Grayscale Gaet Mantan Pengacara Obama demi Bantu Perkuat Kasusnya Melawan SEC

10 Juni 2022, 04:14 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
10 Juni 2022, 04:14 WIB
Ringkasan
  • Grayscale Investments LLC menunjuk seorang mantan jaksa agung untuk membantu memperkuat kasusnya melawan SEC.
  • Kasus Grayscale ini berdasar pada Undang-Undang Prosedur Administratif yang berfungsi untuk mencegah dua situasi yang serupa mendapatkan perlakuan berbeda.
  • Sosok yang dikuasakan oleh Grayscale adalah Donald Verrilli, yang telah terbukti berhasil memenangkan debat atas dua kasus penting bagi pemerintah AS.

Grayscale Investment LLC akhirnya berhasil menggaet sosok kunci baru untuk membantunya dalam urusan ETF Bitcoin dengan SEC. Sosok itu ialah Donald Verrilli, seorang mantan jaksa agung yang telah bekerja di pemerintahan Obama dari tahun 2011 hingga 2016.

Baru-baru ini, Grayscale Investments LLC telah menunjuk Donald Verrilli, seorang pakar hukum terkemuka yang sepak terjangnya tidak perlu diragukan lagi. Perusahaan mempertimbangkan kemungkinan penolakan atas permohonan yang mereka ajukan kepada Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) Amerika Serikat. Permohonan itu berisi rencana untuk mengubah Grayscale Bitcoin Trust menjadi ETF Bitcoin yang mendapat dukungan fisik.

Kemudian, CEO Grayscale, Michale Sonnenshein, juga telah mengklarifikasi bahwa “semua opsi telah disiapkan” jika nantinya SEC menolak permohonannya. Sebelumnya, Grayscale bahkan sempat mengancam akan mengajukan tuntutan hukum terhadap lembaga itu jika mereka menolak permohonannya. Keputusan dari SEC diharapkan akan rilis pada tanggal 6 Juli 2022 mendatang.

“Apabila suatu opsi berpotensi membawa gugatan terhadap SEC, lalu siapa lagi aktor yang lebih baik untuk dipilih sebagai ahli strategi hukum jika bukan seseorang yang pernah mewakili pemerintahan Amerika Serikat,” ujar Chief Legal Officer Grayscale, Craig Salm, kepada Bloomberg.

Grayscale Tak Main-Main untuk Lawan SEC

Selain Grayscale, ada perusahaan kripto lainnya yang pernah merekrut ahli hukum kaliber untuk membantu mereka dalam masalah hukum yang dialami. Misalnya, di bulan April 2022 lalu, Astra Protocol merekrut Kirstjen Nielsen, mantan kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri, untuk menjadi penasihat strategisnya. Nielsen bertugas membantu Astra Protocol agar dapat memahami lanskap risiko dalam decentralized finance (DeFi). Selain Nielsen, Astra Protocol juga merekrut Mick Mulvaney, mantan utusan khusus Trump untuk Irlandia Utara, untuk membantu melahirkan persetujuan dalam pengembangan strategi Web3.

Perusahaan induk Grayscale sendiri, yakni Digital Currency Group, pernah meminta bantuan mantan Menteri Keuangan Larry Summers sebagai konsultannya.

Kredensial Donald Verrilli

Donald Verrilli telah bekerja dengan tim hukum Grayscale dan Davis Polk & Wardwell, firma hukum luar, untuk mempersiapkan kemungkinan pertempuran dengan SEC. Persiapan itu mencakup argumen hukum berdasarkan Undang-Undang Prosedur Administratif, yang menyatakan bahwa SEC tidak berhak mendukung satu kasus di atas kasus yang lainnya jika kedua kasus itu serupa. Sederhananya, SEC tidak berhak membedakan antara ETF Bitcoin futures dengan ETF Bitcoin spot.

Di samping itu, Grayscale berpendapat bahwa menyetujui ETF bitcoin futures karena telah memenuhi kriteria Undang-Undang Perusahaan Investasi tahun 1940 dan menolak ETF bitcoin spot karena tidak memenuhi kriteria Undang-Undang Sekuritas Bursa tahun 1934 sebagai bentuk pelanggaran terhadap APA.

Maka dari itu, mereka berharap untuk bisa memanfaatkan “pengalaman latar belakang kuat” yang Verrilli miliki dalam kasus APA demi memperkuat kasusnya melawan SEC.

Verrilli berhasil membela pemerintah dalam kasus Mahkamah Agung yang melibatkan kesetaraan pernikahan sesama jenis dan Undang-Undang Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau selama pemerintahan Obama. Selama menjadi jaksa agung, ia telah memenangkan 37 kasus ke Mahkamah Agung.

Dengan demikian, keputusan Grayscale untuk menunjuk Verrilli memperkuat komitmennya dalam mengupayakan segalanya demi mengonversi Bitcoin trust menjadi ETF. Jika itu terwujud, maka juga berpotensi membuka US$8 miliar bagi investor.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.