Bitcoin btc
$ usd

Ikuti Jejak Pemprov DKI Jakarta, JakLingko Juga Siap Masuk ke Metaverse

2 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • JakLingko bermitra dengan WIR Group untuk merambah metaverse.
  • Kemitraan yang dibangun sekaligus menjadikan JakLingko sebagai perusahaan transportasi terintegrasi pertama yang merambah dunia metaverse.
  • Harapannya, para pengguna transportasi umum di Jakarta dan sekitarnya bisa mendapatkan pengalaman baru lewat terobosan dari JakLingko.

PT. JakLingko Indonesia, perusahaan transportasi yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bakal meramaikan jagad metaverse. Perusahaan baru saja meneken memorandum of understanding (MoU) dengan PT. WIR Group, perusahaan yang fokus pada pengembangan realitas virtual dan realitas berimbuh (augmented reality).

Kemitraan yang dibangun oleh perusahaan sekaligus menjadikan JakLingko sebagai perusahaan transportasi terintegrasi pertama yang merambah dunia metaverse.

Direktur Utama JakLingko Indonesia, Muhamad Kamaluddin, mengatakan platform JakLingko yang bakal dikembangkan bersama dengan WIR Group akan menjadi terobosan baru di Asia Tenggara, karena untuk pertama kalinya, platform transportasi menggandeng kerjasama dengan platform Web3 dan metaverse.

Lewat platform tersebut, pengguna transportasi umum di Jakarta dan sekitarnya bisa mendapatkan pengalaman baru.

Platform metaverse akan menjadi terobosan inovatif bagi industri transportasi. Kami berharap platform ini memberikan kepuasan pada pengguna transportasi publik. Bukan hanya dari sisi kenyamanan, efisiensi atau keterjangkauan, melainkan juga dari sisi modern dan teknologi tinggi,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

JakLingko Lakukan Terobosan Digital Selain Metaverse

Sebelumnya, perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh PT. MRT Jakarta, PT. Transportasi Jakarta, PT. Jakarta Propertindo dan Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek itu juga sudah melakukan transformasi teknologi dalam operasionalisasi bisnisnya. Mulai dari langkah adopsi sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan juga penggunaan dompet elektronik.

Perusahaan juga sudah menerapkan inovasi dalam penyediaan rekomendasi rute tujuan tercepat dan terhemat dan melakukan integrasi dengan armada first mile-last-mile (FMLM).

Kamal menambahkan, hadirnya JakLingko di metaverse dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi penggunanya.

“Kami berharap teknologi metaverse akan mendukung JakLingko untuk selalu adaptif dalam setiap perubahan teknologi di era digital seperti sekarang,” tambahnya.

Komisaris Utama dan Co-Founder WIR Group, Daniel Surya, menuturkan kerjasama ini merupakan bukti bahwa platform metaverse merupakan wadah vital bagi sektor bisnis dan lembaga untuk mengembangkan visinya di era digital.

“Semoga kerjasama dengan JakLingko mampu menambah kehadiran ragam sektor untuk memperkuat ekosistem metaverse yang tengah dibangun,” tuturnya.

Ikuti Jejak Pemprov DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menyatakan bakal ikut hadir di metaverse. Hal itu dilakukan sebagai upaya mendukung visi Jakarta sebagai kota maju yang dapat disejajarkan dengan kota besar di dunia.

Aksi yang dilakukan dengan menggandeng WIR Group itu merupakan rangkaian transformasi digital Pemprov dalam memberikan layanan publik berbasis IT, seperti dalam Jakarta Smart City.

Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Yudhistira Nugraha, mengatakan pengembangan teknologi metaverse dapat mendukung terwujudnya pelayanan publik kelas dunia. Dengan demikian, penyelesaian berbagai masalah kota dan warga dapat dilakukan secara efektif.

Platform metaverse yang dikembangkan, mengacu pada nilai luhur bangsa, Bhinneka Tunggal Ika dan sejalan dengan visi Pemprov DKI Jakarta,” ungkapnya.

Masuknya beragam lembaga dan juga perusahaan Indonesia ke ranah metaverse bukanlah tanpa alasan. Tingginya minat generasi muda pada metaverse tampaknya juga menjadi salah satu pertimbangan.

Hal itu terungkap dalam White Project yang dirilis oleh Advisia bekerjasama dengan WIR Group. Penelitian yang dilakukan pada 194 responden berusia 18-24 tahun, memperlihatkan bahwa bahwa 62,9% generasi Z memiliki minat terhadap kepemilikan alat realitas virtual. Bahkan 63,95% pemuda di Indonesia menunjukkan sikap positif terhadap metaverse dan 65,81% bersedia mengeluarkan uang untuk metaverse.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori