SEC Ajukan Perlindungan atas Dokumen Penting terkait Kasus Ripple

3 Mei 2022, 02:45 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
3 Mei 2022, 02:46 WIB
Ringkasan
  • SEC meminta kepada hakim agar melindungi dokumen berisi pengakuan William Hinman yang menyatakan gagasannya terhadap Ethereum.
  • SEC menegaskan fakta bahwa dokumen-dokumen ini berada di bawah hak istimewa antara kuasa hukum dan klien.
  • Hinman menjadi pusat kontroversi lainnya yang menampilkan konflik kepentingan.

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) telah mengajukan perlindungan atas dokumen berisi pengakuan dari mantan direktur keuangannya yang menyatakan bahwa Bitcoin dan Ethereum bukanlah sekuritas. Dokumen tersebut memiliki kaitan dengan sengketa hukum antaranya dan Ripple.

Dalam sebuah pidato di bulan Juni 2018, William Hinman mengatakan bahwa menurut pemahamannya, “penawaran dan penjualan Ethereum saat ini bukanlah transaksi sekuritas.”

Mosi baru tersebut juga mencakup perihal penegasan kembali terhadap kasus SEC bahwa pernyataan Hinman berada di bawah hak istimewa antara kuasa hukum dan klien, sebab pernyataan itu merupakan bagian dari pertukaran informasi antara Hinman dan pengacara SEC.

Mosi tersebut berbunyi, “Hak istimewa berlaku sebab dokumen-dokumen ini, secara keseluruhan, atau sebagian, merefleksikan komunikasi antara Direktur Hinman dan kuasa hukum SEC yang meminta dan menyediakan nasihat hukum mengenai masalah di bawah lingkup SEC—ketika sebuah penawaran atau penjualan atas aset digital tertentu merupakan kontrak investasi dan dengan demikian penawaran sekuritas sebagaimana didefinisikan dalam hukum sekuritas federal—dan dengan demikian, apa yang Direktur Hinman dapat katakan tentang masalah ini dalam pidatonya.”

Hakim Tolak Banding dari SEC dalam Kasusnya Melawan Ripple

Bulan lalu, Hakim Sarah Netburn menolak banding dari SEC untuk menolak keputusan yang dibuat dari pidato di bulan Januari tahun ini.

Juli tahun lalu, Ripple berusaha menanyai Hinman mengenai pemikirannya terhadap Ethereum saat itu untuk membangun argumen yang sama pada XRP. SEC mengajukan sebuah mosi untuk menolak permintaan Ripple kepada Hinman agar muncul di pernyataan saksi. Mereka mengatakan bahwa hal itu bisa menjadi contoh yang akan menormalisasi pernyataan sanksi dari pejabat pemerintahan kelas tinggi.

Kemudian, SEC mengatakan bahwa mereka tidak berbicara melalui staf, melainkan melalui penegakan. Oleh karena itu, apa pun yang disampaikan oleh Hinman menjadi “konsultatif” dan memiliki hak istimewa. Akan tetapi, Hakim Netburn mengesampingkan argumen ini, dengan mengatakan bahwa sifat unik dari kasus ini “melibatkan keputusan kebijakan yang signifikan di pasar kita, jumlah kontroversi yang substansial, dan kepentingan publik, dalam kasus ini, signifikan.”

Proses konsultatif hak istimewa tersebut melindungi “dokumen yang merefleksikan pendapat penasihat, rekomendasi dan pertimbangan yang terdiri dari bagian proses yang mana keputusan dan kebijakan pemerintah dirumuskan” dari pengungkapan.

Badai lainnya yang menimpa Hinman datang dari whistleblower Empower Oversight yang meminta perilisan email dari SEC. Pada email tersebut, Hinman berkorespondensi dengan firma hukum Simpson Thacher dalam beberapa kali kesempatan, meskipun SEC mengecam dasar etis. Simpson Thacher tergabung dalam konsorsium bernama Enterprise Ethereum Alliance.

Sebagai pengingat, SEC mengajukan gugatan kepada Ripple dan kepemimpinannya di bulan Desember 2020. SEC menuduh Ripple menjual sekuritas yang tidak teregistrasi untuk menggalang dana, dalam mana hal itu bertentangan dengan UU Sekuritas 1933 Bab 5.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.