Bitcoin btc
$ usd
Laporan Berita

Fokus Garap Blockchain, LINE Tutup Bursa Kripto Bitfront

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang

Ringkasan

  • LINE memutuskan menutup operasional Bitfront, bursa kripto miliknya yang berada di Amerika Serikat.
  • Aksi yang efektif berlaku sejak 28 November 2022 ini diklaim tidak terkait dengan krisis yang dihadapi FTX.
  • Kebijakan ini merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan untuk kepentingan ekosistem LINE.

LINE, raksasa jaringan media sosial asal Jepang, baru saja mengumumkan langkah strategis di tengah musim dingin kripto. Mereka memutuskan menutup operasional bursa kripto miliknya yang berada di Amerika Serikat (AS), yaitu Bitfront.

Aksi yang efektif berlaku sejak 28 November 2022 itu diklaim tidak terkait dengan sengkarut yang menerpa kegagalan FTX. Dalam pernyataan resminya, disebutkan bahwa kebijakan yang diambil merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan untuk kepentingan ekosistem LINE.

Meskipun begitu, hal ini bukanlah akhir dari perjalanan mereka di industri kripto. Pasalnya, LINE mengaku akan terus mengembangkan ekosistem blockchain dan juga ekonomi token kripto LINK.

“Kami telah melakukan yang terbaik untuk menjadi pemimpin dalam industri blockchain. Namun, terlepas dari upaya perusahaan untuk mengatasi tantangan dalam industri yang berkembang pesat ini, dengan menyesal kami memutuskan untuk menutup Bitfront,” jelas pihak manajemen Bitfront.

Perjalanan mereka di industri aset digital tidak selamanya berjalan manis. Pada September tahun lalu, Bitfront telah menyatakan menutup layanan bisnisnya di Korea Selatan. Pengetatan aturan terkait tindak pencucian uang yang mewajibkan nama akun sama dengan di akun bank dituding menjadi salah satu penyebab keputusan ini.

Penangguhan Layanan Dilakukan secara Bertahap

Untuk benar-benar menutup operasional, Bitfront akan menyelesaikannya secara bertahap. Proses penghentian pendaftaran dan pembayaran kartu kredit akan dimulai pada hari Senin (28/11) ini, kemudian penarikan aset dapat terus dilakukan hingga 31 Maret 2023.

Pelanggan yang berada di AS dapat mengklaim aset mereka di masing-masing negara bagian. Sementara untuk pelanggan global, bisa melakukan klaim aset di negara bagian Delaware.

Untuk dipahami, sebelum berganti jubah menjadi Bitfront, perusahaan yang dimiliki oleh LINE Corporation dan entitas usahanya yang bergerak di bidang blockchain, yaitu LVC Corporation, tadinya bernama Bitbox.

Awalnya perusahaan ini diluncurkan di Singapura pada 2018 sebagai kendaraan untuk bisnis blockchain LINE. Namun, pada tahun 2020, mereka bermetamorfosa menjadi Bitfront dan memboyongnya ke pasar AS.

Lewat Bitfront, LINE bermaksud memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan saat melakukan perdagangan kripto. Perubahan nama Bitbox berjalan berbarengan dengan pengembangan bisnis blockchain perusahaan. Pada 7 Oktober 2020, LINE merilis daftar pihak ketiga yang sudah menggunakan LINE Blockchain, infrastruktur aset digital yang dikembangkan LINE Tech Plus PTE LTD (LTP), dan entitas usaha LVC Corporation.

Adapun beberapa aplikasi yang sudah terintegrasi dengan LINE Blockchain tahap pertama adalah Crypto Sports, Crypto Dozer, League of Kingdoms, Knight Story, dan masih banyak lagi. Mereka mengklaim antusiasme dari berbagai pihak terhadap pemanfaatan LINE Blockchain cukup tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah permintaan integrasi dari perusahaan lain yang diklaim mencapai lebih dari 100 pengajuan dalam kurun waktu 6 hari sejak peluncuran perdana pada 26 Agustus 2020.

LINE Genjot Bisnis NFT

Meskipun sudah melepas bisnis perdagangan kripto mereka, LINE kemungkinan bakal terus menggenjot bisnis non-fungible token (NFT) mereka. Pasalnya, pada 14 September lalu, LINE NEXT Inc sudah merilis versi beta dari platform NFT global bernama DOSI.

Platform ini diklaim kompatibel untuk digunakan di 180 negara lantaran sudah memilki 9 bahasa penggunaan. Lewat DOSI, pengguna bisa mengintegrasikan semua jenis media sosial yang ada dan menggunakan DOSI Wallet sebagai metode pembayaran.

Terkait hal ini, CEO LINE NEXT, Youngsou Ko, mengatakan dengan platform tersebut, siapa pun bisa membeli semua jenis NFT dalam hitungan menit.

“DOSI adalah gerbang awal untuk menghubungkan NFT dan penggunanya. Platform ini akan menjadi pemain penting dalam perluasan ekosistem web3,” pungkasnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah LINE untuk menutup operasional Bitfront? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.