FTX Jadi Crypto Exchange Pertama yang Boleh Beroperasi di Dubai

16 Maret 2022, 01:19 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
23 Maret 2022, 16:03 WIB
Ringkasan
  • FTX akhirnya mengantongi izin untuk beroperasi di Dubai.
  • Uni Emirat Arab memang diketahui tengah gencar menarik para pelaku bisnis kripto ke negaranya.
  • Valuasi FTX saat ini sebesar US$32 miliar usai mendapatkan suntikan sebesar US$400 juta pada pendanaan Seri C.

FTX resmi menjadi crypto exchange pertama yang mendapatkan persetujuan untuk beroperasi di Dubai.

FTX berencana untuk mendirikan markas regional di kota Dubai dan menawarkan “produk kripto derivatif dengan kliring rekanan terpusat kepada pasar institusional,” ujar CEO FTX, Sam Bankman-Fried atau yang kerap disapa SBF.

Uni Emirat Arab telah menjadi salah satu negara yang ramah kripto. Baru-baru ini, mereka baru saja meloloskan undang-undang yang menyetujui aset virtual. Selain itu, mereka juga mendirikan lembaga Dubai Virtual Assets Regulatory Authority dengan tujuan membuat Uni Emirat Arab menjadi crypto-hub di wilayah tersebut.

Dubai Berusaha Keras Pikat Pelaku Bisnis Kripto

Pemerintah kota Dubai telah meningkatkan usaha untuk memungkinkan perkembangan industri kripto. Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, tahun lalu, regulator di Uni Emirat Arab telah hadir dengan berbagai persiapan guna mengizinkan trading kripto di sejumlah zona bebas ekonomi yang ada di Dubai.

Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, menganggap langkah ini sebagai “sebuah langkah yang meneguhkan posisi UEA di sektor ini. Pemerintah akan bekerja sama dengan entitas terkait untuk memastikan transparansi maksimal dan keamanan bagi para investor.”

“Kepastian dan kredibilitas yang dijamin oleh Dubai dalam kepatuhannya dalam komitmen ini, memampukan FTX mengejar seluruh strategi penskalaannya secara aman untuk menjadi penyedia layanan aset virtual pertama yang memasuki pasar global dengan cara yang sepenuhnya teregulasi,” imbuh Patrick Gruhn dari FTX Europe dilansir dari Bloomberg.

Pengumuman Penting Kedua di Bulan Ini

Pada tanggal 7 Maret kemarin, FTX mengumumkan bahwa mereka akan membuka kantor pusat baru di Siprus untuk meluncurkan layanannya di Eropa dan Timur Tengah, bernama FTX Europe.

FTX Europe akan beroperasi di kedua wilayah tersebut. Menurut Bloomberg, mereka akan berbasis di Dubai World Trade Center.

Valuasi FTX sendiri saat ini sebesar US$32 miliar, usai mendapatkan dana tambahan sebesar US$400 juta dari pendanaan Seri C.

Binance juga telah mengumumkan bahwa mereka sedang dalam proses negosiasi untuk memperoleh izin operasi di Dubai. Mereka juga telah mengantongi izin sebagai penyedia aset kripto global dari pemerintah Bahrain.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.