Hati-hati Terkena Penipuan Kripto ala Tinder Swindler, Ini Triknya!

Bagikan Artikel

Penipuan di industri kripto ala Tinder Swindler kerap kali memanfaatkan manipulasi emosional dan trik penipuan untuk mendapatkan akses ke dompet para peminat kripto yang masih lajang di aplikasi kencan. Beginilah trik jitu sebagai upaya preventif untuk menghindari jebakan tersebut.

Tidak bisa dimungkiri, media sosial sudah menjadi primadona para hacker akhir-akhir ini. Kita juga mulai menemui cukup banyak penipuan baru di industri ini. Pengguna Tinder telah menjadi target scammers online. Mereka membujuk target korban untuk mengunduh aplikasi cryptocurrency palsu, setelah itu mereka mencuri dana korban. Atau, mereka mungkin sengaja melakukan catfishing untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Menurut layanan forensik dunia maya yang berbasis di Bulgaria, penipuan romansa baru ini dijuluki sebagai “CryptoRoms”. Menurut mereka, penipuan jenis ini telah menipu banyak orang untuk mentransfer aset digital mereka ke aplikasi pihak ketiga, dan sejak itu pula dana kripto tersebut tidak pernah terlihat lagi.

Mengenal penipuan di industri kripto ala Tinder Swindler

Penipuan verifikasi Tinder

Penipu akan meminta pengguna Tinder untuk memverifikasi profil mereka di aplikasi terkait. Setelah itu, penipu juga mengirimkan tautan yang tampak seperti verifikasi Tinder. Namun, kenyataannya itu akan menautkan ke situs web pihak ketiga. Situs mencurigakan tersebut akan meminta informasi calon korban berupa: nama, tanggal lahir, email, dan nomor kartu kredit. Scammers menggunakan informasi ini semua untuk mendatangkan malapetaka.

Aksi Catfishing di Tinder

Penipu akan membuat profil palsu di suatu aplikasi kencan. Biasanya, scammer akan beraksi menjadi seorang perempuan padahal aslinya adalah seorang laki-laki. Mereka akan menawarkan foto nudes atau perhatian emosional lainnya dengan meminta imbalan berupa kripto atau informasi tentang dompet kripto. Mereka rela menghabiskan banyak waktu berinteraksi secara online dengan korban sampai mereka mendapatkan informasi sensitif yang mereka cari.

Tinder Crypto Scammers: Promising Nudes, But Draining Your Wallet

Menemui orang yang tiba-tiba sangat tertarik kepadamu Waspadalah!

Menurut Cyber Forensics, penipuan kripto ala Tinder baru-baru ini melibatkan seorang pria AS bernama Mike, yang melaporkan telah ditipu dan kehilangan dana kripto senilai US$277.000. Dia menyatakan bahwa dia percaya Jenny dari Malaysia mencintainya.

Timothy Benson dari perusahaan pemulihan bitcoin mengatakan, “Penipu kripto di Tinder menggunakan emosi dan antusiasme untuk mendapatkan akses ke informasi pribadi pengguna profil seperti jumlah di dompet kripto, kunci pribadi ke dompet, dan aset keuangan lainnya. Para pelaku kemudian menggunakan informasi tersebut untuk melakukan aksi penipuan mereka.”

Klik di sini untuk panduan lengkap tentang cara menghindari scam kripto.

Bagaimana Cara Menghindari Penipuan Kripto ala Tinder Swindler?

Nah, agar kamu terhindar dari para Tinder Swindler yang siap memangsa dompet kriptomu, berikut ini adalah sejumlah tips dan trik jitu yang bisa kamu lakukan dengan mudah:

  • Jangan sekali-kali lengah membagikan informasi pribadi dan sangat rahasia milikmu, MESKIPUN KETIKA KAMU JATUH CINTA.
  • Hal paling mendasar yang dapat kamu lakukan adalah melihat apakah foto yang penipu pakai adalah palsu atau hasil curian. Lakukan pencarian gambar secara reverse, maka kamu mungkin akan menemukan foto di akun Instagram orang lain yang tidak bersalah.
  • Mintalah saran kepada ahli sebelum kamu mulai berinvestasi dalam skema profit apa pun.
  • Cocokkan profil Tinder dengan profil lain dari orang itu, lakukan riset pribadimu, cari tahu kebenaran posisi mereka di perusahaan yang memang benar-benar ada. Apa pun informasi akhir yang kamu temukan, tetaplah berhati-hati.
  • Tinggalkan percakapan di mana orang lain mulai meminta informasi sensitif, tidak peduli seberapa menyakitkan perasaan itu kedengarannya.
  • Kumpulkan foto, nomor telepon, atau email yang diberikan penipu sebelum mereka menghapusnya.
  • Laporkan penipuan ke pihak berwenang setempat.
  • Laporkan penipu ke tim Support Tinder.
Tinder Crypto Scammers: Promising Nudes, But Draining Your Wallet

Mengembalikan Kripto yang Telah Dicuri

Ada beberapa perusahaan tertentu yang berspesialisasi dalam memulihkan cryptocurrency yang dicuri, tetapi tidak ada jaminan 100% bahwa kamu akan mendapatkan kembali sebagian atau seluruh dana yang hilang tersebut. Tindakan preventif terbaik adalah dengan jangan pernah memberikan informasi pribadi kamu kepada siapa pun kecuali jika itu benar-benar diperlukan dan aman.

Punya pendapat yang ingin kamu sampaikan terkait aksi Tinder Swindler di dunia kripto? Sampaikan kepada kami atau bergabunglah dalam diskusi di saluran Telegram kami. Kamu juga bisa tetap terhubung dengan kami di Tik TokFacebook, atau Twitter.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Nicole Buckler telah menjadi seorang penyunting dan jurnalis selama lebih dari 25 tahun, menulis dari Sydney, Melbourne, Taipei, London, dan Dublin. Sekarang ia menulis dari kota yang sangat luar biasa, Gold Coast di Australia. Nicole membeli Bitcoin di 2013, karena diberitahu bahwa ia dapat menggunakannya untuk membayar kelas yoga di Dublin. Ia membenci yoga, tapi tetap menyimpan Bitcoin. Setahun setelah ia memutuskan bahwa Bitcoin akan menjadi sesuatu, dia mulai membeli kripto lainnya juga. Namun, dia masih berpikir yoga tidak menyenangkan.

Ikuti Penulis