Lihat lebih banyak

Rekomendasi 12 Decentralized Exchange (DEX) Terbaik 2024

15 mins
Oleh Alex Lielacher
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Salah satu tujuan utama industri cryptocurrency yaitu untuk menyediakan semua orang akses ke layanan keuangan. Langkah pertama untuk mewujudkan hal ini adalah dengan pengembangan bursa terdesentralisasi atau decentralized exchange (DEX). DEX memungkinkan siapa saja yang memiliki koneksi internet dan crypto wallet untuk bisa membeli dan menjual aset digital. Lanjutkan membaca artikel ini untuk mengetahui apa itu decentralized exchange dan temukan rekomendasi DEX terbaik di pasar saat ini.

Decentralized Exchange Terbaik

Tak Perlu Verifikasi

Tak ada biaya deposit atau penarikan dana
Tak Perlu Verifikasi
Buka Stormgain DEX www.stormgain.com
Koin tersedia BTC, ETH, LTC, XRP, ERC-20, dukungan token berkonsensus POW dan POS
Bonus Cashback US$10
Bonus new user US$25 untuk deposit US$100

Opsi trading bulanan gratis

Gratis Deposit dan Penarikan
Opsi trading bulanan gratis
Buka dYdX dydx.exchange
Koin tersedia ETH, BTC, SUSHI, ATOM, YFI, CRV, AVAX, MATIC, MKR, SOL, DOGE, ADA, BCH, EOS, LTC
Gratis Biaya penarikan
Gratis biaya Biaya kontrak perpetual hingga US$100.000 per bulan

Bonus Cashback US$10

0% Service Fee di aplikasi seluler
Bonus Cashback US$10
Buka Changelly www.changelly.com
Koin Tersedia 500+
Biaya Tetap 0,25% untuk transaksi crypto-to-crypto
Layanan support 24 jam setiap hari

Metodologi dalam memilih decentralized exchange terbaik 2024

Apa Itu Decentralized Exchange (DEX)?

what is a DEX?

Decentralized exchange (DEX) adalah platform trading online yang dibangun di atas jaringan blockchain terbuka yang memungkinkan pembelian dan penjualan cryptocurrency. Uniknya lagi, prosesnya dilakukan tanpa memerlukan perantara atau pihak ketiga seperti bank.

DEX berbeda dari bursa saham tradisional atau centralized crypto exchange. Dengan DEX, pengguna memegang kekuasaan untuk membuat keputusan terkait platform tersebut. Selain itu, layanannya didistribusikan di antara para pengguna, bukan dipegang oleh otoritas terpusat. Distribusi kekuasaan semacam ini menyelaraskan decentralized exchange dengan prinsip cryptocurrency yang bertujuan untuk mempromosikan desentralisasi serta kedaulatan finansial di atas segalanya.

Terlebih lagi, decentralized exchange crypto jauh lebih fleksibel dan lebih pribadi ketimbang keuangan tradisional dan centralized exchange. Selanjutnya, pengguna tidak wajib untuk mengungkapkan identitasnya melalui proses Know Your Customer (KYC). Sebaliknya, mereka hanya perlu menghubungkan crypto wallet mereka, mencari crypto yang mereka inginkan, dan mulai melakukan perdagangan.

Dan seperti disebutkan sebelumnya, decentralized exchange sendiri meniru prinsip kripto dan kedaulatan finansial dalam operasinya. Bursa semacam ini menggunakan teknologi yang menjadi dasar atas pembuatan crypto. Semua DEX dibangun di atas blockchain publik dan semuanya memanfaatkan berbagai aspek teknologi blockchain, seperti smart contract, token, dan layer. Namun, hal yang membedakan satu DEX dengan DEX yang lainnya adalah fitur individualnya. Terkait hal ini, fitur-fiturnya bervariasi mulai dari kode yang digunakan untuk membuat DEX hingga cara pengguna berinteraksi dengan platform.

Apa Saja Jenis Decentralized Exchange yang Ada di 2024?

Dalam hal fungsionalitas dan penentuan harga, saat ini ada tiga jenis utama decentralized exchange.

  • Jenis pertama dan yang paling umum adalah Automated Market Maker (AMM). DEX jenis ini menggunakan algoritma untuk menentukan harga aset kripto secara real-time. Uniknya, jenis DEX ini tidak memiliki order book yang umumnya ada di bursa tradisional.
  • Berikutnya adalah DEX yang menggunakan order book on-chain. Jenis DEX ini mencatat semua kemungkinan perdagangan untuk aset crypto tertentu di order book. Interaksi antara calon pembeli dan penjual pada order book bursa akan menentukan harga pasar aset. Selanjutnya, informasi trading pada order book on-chain DEX dicatat di blockchain, tetapi aset akan tetap off-chain di wallet pengguna.
  • Sedangkan, ada lagi jenis DEX lain yang menggunakan order book off-chain. Seringkali, hal ini berarti bahwa mereka tidak menggunakan blockchain. Dengan kata lain, sebagai gantinya, beberapa order book off-chain centralized exchange menggunakan otoritas terpusat saat memproses transaksi. Kemudian, setelah transaksi dicatat dalam order book, transaksi aset tersebut sebenarnya diselesaikan secara on-chain. Artinya, mereka menggunakan blockchain untuk penyelesaian proses transaksi, tetapi bukan untuk penyelesaian proses perdagangan.

Terakhir, ada pula yang disebut DEX aggregator. Decentralized exchange ini mampu meningkatkan likuiditas dan opsi trading untuk penggunanya dengan mengumpulkan data dari berbagai DEX secara real-time. Dengan begitu, trader tidak perlu membandingkan data dari platform yang berbeda, namun tetap bisa mengakses semua informasi di satu tempat, sehingga mendapatkan eksekusi harga terbaik.

Manakah Decentralized Exchange (DEX) yang Terbaik 2024??

PlatformFitur TerbaikBiayaKoin yang TersediaBonus
Changelly | Sign-upLayanan support 24 jam setiap hariBiaya tetap 0,25% untuk transaksi crypto-to-crypto500+Cashback US$10
StormGain DEX | Sign-upTidak perlu verifikasiTidak ada komisi tambahan untuk deposit atau penarikan dana.BTC, ETH, LTC, XRP, ERC-20, dukungan terhadap berbagai aset; termasuk token berkonsensus POW dan POSCashback US$10
dYdX | Sign-upOpsi trading bulanan gratisTidak ada biaya untuk deposit atau penarikan. Perdagangan kontrak perpetual gratis untuk semua pengguna sampai dengan US$100.000 setiap bulannya.ETH, BTC, SUSHI, ATOM, YFI, CRV, AVAX, MATIC, MKR, SOL, ZRX, FIL, UMA, AAVE, UNI, COMP, SNX, 1INCH, ALGO, LINK, DOT, XMR, ZEC, DOGE, ADA, BCH, EOS, LTCTidak ada bonus untuk pengguna baru
APEX Pro | Sign-upAktivitas trade-to-earnBiaya transaksi: 0,1%
Maker fee rata-rata : 0,02%
Taker fee rata-rata: 0,05%
BANA, USDC, BTC, ETH, XRP, CATOM, dan DOGEAktivitas reguler dengan berbagai airdrop, bonus, dan reward untuk pengguna
Uniswap | Sign-upLikuiditas yang memadai pada banyak pasangan tradingBiaya 0,3% untuk melakukan swap tokenToken ERC-20Tidak ada
Curve | Sign-upYield farmingBiaya trading 0,04% Stablecoin ERC-20, WBTC, ETH, FRAX, AVAX, mendukung bebagai asetTidak ada
Balancer | Sign-upAutomated market maker serbagunaBiaya pool antara 0,0001% sampai 10%Token ERC-20Tidak ada
PancakeSwap | Sign-upTarif transaksi rendahBiaya trading 0,25%Token BEP-20 Tidak ada
Sushiswap | Sign-upStaking dan farmingBiaya trading 0,3%ERC-20Tidak ada
Bancor | Sign-upProteksi impermanent lossTidak ada biaya perdagangan atau penarikan dari protokol Bancor, setiap pool ditetapkan dengan biaya perdagangan khusus yang dibayarkan kepada liquidity providerERC-20Tidak ada
DODO | Sign-upSmart trade0.3% untuk biaya transaksiToken ERC-20 dan token chain yang kompatibel dengan EVMTidak ada
OKX DEX | Sign-UpMenghimpun order di beberapa crypto exchange dan chain.N/A10+ chain, 100+ DEX, dan 100.000+ koinTidak ada

1. StormGain DEX

Situs resmi: https://stormgain.com/#dex

StormGain merupakan sebuah exchange berbasis di Inggris yang memiliki banyak fitur. Exchange ini menawarkan pengalaman pengguna yang sederhana, namun kuat. Ketika mendeskripsikan platform ini, hal pertama yang muncul di benak kita adalah registrasi cepat, aksesibilitas yang luas, serta mobile app agnostic (iOS, Android, dan Huawei).

Dalam perkembangan terbarunya, StormGain telah meluncurkan StormGain DEX. Pengguna akan merasa senang, karena mengetahui bahwa kini mereka dapat memperdagangkan asetnya secara langsung di blockchain Ethereum. Namun, StormGain mengumumkan bahwa dukungannya terhadap Binance Smart Chain dan TRON akan menyusul.

Di DEX unggulan mereka ini, kamu dapat melakukan trading dengan teknologi DeFi yang ramah pengguna. Menariknya, teknologi tambahan ini tidak memerlukan biaya tambahan untuk deposit ataupun penarikan dana. Pengguna hanya perlu membayar biaya jaringan blockchain.

Selain itu, hal ini juga berarti bahwa pengguna tidak perlu mendaftar maupun menyediakan informasi pribadi mereka untuk trading di StormGain DEX. Kamu hanya membutuhkan wallet. Jika kamu sama tertutupnya seperti kebanyakan trader kripto lain, maka kamu akan menikmati fitur penjagaan privasi ini.

Kelebihan

  • Registrasi cepat — hanya perlu menghubungkan wallet blockchain milikmu
  • Tidak memerlukan deposit pertama
  • Tidak perlu verifikasi
  • Menjaga kontrol penuh atas dana kriptomu
  • Trading dengan leverage hingga 500x

Kekurangan

  • Belum mendukung BSC
  • Sudah berfungsi penuh, tapi masih dalam fase Beta

2. dYdX

Best decentralized exchange: Apex
Tampilan situs dYdX | Sumber: dydx.exchange

Selanjutnya, DEX yang berada di urutan kedua daftar kami adalah dYdX, crypto exchange yang sepenuhnya terdesentralisasi. Pengguna DEX ini dapat berpartisipasi dalam margin trading dan perpetual. Selain itu, crypto exchange ini dibangun di atas StarkEx, solusi layer-2 Ethereum. Tidak hanya itu, dYdX menggunakan teknologi zero-knowledge-proof untuk menyokong desentralisasi, privasi, dan keamanan di platform miliknya.

Selain komisinya yang sudah termasuk rendah, holder token juga dapat menikmati lebih banyak diskon untuk perdagangan mereka. Namun, platform dYdX baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk memindahkan fungsinya ke blockchain mereka sendiri di Cosmos Ecosystem. Oleh karena itu, langkah ini akan meningkatkan kecepatan, kemampuan penyesuaian, dan alur trading di platform mereka. Versi keempat dari DEX ini nantinya akan mengimplementasikan perubahan tersebut.

Meskipun akan pindah ke chain lain, DEX ini masih akan menggunakan order book dan model yang cocok dalam fungsi trading miliknya. dYdX juga akan mempertahankan penggunaan native token exchange mereka dan Hedgies, platform NFT mereka. Kedua token ini memiliki fungsi tata kelola. Di samping itu, keduanya berfungsi sebagai skema insentif bagi pengguna yang menggunakan dYdX.

Kelebihan

  • Antarmuka (interface) yang jelas
  • Transaksinya cepat
  • Banyak pilihan jenis order trading yang populer.

Kekurangan

  • Pilihan pasangan margin trading yang terbatas
  • Pilihan swap yang terbatas

3. ApeX PRO

APEX
Tampilan situs ApeX | Sumber: apex.exchange

DEX berikutnya adalah ApeX Pro, crypto exchange non-kustodian yang menawarkan trader akses ke trading derivatif crypto, khususnya kontrak futures. Caranya dengan memanfaatkan mesin skalabilitas platform-nya sendiri, StarkEx, yakni solusi layer-2 Ethereum.

Pengguna ApeX mendapat benefit dari proses registrasi tanpa KYC yang memungkinkan mereka menjaga privasi tingkat tinggi saat melakukan trading. Selain itu, platform ini juga menawarkan bebas biaya gas untuk trading. Lalu, ApeX pun menawarkan tingkat leverage serta slippage yang minimal kepada pengguna melalui mekanisme order book.

Menariknya lagi, DEX ini merupakan platform multi-chain. Jadi, pengguna bisa melakukan trading token dari Ethereum, ERC-20, dan token lain dari chain yang kompatibel dengan EVM (EVM-compatible). Terakhir, platform ini memiliki dua token utama, yaitu APEX dan BANA. Bursa ini menggunakan APEX untuk tata kelola dan insentif pengguna, sedangkan BANA sebagai reward token di ekosistem ApeX Pro.

Kelebihan

  • Leverage hingga 20x.
  • Aplikasi Seluler iOS/Android: ApeX Pro
  • Testnet – akun trading demo tanpa risiko
  • Kesempatan untuk melakukan trading secara terdesentralisasi dalam kontrak perpetual untuk cryptocurrency teratas.

Kekurangan

  • Pilihan instrumen trading yang terbatas

4. OKX DEX

Tampilan OKX DEX | Sumber: okx.com

Kemungkinan, banyak yang tidak tahu bahwa OKX sebenarnya punya decentralized exchange. OKX DEX adalah decentralized exchange yang dibangun di atas jaringan blockchain perusahaan OKX, yakni OKC. Platform ini memungkinkan kamu untuk melakukan swap berbagai macam token di chain mana pun. Pastinya, tanpa batasan volume trading ataupun pasangan trading. Aspek yang paling unggul yaitu, kamu bisa dengan leluasa memilih di antara 10+ chain, 100+ DEX, dan 100.000+ koin yang tersedia.

Algoritma X Routing OKX akan menemukan harga terbaik di setiap DEX. Algoritma ini membandingkan harga dari Liquidity Provider (LP) dengan liquidity pool terbaik, order terpisah, dan mempertimbangkan harga, slippage, serta biaya gas jaringan. Selain itu, mesin KYT (Know Your Trade) Risk platform juga akan membantu kamu menghindari kerugian aset dengan mendeteksi harga trading yang tidak menguntungkan, token palsu, rug pull, honeypot, dan burn rate yang tinggi.

Selain itu, layanan trading di OKX DEX juga menawarkan pengalaman trading yang lebih lancar dan biaya trading yang lebih rendah bagi pengguna. Berbeda dengan blockchain terbuka seperti Ethereum, OKC berfokus untuk menawarkan infrastruktur yang lebih baik serta lebih spesifik untuk trading dApp dan DEX. Sehingga, konsep ini secara langsung mampu memangkas biaya yang terkait dengan instalasi dApp trading untuk developer. Selain itu, secara tidak langsung menurunkan biaya trading untuk pelanggan.

Kelebihan

  • Biaya trading yang rendah
  • Menghimpun harga terbaik di berbagai chain dan DEX
  • Tersedia di seluruh dunia

Kekurangan

  • Volume trading yang rendah

5. Curve

Curve fi
Tampilan situs Curve | Sumber: curve.fi

Decentralized exchange AMM lainnya yang wajib kamu ketahui adalah Curve. Curve utamanya berspesialisasi dalam perdagangan stablecoin.

Curve beroperasi di blockchain Ethereum, dan hal ini memberikan keunggulan tambahan kepada penggunanya. Salah satunya adalah kemampuan untuk menggunakan apa pun yang sudah kamu investasikan di platform Curve pada aplikasi lain yang ada di ekosistem DeFi milknya. Fungsi ini disebut sebagai komposabilitas DeFi.

Selain itu, platform ini menggunakan CRV, yaitu native token platform mereka untuk tata kelola, serta memberikan insentif bagi penggunanya. Pengguna dapat membeli atau mendapatkan CRV melalui aktivitas yield farming. Terkait hal ini, saat pengguna melakukan deposit aset ke liquidity pool, mereka akan mendapatkan reward berupa token CRV.

Kelebihan

  • Biaya rendah
  • Non-kustodian
  • Banyak liquidity pool

Kekurangan

  • Tidak begitu mudah untuk digunakan pemula
  • Bila ada masalah dengan pool DeFi tertaut, pool Curve kemungkinan akan terpengaruh

6. Balancer

Best decentralized exchange: Best decentralized exchange
Tampilan Balancer | Sumber: balancer.fi

DEX berikutnya yang masuk dalam daftar kami adalah Balancer. DEX yang satu ini memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan cryptocurrency. Selain itu, juga bisa bertindak sebagai platform liquidity provider serta manajer portofolio otomatis.

Balancer dibangun di atas blockchain Ethereum dan menggunakan mekanisme AMM untuk menetapkan harga. Selain itu, platform ini punya dua wajah, yaitu crypto exchange untuk trader dan dana investasi atau investment fund. Fund ini memungkinkan liquidity provider untuk memiliki sebagian dari platform ini, kalau mereka mau.

Di samping itu, sama seperti DEX berbasis AMM lainnya, Balancer juga memiliki liquidity pool. Di sini, pengguna dapat menyimpan aset crypto mereka dan membantu mengelola ekosistem Balancer, terutama harganya. Selanjutnya, pengguna juga berperan aktif dalam membuat keputusan di Balancer. Hal ini dilakukan dengan menggunakan native token platform mereka, yaitu BAL, yang tersedia untuk memungkinkan tata kelola platform ini.

Kelebihan

  • Automated market maker yang bisa dikustomisasi
  • Pool multi-aset

Kekurangan

  • Risiko scam token yang tinggi 
  • Kurang mudah digunakan

7. PancakeSwap

Pancake swap
Tampilan PancakeSwap | Sumber: pancakeswap.finance

DEX yang populer ini beroperasi di BNB Chain. PancakeSwap menggunakan model AMM untuk memungkinkan trading cryptocurrency yang terdesentralisasi. Pada saat yang sama, liquidity provider dapat mendepositkan aset kripto mereka ke dalam liquidity pool, sehingga juga menciptakan likuiditas untuk DEX.

Selain trading dan pembelian crypto tradisional, PancakeSwap juga memberikan penggunanya akses ke layanan tambahan mereka. Para pengguna Pancake bisa berpartisipasi dalam yield farming, staking, dan trading NFT. Kemudian, mereka juga dapat mengakses sejumlah fitur platform lainnya. Contohnya seperti Initial Farm Offering (IFO), PancakeSwap Lotteries, Prediction Markets, dan Syrup Pools.

Ditambah lagi, pengguna di platform ini juga punya hak untuk memberikan suara mereka pada setiap keputusan yang terkait dengan platform DEX ini. Dalam hal ini, mereka dapat melakukannya menggunakan CAKE, native token platform PancakeSwap sendiri.

Kelebihan

  • Slippage rendah
  • Biaya transaksi rendah
  • Volume transaksi tinggi

Kekurangan

  • Kemacetan jaringan
  • Risiko scam token yang tinggi

8. SushiSwap

Sushi
Tampilan SushiSwap | Sumber: sushi.com

Decentralized exchange lainnya yang hosted di berbagai chain ialah SushiSwap. Pendiri SushiSwap sendiri menciptakan DEX ini sebagai tiruan dari Uniswap. Sampai saat ini, Uniswap memiliki kode open-source yang memungkinkan siapa saja menggunakan kode tersebut untuk membuat DEX mereka sendiri. Pendiri asli di balik SushiSwap memanfaatkan hal ini, kemudian mereka menyalin dan menerapkan kode UniSwap untuk mulai membangun SushiSwap.

Namun, terlepas dari penggunaan kode Uniswap tersebut, platform ini memiliki fitur-fitur yang unik. Sebut saja seperti penawaran liquidity mining yang bisa menarik minat para liquidity provider di dalamnya. Selain itu, mereka juga memungkinkan penggunanya turut serta dalam pengambilan keputusan tata kelola melalui native token platform mereka, yaitu SUSHI.

Awalnya, SushiSwap dibangun di atas blockchain Ethereum. Namun, saat ini, platform SushiSwap sudah tersedia di 14 chain lainnya. Beberapa di antaranya termasuk jaringan Polygon, Arbitrium, Moonbeam, Optimisme, dan Avalanche.

9. Bancor

Protokol Bancor adalah platform decentralized exchange yang memungkinkan konversi instan aset crypto. DEX ini beroperasi di atas blockchain Ethereum dan juga menerapkan model AMM.

Tidak seperti DEX lainnya, Bancor berupaya memberikan return kepada liquidity provider, bahkan untuk koin dengan kapitalisasi kecil dan mikro (micro-cap). Dengan begitu, DEX ini berharap dapat memberikan penggunanya akses ke berbagai macam cryptocurrency lain yang mungkin tidak dapat diakses melalui decentralized exchange lainnya.

Sama halnya seperti DEX yang lain, Bancor menganut aturan tata kelola komunitas. Hal ini dilakukan melalui token tata kelola platform mereka sendiri, yakni VBNT. Dengan token ini, pengguna bisa memberikan suara saat platform mengadakan pengambilan keputusan. Sementara itu, token penting lainnya untuk platform ini termasuk BNT, native reserve currency platform mereka. Kemudian, ada juga ETHBNT, yaitu token yang merepresentasikan saham BNT dan ETH di pool Bancor/Ethereum, sekaligus merupakan token yang populer di Bancor.

Kelebihan

  • Ada proteksi impermanent loss
  • Mendukung banyak token
  • Deposito satu sisi

Kekurangan

  • Merupakan platform trading terpusat pihak ketiga
  • Tidak begitu ramah pengguna

10. Changelly

best decentralized exchange aggrigator Changelly
Tampilan situs Changelly | Sumber: changelly.com

Konstanit Gladych mendirikan Changelly pada tahun 2013 di Republik Ceko. Platform ini merupakan non-custodial crypto exchange dengan 500 jenis aset kripto yang tersedia, termasuk aset kripto yang cukup sulit untuk ditemukan, seperti Monero. Kamu bisa memanfaatkan fitur penukaran instan (instan swap) dari satu kripto ke yang lainnya dengan biaya yang terjangkau, yakni 0,25% untuk crypto-to-crypto.

Changelly mendukung banyak layanan pembayaran, sehingga kamu dapat membeli aset kripto dengan Apple Pay, atau kartu kredit atau debit. Kamu tidak perlu melakukan pendaftaran ataupun KYC untuk menukarkan altcoin tersebut (untuk transaksi di bawah US$150). Hal ini menjadi elemen penting dari bagian pengalamannya yang mulus. Meski begitu, layanan tersebut hanya berlaku untuk non-custodial wallet. Jika kamu ingin bertransaksi fiat-to-crypto, maka kamu perlu melakukan beberapa verifikasi identitas.

Selain itu, Changelly menawarkan layanan dukungan live chat yang tersedia 24 jam setiap harinya. Tampilan situsnya pun ramah terhadap pengguna dan memiliki aplikasi yang tersedia di Android maupun iOS. Salah satu produk yang paling menarik di Changelly adalah DeFi swap, yang tidak memiliki perantara. Pengguna berinteraksi dengan smart contract, yang semakin menegaskan posisinya sebagai decentralized exchange. Tanpa perantara; hanya transparansi, kepercayaan, dan desentralisasi.

Teknologi Smart Router mengumpulkan dan menyediakan kurs terbaik di pasar untuk penukaran crypto-to-crypto. Ada lebih dari 100 DEX dan 3 aggregator DEX yang saling terhubung. Changelly menyediakan likuiditas pribadinya untuk menghadirkan hal-hal terbaik dari sektor DeFi.

Kelebihan

  • Biaya rendah
  • Dukungan live
  • Non-custodial
  • Eksekusi transaksi yang cepat

Kekurangan

  • Tidak tersedia di banyak negara (termasuk Amerika Serikat)
  • Biaya fiat

11. DODO

DEX DODO
Tampilan DODO | Sumber: dodoex.io

Selanjutnya, ada DODO, crypto exchange yang beroperasi di jaringan Ethereum dan BNB Chain. DEX ini punya algoritma unik tersendiri yang populer dengan nama “Proactive Market Maker Algorithm“. Algoritma ini mereka terapkan untuk menyediakan pencarian harga dan likuiditas yang lebih baik bila dibandingkan dengan AMM lainnya. Selain itu, algoritma ini juga memfasilitasi entri pasar dengan mudah untuk proyek kecil seperti aset yang baru saja dicetak.

Kemudian, DODO juga memiliki sebuah fitur utama: SmartTrade. Agar dapat menyediakan swap rate terbaik untuk trading token, fitur ini memungkinkan layanan pengumpulan atau agregasi likuiditas terdesentralisasi yang dapat mengakses dan membandingkan sejumlah sumber likuiditas. Di samping itu, ada juga fitur unik lain dari platform ini, yaitu Crowdpooling. Di sinilah tersedia liquidity market yang memungkinkan berbagai proyek untuk mendistribusikan token secara merata tanpa campur tangan bot. Selain itu, fitur pooling ini juga memungkinkan pengguna untuk membuat strategi market-making mereka sendiri.

Pengguna DODO dapat memilih isu tata kelola menggunakan native token platform yang juga disebut DODO.

Kelebihan

  • Biaya transaksi rendah
  • Harga yang sangat akurat
  • Tidak ada minimal deposit untuk liquidity provider
  • Proteksi terhadap impermanent loss

Kekurangan

  • Adopsi dan TVL yang terus turun

12. Uniswap

Best decentralized exchange DEX: Uniswap
Tampilan Uniswap| Sumber: uniswap.org

DEX terakhir dalam daftar kami adalah Uniswap, yang merupakan decentralized exchange dengan volume trading terbesar. Platform ini memfasilitasi trading crypto sembari memanfaatkan daya AMM dalam fungsi perdagangan serta penentuan harganya.

Awalnya, platform ini dibangun di atas blockchain Ethereum. Baru kemudian sejak itu, mereka berpindah ke ekosistem blockchain dan layer-2 lainnya. Platform ini kompatibel dengan token ERC-20. Selain itu, Uniswap beroperasi menggunakan dua smart contract. Sehubungan dengan hal ini, smart contract pertama adalah exchange contract yang memfasilitasi swap token. Sedangkan, yang kedua adalah factory contract yang digunakan saat menambahkan token baru ke platform mereka.

Selain itu, Uniswap juga unik. Pasalnya, mereka memungkinkan siapa pun untuk menambahkan token baru ke platform-nya. Terlebih lagi, Uniswap juga memungkinkan developer untuk menggunakan kode open-source untuk membuat decentralized exchange mereka sendiri. Tidak hanya itu, Uniswap juga memungkinkan penggunanya untuk membuat keputusan tata kelola menggunakan native token platform mereka, yaitu UNI. Setiap holder UNI dapat memberikan suara pada perubahan dan penambahan fitur pada platform ini.

Kelebihan

  • Likuiditas yang memadai
  • Tidak perlu registrasi
  • UX yang ramah pengguna

Kekurangan

  • Ada biaya gas
  • Risiko scam token yang tinggi

Decentralized Exchange Akan Eksis dalam Jangka Panjang

Tidak bisa kita pungkiri, decentralized exchange menjanjikan lebih banyak otonomi dan keamanan daripada centralized exchange. Apalagi, tahun 2022 telah membongkar kelemahan yang melekat pada CEX (yaitu, sentralisasi mereka). Dengan demikian, platform decentralized exchange kemungkinan akan lebih menonjol di tahun-tahun mendatang. Namun, sebagaimana inovasi lainnya yang ada di sektor crypto, pengguna tetap perlu melakukan riset terlebih dulu terkait DEX manakah yang akan mereka gunakan sebelum melakukan trading. Jangan lupa, sesuai dengan aturan umum trading, pastikan untuk hanya berinvestasi dalam jumlah yang bersedia kamu rela kehilangan. Selain itu, pastikan juga kamu berdagang di platform trading terdesentralisasi dengan kode yang sudah lolos audit oleh auditor smart contract pihak ketiga.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa saja hal yang menjamin bahwa suatu DEX benar-benar terdesentralisasi?

Apakah perbedaan antara platform DEX dan platform DeFi?

Apakah situs DEX aman diakses?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori