Lihat lebih banyak

Greenpeace Buat Karya Seni Anti-Bitcoin; malah Tuai Pujian dari Bitcoin Maximalist

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Greenpeace baru saja meluncurkan karya seni yang bertujuan untuk menyoroti dampak lingkungan dari Bitcoin.
  • Karya seni yang diberi nama "Skull of Satoshi" itu berbentuk tengkorak dengan dalam bola mata muncul logo Bitcoin dan disinari laser, serta memiliki tinggi sekitar 3,3 meter.
  • Menariknya, karya seni tersebut justru menuai pujian dari para Bitcoin maximalist.
  • promo

Greenpeace, organisasi non-pemerintah (NGO) yang berfokus pada isu lingkungan, membuat serangan terbaru terhadap Bitcoin dengan meluncurkan karya seni yang bertujuan untuk menyoroti dampak lingkungan dari blockchain pertama di dunia itu. Namun sebaliknya, karya seni itu menuai pujian secara luas dari para Bitcoiner, yang bahkan ingin mengadopsinya sebagai maskot Bitcoin.

Pada hari Kamis (23/3), Greenpeace bermitra dengan aktivis seni Benjamin Von Wong dalam kampanye “Change the Code, Not the Climate” yang sedang berlangsung. Tujuannya adalah untuk mendorong perubahan mekanisme konsensus Bitcoin dari proof-of-work (PoW) menjadi konsensus proof-of-stake (PoS).

Karya seni yang diberi nama “Skull of Satoshi” itu berbentuk tengkorak dengan dalam bola mata muncul logo Bitcoin dan disinari laser, serta memiliki tinggi sekitar 3,3 meter. Sebagai informasi, para Bitcoin maximalist selama ini terkadang menyematkan mata laser di foto profil media sosial mereka.

Dalam karya seni yang terbuat dari limbah elektronik yang didaur ulang itu, juga ada cerobong yang mengeluarkan asap dari atas tengkorak tersebut. Hal ini digunakan untuk menggambarkan polusi bahan bakar fosil dan batu bara yang digunakan oleh para miner dan jutaan komputer yang dipakai untuk memvalidasi transaksi jaringan Bitcoin.

Akun Twitter Greenpeace USA, yang mendapat retweet dari akun Twitter Greenpeace International, menulis, “Beberapa aktivis iklim menganggap Bitcoin hanya uang internet palsu yang dapat mereka abaikan dengan aman. Kebenarannya? Bitcoin menyebabkan polusi dunia nyata dalam jumlah yang berbahaya dari konsumsi bahan bakar fosil yang rakus, semua karena kodenya yang sudah ketinggalan zaman. Solusinya? Ubah kode [Bitcoin].”

Terkait hal ini, Lyn Alden, yang merupakan analis keuangan dan seorang Bitcoin maximalist, mengecam dengan mengatakan, “Sangat disayangkan bahwa Greenpeace berubah dari tidak relevan menjadi berbahaya secara langsung. Namun, di sinilah kita. Pendanaan perusahaan Anda [yang diterima Greenpeace] berbahaya dan memalukan. Saya mendorong Anda untuk mencoba melakukan yang lebih baik.”

Baca Juga: Taruhan Balaji Srinivasan Bikin Geger, Apakah Realistis Harga Bitcoin (BTC) Tembus US$1 Juta dalam 90 Hari?

Bitcoiner malah Suka Karya Seni Skull of Satoshi

Menariknya, kampanye terbaru dari Greenpeace untuk menyerang Bitcoin justru mendapatkan sambutan sebaliknya dari para Bitcoiner.

Wil Foxley, direktur strategi media di crypto miner Compass Mining, menyebut karya seni itu badass dan mengubah gambar profil Twitter miliknya menjadi gambar Skull of Satoshi.

Sementara itu, Nic Carter, yang membuat tulisan Operation Choke Point 2.0, pada hari Jumat (24/3) mengatakan bahwa karya seni itu adalah karya seni Bitcoin paling “metal” hingga saat ini.

Baca Juga: Bitcoin Maximalist Kecam Video World Economic Forum tentang “Ubah Kode Bitcoin Jadi Proof of Stake”

Gerakan Anti Bitcoin Greenpeace Didukung Co-founder Ripple

Pada akhir Maret 2022, Greenpeace memulai kampanye untuk membuat Bitcoin berhenti menggunakan konsensus PoW. Agenda itu mendapat dukungan dari co-founder Ripple, Chris Larsen.

Chris Larsen bahkan dilaporkan telah mengucurkan dana US$5 juta (sekitar Rp72,6 miliar) untuk membiayai kampanye Greenpeace menyerang Bitcoin.

Proyek kampanye itu direpresentasikan dalam situs web cleanupbitcoin.com yang di dalamnya berbunyi, “Anda pernah mendengar Bitcoin memicu krisis iklim, tetapi tahukah Anda bahwa perubahan kode pada software [Bitcoin] dapat membersihkannya.”

Tidak hanya Greenpeace, akun Twitter World Economic Forum (WEF) pada akhir April 2022 membagikan sebuah video yang menyatakan bahwa perubahan dalam kode Bitcoin hampir dapat menghilangkan dampak lingkungannya karena dapat menghapus sebagian besar permintaan energi dari Bitcoin.

Dalam Bitcoin 2022 Conference, Peter Thiel yang merupakan co-founder PayPal dan seorang venture capitalist kawakan Silicon Valley, mengatakan bahwa environmental, social, & governance (ESG) adalah senjata utama yang digunakan untuk melawan Bitcoin.

“Saya pikir ESG adalah pabrik kebencian, pabrik untuk menamai musuh,” kata Peter Thiel.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori