Lihat lebih banyak

Genjot Adopsi Kripto, Honduras Luncurkan Bitcoin Valley

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Di salah satu kota yang bernama Santa Lucia, pemerintah Honduras membangun Bitcoin Valley yang memungkinkan turis ataupun warga lokal bertransaksi menggunakan Bitcoin (BTC).
  • Dalam tahap awal, Bitcoin Valley membidik 60 pelaku usaha untuk dilatih menggunakan Bitcoin dalam menjajakan produk dan layanannya.
  • Selain meningkatkan adopsi kripto, kehadiran Bitcoin Valley diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pariwisata Santa Lucia.
  • promo

Ada banyak cara untuk meningkatkan penetrasi aset kripto di setiap negara. Mulai dari menjadikannya sebagai legal tender, hingga melakukan lokalisasi penggunaan kripto sampai akhirnya bisa diterima oleh masyarakat setempat secara luas. Pemerintah Honduras tampaknya memilih opsi kedua sebagai langkahnya untuk menggenjot penggunaan kripto.

Di salah satu kota yang bernama Santa Lucia, pemerintah Honduras membangun Bitcoin Valley yang memungkinkan turis ataupun warga lokal bertransaksi menggunakan Bitcoin (BTC).

Terlaksananya proyek tersebut merupakan buah kerja sama dari Organisasi Blockchain Honduras, Konsorsium Pertukaran Cryptocurrency Guatemala Coincaex, Universitas Teknologi Honduras dan Pemerintah Kota Santa Lucia.

Bitcoin Valley Bisa Jadi Daya Tarik Tambahan untuk Santa Lucia

Dalam tahap awal, Bitcoin Valley membidik 60 pelaku usaha untuk dilatih menggunakan Bitcoin dalam menjajakan produk dan layanannya. Seiring berjalannya waktu, jumlah pelaku usaha akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan pasar. Lewat strategi itu, harapannya dapat meningkatkan tingkat adopsi kripto di lebih banyak perusahaan dan wilayah.

Ruben Carbajal Velazquez, seorang profesor di Universitas Teknologi Honduras, menjelaskan bahwa pelatihan menggunakan mata uang kripto bagi pelaku usaha yang ada di Santa Lucia perlu diberikan, karena pemanfaatan aset kripto sebagai metode pembayaran berbeda dengan pemanfaatan aset kripto sebagai investasi.

”Lewat langkah tersebut, diharapkan dapat menghasilkan pariwisata kripto,” tambahnya.

Selain itu, Manager di Los Robles Shopping Square, Cesar Andino, mengatakan dengan adanya Bitcoin Valley akan membuka kesempatan dan peluang baru.

“Di samping itu, juga akan menarik orang untuk lebih banyak lagi menggunakan aset kripto untuk bertransaksi,” jelasnya.

Santa Lucia sendiri merupakan salah satu destinasi wisata utama Honduras. Pemandangan alamnya yang menakjubkan mampu menarik banyak pelancong untuk menghabiskan waktu dan menikmati suasana alam Honduras.

Maka dari itu, kehadiran Bitcoin Valley di Santa Lucia pun akan menambah daya tarik tersendiri, sebab dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi para turis yang selama ini menjadikan aset kripto hanya sebagai aset investasi.

Hindari Volatilitas dengan Mata Uang Fiat

Kendati demikian, tidak dapat dimungkiri bahwa kondisi pasar kripto sekarang masih dalam tahap crypto winter. Harga Bitcoin sendiri dalam 7 hari kebelakang masih terlihat berfluktuasi, dengan mencatatkan penguatan sebesar 5,66%. Tepatnya dari level US$21.884 menjadi US$23.124. Tetapi, jika kita lihat dalam 3 bulan ke belakang, harga Bitcoin sudah mengalami koreksi sebanyak 39,08%.

Demi menghindari dampak dari volatilitas aset kripto, pendiri Organisasi Blockchain Honduras, Leonardo Paguada, mengatakan proyek ini masih akan memungkinkan pedagang untuk menerima uang dalam bentuk mata uang lokal.

“Untuk mengatasi volatilitas, Bitcon Valley akan membuka kemungkinan bagi pedagang untuk menerima pembayaran dalam mata uang lokal,” tuturnya.

Aktivitas Pencucian Uang lewat Kripto Meningkat 30%

Walau langkah pemerintah Honduras ini mendapatkan sambutan positif dari golongan pro-kripto, namun rupanya beberapa pihak menanggapi hal tersebut secara berbeda.

Ekspansi penggunaan Bitcoin di Honduras menimbulkan kekhawatirkan akan membuka celah bagi aktivitas pencucian uang dan kesenjangan digital bagi masyarakat miskin.

Menurut data Chainalysis, sepanjang tahun 2021 lalu, sebanyak US$8,6 miliar dalam kripto dikategorikan sebagai pencucian uang. Jumlah tersebut meningkat 30% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$6,6 miliar.

Namun, perlu dicatat, bahwa jumlah yang berhasil dikumpulkan itu adalah hasil dari kejahatan aset kripto. Mulai dari penjualan data di pasar gelap, serangan ransomware, hingga jenis kejahatan lain yang setiap imbalannya diperoleh dalam mata uang kripto.

Secara keseluruhan, pelaku kejahatan di dunia maya telah melakukan money laundering lebih dari US$33 miliar sejak tahun 2017 silam. Sementara itu, UN Office of Drugs and Crime memperkirakan, sekitar US$800 miliar hingga US$2 triliun mata uang fiat terkait dengan pencucian uang. Jumlah tersebut setara dengan 5% dari produk domestik bruto (PDB) global.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori