Demokrat di DPR Ajukan 13 Pertanyaan ke SEC tentang Agen AI yang Trading untuk Ritel

  • Demokrat di DPR menekan SEC untuk menjelaskan pengawasan terhadap agen trading AI.
  • Legislator mengajukan 13 pertanyaan yang harus dijawab sebelum 31 Juli terkait tanggung jawab broker dan pengembang.
  • Anggota legislatif memperingatkan bahwa AI agent yang dilatih dengan data serupa bisa bergerombol sehingga memperbesar volatilitas pasar.
Promo

Komite Jasa Keuangan DPR dari Partai Demokrat meminta Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menjelaskan bagaimana mereka mengawasi agen artificial intelligence (AI) yang melakukan trading saham untuk investor ritel dan bahkan mungkin akan menangani aset lain ke depannya.

Perwakilan Bill Foster dan Brad Sherman memimpin pengiriman surat ini kepada Ketua SEC Paul Atkins. Mereka menetapkan batas waktu hingga 31 Juli untuk jawaban tertulis atas 13 pertanyaan terkait perlindungan investor dan integritas pasar.

Demokrat Tekan SEC Saat Perusahaan Broker Membuka Trading Floor untuk Agen AI

Para legislator menanyakan pengawasan dan perlindungan investor yang tersedia sekarang, mengingat perusahaan broker sudah membiarkan agen AI melakukan trading secara mandiri untuk klien ritel.

Disponsori
Disponsori

Para anggota DPR itu menyadari bahwa generative AI bisa membantu investor mengambil keputusan lebih cepat dan tetap terinformasi. Tapi, mereka menilai membiarkan perusahaan broker memberikan akses agentic trading justru menimbulkan pertanyaan baru tentang perlindungan investor, tanggung jawab broker-dealer, integritas pasar, serta akuntabilitas pengembang.

Selain itu, surat tersebut juga menyoroti risiko dari transaksi yang terlalu berkorelasi. Agen yang dilatih dengan data serupa bisa bertindak kompak dan akhirnya memperburuk volatilitas serta tekanan pasar yang lebih luas.

“Perusahaan AI yang mengembangkan dan menerapkan agen-agen ini sejauh ini beroperasi di luar kerangka regulasi sekuritas, padahal sistem mereka telah membuat atau memungkinkan keputusan investasi penting atas nama investor ritel,” tambah para legislator tersebut.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru setiap saat

Mereka juga mendesak Atkins agar mendefinisikan tanggung jawab hukum dari broker-dealer, pengembang AI, dan agen itu sendiri. Mereka bertanya apakah hukum sekuritas saat ini bisa mengatur agentic trading, atau Kongres harus turun tangan.

“Dalam kondisi seperti apa agen AI atau pengembangnya harus mendaftar sebagai broker, dealer, penasihat investasi, atau orang yang terkait di bawah Securities Exchange Act of 1934, Investment Advisers Act of 1940, atau hukum sekuritas lain yang relevan?” bunyi surat itu.

Para Demokrat menyoroti bahwa teknologi ini berpotensi tak hanya digunakan di saham, tapi juga bisa diterapkan ke opsi, aset kripto, kontrak event, dan futures. Atkins diberi tenggat waktu hingga 31 Juli untuk merespons. 

Permintaan ini keluar menyusul tren broker ritel yang mulai membuka platformnya bagi agen yang beroperasi secara mandiri. Robinhood meluncurkan Agentic Trading pada 27 Mei, yang memungkinkan agen AI melakukan trading saham atas nama pelanggan mereka. Public juga memperkenalkan solusi agentic brokerage serupa pada awal 2026. 

Di sisi lain, Coinbase juga memperkenalkan Coinbase for Agents pada bulan Juni. Fitur ini memungkinkan pengguna menghubungkan akun mereka dengan agen AI sehingga bisa menangani trading, pembayaran, serta tugas otomatis lainnya untuk mereka.

Subscribe ke saluran YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis menghadirkan wawasan ahli

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori