Goldman Sachs Sedang Berburu Perusahaan Kripto Murah setelah Kehancuran FTX

6 Desember 2022, 17:45 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
7 Desember 2022, 14:25 WIB
Ringkasan
  • Goldman Sachs dikabarkan ingin menghabiskan puluhan juta USD untuk membeli atau berinvestasi di sejumlah perusahaan kripto setelah kasus FTX.
  • Head of Digital Asset Goldman Sachs, Mathew McDermott, menjelaskan bahwa bank-bank besar di dunia keuangan tradisional (TradFi) melihat peluang untuk mengambil bisnis yang terkait dengan kripto.
  • Di tengah crypto winter yang diperparah hancurnya kerajaan kripto SBF, volume perdagangan di Goldman Sachs justru meningkat

Goldman Sachs, salah satu raksasa bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika Serikat (AS), pada hari Selasa (6/12) dikabarkan berencana menghabiskan puluhan juta dolar AS (USD) untuk membeli atau berinvestasi di sejumlah perusahaan kripto setelah jatuhnya valuasi crypto exchange FTX dan mengurangi minat investor.

Kehancuran kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF) telah meningkatkan kebutuhan akan pelaku industri kripto yang lebih terpercaya dan teregulasi.

Berbicara kepada Reuters, Head of Digital Asset Goldman Sachs, Mathew McDermott, menjelaskan bahwa bank-bank besar di dunia keuangan tradisional (TradFi) melihat peluang untuk mengambil bisnis yang terkait dengan kripto. Dia menyebut Goldman Sachs sedang melakukan due diligence atau uji tuntas pada sejumlah perusahaan kripto yang berbeda.

“Kami memang melihat beberapa peluang yang sangat menarik, dengan harga yang jauh lebih masuk akal,” jelas Mathew McDermott.

FTX yang dikenal sebagai salah satu crypto exchange yang populer di dunia mengalami krisis likuiditas parah hingga akhirnya mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 11 November lalu. Kejadian ini memicu kekhawatiran akan penularan krisis dan memperkuat seruan untuk lebih banyak regulasi bagi industri kripto.

“Hal ini [kehancuran kerajaan SBF] pasti membuat market kembali dalam hal sentimen, sama sekali tidak diragukan lagi. FTX adalah salah satu dari banyak bagian di ekosistem Kripto. Namun, untuk menegaskan kembali terkait hal ini, teknologi yang mendasarinya [yaitu blockchain hingga web3] terus bekerja,” papar Head of Digital Asset di Goldman Sachs itu.

Menaruh Minat pada Dunia Kripto

Jumlah yang berpotensi diinvestasikan oleh Goldman Sach tidak besar untuk urusan raksasa Wall Street yang menghasilkan US$21,6 miliar pada tahun lalu itu. Adapun kesediaan mereka untuk terus berinvestasi di tengah gejolak market di sektor kripto menunjukkan adanya peluang jangka panjang.

Goldman Sachs

Dalam pernyataan ini, Goldman Sachs disebut turut melihat peluang rekrutmen para talenta kripto karena sejumlah perusahaan kripto dan teknologi memangkas jumlah karyawan mereka.

Goldman Sachs diketahui telah berinvestasi di 11 perusahaan aset digital yang menyediakan layanan seperti kepatuhan, data kripto, hingga manajemen blockchain.

Mathew McDermott bergabung dengan Goldman Sachs pada tahun 2005. Ia mulai bangkit untuk menjalankan bisnis aset digital di perusahaan tempatnya bekerja setelah menjabat sebagai Head of Cross Asset Financing. Kini, tim yang dia pimpin telah berkembang menjadi lebih dari 70 orang, termasuk 7 meja perdagangan kripto options dan derivatif.

Selain itu, Goldman Sachs bersama MSCI dan Coin Metrics meluncurkan datanomy, yang merupakan layanan data untuk mengklasifikasikan aset digital berdasarkan cara penggunaannya. Tidak berhenti sampai di sana, Goldman Sachs turut membangun ‘teknologi ledger terdistribusi pribadi’ yang juga akrab disebut private blockchain.

Goldman Sachs Diuntungkan dalam Kehancuran Kripto SBF

Di tengah crypto winter yang diperparah hancurnya kerajaan kripto SBF, volume perdagangan di Goldman Sachs justru meningkat karena investor berusaha untuk melakukan trading dengan rekanan yang diatur dan dikapitalisasi dengan baik.

“Hal yang meningkat adalah jumlah lembaga keuangan yang ingin berdagang dengan kami. Saya menduga beberapa dari mereka berdagang dengan FTX, tetapi saya tidak bisa mengatakannya dengan pasti,” ungkap Mathew McDermott.

Dalam kesempatan berbeda, CEO Goldman Sachs, David Solomon, pada 10 November lalu membuat pernyataan terkait kehancuran FTX yang sedang berlangsung kepada CNBC.

Meski dia memandang cryptocurrency sebagai sangat spekulatif, CEO Goldman Sachs itu melihat banyak potensi dalam teknologi yang mendasarinya karena infrastrukturnya menjadi lebih formal.

Namun, menurut James Gorman, yang merupakan CEO Morgan Stanley, pada 1 Desember kemarin, “Saya tidak bisa memberikan nilai intrinsik padanya [kripto].”

Sementara itu, CEO HSBC, Noel Quinn, mengatakan dalam kesempatan berbeda bahwa dia tidak memiliki rencana untuk memperluas perdagangan kripto atau berinvestasi untuk pelanggan ritel.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.