FV Bank Gandeng Penerbit USDC untuk Perluas Akses Stablecoin

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • FV Bank, Lembaga perbankan asal Puerto Rico, menjalin kemitraan strategis dengan Circle.
  • Circle adalah penerbit USD Coin (USDC) yang merupakan stablecoin terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar.
  • Kolaborasi ini buat nasabah FV Bank bisa terima USDC secara langsung ke rekening bank dan mengubahnya menjadi dolar AS saat deposit.

Dalam rangka memperdalam bisnis berbasis kripto, lembaga perbankan asal Puerto Rico, FV Bank, menjalin kemitraan strategis dengan penerbit stablecoin Circle. Kedua perusahaan sepakat untuk memperluas akses stablecoin ke konsumen dengan menyediakan fitur deposit dan konversi otomatis ke mata uang dolar Amerika Serikat (USD).

Circle sendiri merupakan penerbit USD Coin (USDC), stablecoin yang dipatok ke dolar AS. Dengan adanya kolaborasi ini, nasabah FV Bank akan bisa menerima USDC secara langsung ke rekening bank dan mengubahnya menjadi dolar AS saat deposit.

Chief Executive Officer (CEO) FV Bank, Miles Paschini, menjelaskan bahwa adanya fitur tersebut mampu mengurangi gesekan di level domestik. Utamanya, dalam hal penyelesaian transaksi internasional yang biasanya memakan waktu lebih lama di dalam sistem perbankan tradisional. Dengan menggunakan USDC yang berbasis teknologi blockchain, proses transfer uang akan menjadi lebih cepat dibanding transfer bank ataupun wesel.

“Layanan ini bisa menjadi alternatif transaksi yang ramah biaya, karena memiliki titik kontrak per transaksi yang jauh lebih sedikit,” jelas Miles Paschini.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa FV Bank menyediakan layanan ini untuk seluruh nasabahnya, baik itu nasabah ritel ataupun korporasi. Hal ini juga membuat layanan yang diberikan pihaknya berbeda, karena umumnya fitur tersebut hanya tersedia bagi nasabah institusi. Dengan begitu, nasabah juga bisa mengajukan faktur ke klien internasional dalam bentuk USDC.

Stablecoin untuk Hindari Volatilitas

Kehadiran stablecoin pertama kali memang ditujukan untuk meminimalisir terjadinya volatiltas mata uang kripto. Itu mengapa nilai stablecoin mengacu pada mata uang fiat. Tujuannya adalah untuk menjaga nilainya bisa tetap stabil.

Namun, pasca kehancuran algorithmic stablecoin TerraUSD (UST), banyak masyarakat yang mulai sanksi terhadap kinerja salah satu dari banyak jenis kripto ini. Apalagi, ambruknya proyek Terra juga menyeret beberapa raksasa kripto ke dalam pusaran krisis. Alhasil, terjadi aksi penarikan dana besar-besaran untuk menghindari terjadinya kemerosotan harga yang lebih parah.

Bahkan, krisis kepercayaan ini sempak memukuh sejumlah stablecoin papan atas. Misalnya saja Tether (USDT) yang merupakan stablecoin terbesar mengalami koreksi 13,23% secara year to date (YTD). Kapitalisasi pasarnya yang semula US$78,35 miliar pada awal tahun ini, menyusut menjadi US$67,98 miliar pada saat ini.

Sementara itu, USDC yang bertengger di peringkat kedua dalam hal kapitalisasi pasar, justru mengalami lonjakan yang signifikan. Dari semula US$42,32 miliar pada awal tahun ini, kini menjadi US$49,96 miliar atau naik 18,05%.

Kapitalisasi pasar USDC secara year to date
Kapitalisasi pasar USDC secara year to date | Sumber: CoinMarketCap

Morgan Stanley mengungkapkan, stablecoin adalah dasar bagi ekosistem kripto. Berkurangnya pasokan menunjukkan bahwa pasar sedang dalam keadaan yang cukup ketat.

Cadangan USDC Disimpan di Rekening Terpisah

Menurut DeFiLlama, Circle mempertahankan nilai USDC dengan cara menyimpan uang tunai yang cukup sebagai cadangan nilai. Dengan begitu, proses penebusan menjadi lebih mudah dan cepat karena menggunakan aset yang likuid.

Chief Financial Officer (CFO) Circle, Jeremy Fox-Geen, menambahkan bahwa perusahaannya menempatkan dana cadangan dalam rekening yang terpisah dengan akun perusahaan. Dengan mekanisme seperti itu, pengguna USDC bisa mempertahankan haknya ketika mereka membeli USDC dengan dolar AS.

“Pemisahan itu juga sekaligus memastikan bahwa cadangan yang dimiliki USDC lengkap dan terpisah dari yang dilakukan Circle sendiri,” ungkap CFO Circle.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa cadangan USDC dibagi dalam beberapa tenor. Sebanyak 75% masuk dalam treasury jangka pendek dengan jangka waktu 3 bulan atau kurang, kemudian sisanya 25% dalam bentuk tunai.

Sehingga, pada dasarnya Circle memilki uang tunai sebesar US$10 miliar hingga US$15 miliar. Jumlah diklaim cukup untuk memenuhi tingginya lonjakan permintaan terhadap USDC.

Bagaimana pendapat Anda tentang jalinan kemitraan strategis antara FV Bank dan Circle ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.