Usai Gugatan SEC Berhasil Ditangani, Ripple Janji Akan Go Public

27 Mei 2022, 19:16 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
28 Mei 2022, 02:51 WIB
Ringkasan
  • Ripple berjanji akan meluncurkan IPO (initial public offering) setelah gugatan SEC berakhir.
  • SEC AS telah menggugat Ripple atas penawaran XRP senilai US$1,3 miliar yang tidak terdaftar.
  • Optimisme CEO Ripple masih tetap membara, walau saat ini sebagian besar aset di market kripto masih "memerah".

Ripple akan mempertimbangkan initial public offering (IPO) setelah masalah hukumnya dengan Securities and Exchange Commission (SEC) berhasil diselesaikan.

Berbicara kepada CNBC di The World Economic Forum di Davos, CEO Brad Garlinghouse mengungkapkan “perkembangan yang baik” Ripple dengan SEC dapat menghasilkan penawaran publik (IPO) paling cepat dijadwalkan akhir tahun ini.

“Saya yakin kami semua ingin SEC AS memberikan kepastian dan kejelasan di AS. Saya juga berharap SEC tidak akan memperlambat proses itu lebih lama lagi seperti yang sudah mereka lakukan sebelumnya.”

“Tapi, tentunya kami sedang berada pada kondisi di mana kemungkinan itu pasti ada. Dan kami akan mulai mempertimbangkan (IPO) itu segera setelah kami selesai menangani gugatan (lawsuit) dengan SEC,” katanya.

Pada Desember 2020, SEC telah mengajukan gugatan terhadap Ripple, Garlinghouse, dan mantan CEO perusahaan, Christian Larsen. SEC menuduh bahwa mereka telah mengumpulkan uang melalui “penawaran sekuritas yang tidak terdaftar” pada 2013.

Ripple Mengklaim XRP Bukanlah Sekuritas

Ripple berpendapat bahwa koin digital tidak seharusnya diperlakukan sebagai sekuritas, karena itu berarti ia harus tunduk pada regulasi yang lebih ketat.

XRP, cryptocurrency milik Ripple sekaligus mata uang kripto terbesar keenam berdasarkan kapitalisasi pasar, telah mengalami penurunan harga sejak November tahun lalu dan turun sebanyak 42% dalam 30 hari terakhir.

Selain itu, saham terkait crypto juga mengalami pergerakan serupa. Robinhood, yang menawarkan trading mata uang digital, telah mengalami penyusutan pada nilai sahamnya sebesar 50%. Sementara itu, saham Coinbase juga telah anjlok hampir 75% tahun ini.

Garlinghouse masih optimis tentang pertumbuhan Ripple di masa depan, meskipun crypto winter tampaknya mulai melanda market. Optimisme itu datang seiring dengan asumsi bahwa SEC akan memberikan lampu hijau untuk perusahaannya.

Dia mengatakan kepada CNBC bahwa permintaan terhadap On-Demand Liquidity, sebuah produk XRP yang berperan melayani pembayaran lintas batas, telah mengalami kenaikan sebanyak delapan kali lipat sejak tahun lalu.

“Hampir semua pertumbuhan yang kami berhasil capai terjadi di negara-negara selain AS. Saya pikir itu akan terus berlanjut sampai akhirnya kami bisa mendapatkan kejelasan dan kepastian yang kami cari di AS,” pungkas Garlinghouse.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.