adalah token kripto yang terkait dengan indeks biaya hidup (cost of living index) atau dipatok pada inflasi yang diklaim tidak memihak. Inisiatif ini dari Nuon disebut sebagai flatcoin pertama di dunia yang terdesentralisasi dan overcollateralized. Selain itu, flatcoin Nuon juga 100% didukung oleh Ether (ETH).

Tujuan dibentuknya token kripto tahan inflasi ini untuk melindungi daya beli. Nuon tidak dipatok kepada uang fiat mana pun. Mereka mengklaim juga tidak terpengaruh oleh regulasi atau depresiasi inflasi yang memengaruhi mata uang fiat dan stablecoin yang dipatok ke fiat.

“Protokol Nuon berusaha untuk membangun masa depan uang, sambil memisahkan dari mata uang nasional yang dikelola oleh para gubernur bank sentral dalam kondisi ketika inflasi telah mencapai level tertinggi dalam 40 tahun terakhir,” jelas pihak Nuon.

Meskipun overcollateralized, Nuon mengaku sangat hemat modal. Inisiatif ini memungkinkan peningkatan over-leveraging yang dipercepat dalam protokol yang menghasilkan yield yang lebih tinggi sambil mempertahankan purchasing power atau daya beli.

Adapun Nuon mendapatkan data inflasi harian dari oracle Truflation, yang menyediakan data inflasi tingkat sensus setiap hari serta memanfaatkan lebih dari 40 sumber data yang mencakup lebih dari 18 juta item. Data ini diklaim menyampaikan kebenaran yang transparan, tidak memihak, real-time, serta on-chain.

Gagasan di Balik Flatcoin dan Nuon

Pihak Nuon menjelaskan bahwa konsep flatcoin telah sering didiskusikan oleh co-founder dan CEO Coinbase, Brian Armstrong; Balaji S. Srinivasan, mantan Chief Technology Officer (CTO) Coinbasel; hingga co-founder Ethereum, Vitalik Buterin.

Mereka sepakat bahwa kripto harus bersiap untuk menghilangkan ketergantungan berlebihan pada satu aset fiat untuk mengurangi konsentrasi dan risiko regulasi.

Sebaliknya, disarankan bahwa flatcoin harus mematok nilainya pada ukuran biaya hidup yang independen atau indeks inflasi yang tidak bias.

Terkait gagasan itu, Nuon mengaku mengatasinya dengan menyediakan aset kripto yang stabil yang tidak terkait dengan mata uang fiat yang terdepresiasi seperti dolar Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, nilai flatcoin Nuon didasarkan pada data inflasi harian dan dapat diverifikasi secara independen.

Nuon mengaku bahwa mereka satu-satunya flatcoin yang menghapus dirinya dari sistem moneter pemerintah melalui desainnya yang terdesentralisasi dan data pasak pada inflasi yang tidak bias.

Fitur unik dari Nuon Protocol akan mencakup ‘kumpulan likuiditas atau liquidity pool (LP) keamanan otomatis’ dan non-fungible token (NFT) Nuon Liquid Position (NLP) Dynamic, serta transparansi real-time menggunakan Proof of Reserve (PoR) Chainlink, serta audit independen oleh CoinFabrik.

Flatcoin yang Tahan Inflasi adalah Solusi

Flatcoin: Aset Kripto Pertama yang Dipatok ke Biaya Hidup, Solusi Tepat Atasi Inflasi?

CEO Nuon, Stefan Rust, menyebut protokol terdesentralisasi adalah jawaban atas risiko yang ditimbulkan oleh mata uang terpusat. Sementara itu, overcollateralization adalah jawaban untuk menjaga nilai dalam menghadapi ketidakstabilan market.

Flatcoin yang tahan inflasi adalah solusinya. Solusi untuk melestarikan nilai dari waktu ke waktu,” jelas Stefan Rust.

Dalam membangun uang tahan inflasi, dia melihat infrastruktur Arbitrum sebagai langkah penting untuk menjadikan Nuon sebagai media pertukaran yang ada di mana-mana.

Flatcoin yang tidak memihak disebut memiliki kesempatan untuk bergabung dengan jajaran aset digital lain, seperti Bitcoin, karena memberi solusi moneter di luar mata uang fiat.

Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Arbitrum, Andrew Saunders, mengatakan bahwa pihaknya dengan senang hati menyambut flatcoin Nuon ke dalam ekosistem Arbitrum.

“Nuon menghadirkan peluang yang benar-benar baru bagi komunitas kami untuk terhubung langsung ke indeks inflasi. Kami berharap melihat Nuon berakselerasi dengan Arbitrum dan menskalakan dengan cara yang aman dan efisien,” ungkap Andrew Saunders.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori